Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KAMMI: Jangan Pilih Pemimpin Neoliberal, Hukum Berat Koruptor Pajak!

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Mei 2014 11:05 11:05 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 Mei 2014 10:40
Bagikan
Demonstrasi tolak pemimpin neoliberal di Jakarta pada 2012 (Ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com—Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih calon pemimpin bervisi neoliberal. Sebab pemimpin tipe ini dapat semakin memburuk kondisi Indonesia.

Seruan ini disampaikan Koordinator Presidium KAMMI Nasional Herdi Jayakusumah KAMMI di Jakarta baru-baru ini. Menurutnya, pengaruh neoliberalisme membuat Indonesia terpuruk, sejak zaman Soeharto hingga pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, KAMMI mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menangkap dan menghukum seberat mungkin koruptor pajak, tanpa harus takut kepada intervensi asing.

Menurutnya, dampak buruk neoliberalisme tampak dari maraknya pelanggaran pajak yang merugikan keuangan negara. Pada realita belakangan ini, pemerintah dinilai sangat lemah dalam menindak pelaku pelanggaran pajak. Khususnya yang melibatkan pejabat negara dan perusahaan asing.

“Ini membuktikan pemerintah dan penegak hukum tidak pernah berani dan serius dalam menjalankan visi penegakan hukum khususnya di sektor perpajakan,”ujar Herdi dalam rilisnya kepada Hidayatullah.com, Selasa (13/5/2014).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kondisi itu, lanjutnya, terlihat dari lemahnya hukum Indonesia menangani kasus petugas pajak Gayus Halomoan Tambunan. Gayus yang diketahui melakukan penyimpangan pajak terhadap 151 perusahaan dinilai tidak mendapatkan hukuman setimpal.

Hal itu, katanya, tidak lepas dari perlindungan dan jaminan hukum dari 6 perusahaan raksasa asal Amerika yang menjadi pasien Gayus. Berdasarkan data Bareskrim Polri, sebut KAMMI, 6 perusahaan tersebut adalah Chevron Indonesia Company, PT Chevron Oil Products Indonesia, PT Ford Motor Indonesia, PT McDermott Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, dan PT Dowell Anadrill Schlumberger.

KAMMI menilai, akibat neoliberalisme, aset Indonesia banyak dikuasai pihak asing. Padahal sejatinya, bangsa Indonesia memiliki kuantitas dan kualitas SDM yang handal untuk mengolah berbagai kekayaan alamnya.

“Untuk itu, diperlukan keseriusan semua kalangan untuk memilih pemimpin yang mampu mengembalikan kembali harga diri bangsa,” serunya.

Pemerintah pun, diserukan KAMMI untuk bersikap berani dan serius mengembalikan aset Indonesia yang didominasi pihak asing.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kepemimpinan nasionalKorupsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Remaja Anti Kekerasan, Sulitkah?
Tulisan selanjutnya Warnet dan Game Online bikin Anak Malas Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?