Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Remaja Anti Kekerasan, Sulitkah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Mei 2014 10:37 10:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Mei 2014 10:37
Bagikan
Mahasiswa kita dan tawuran
Bagikan

Oleh: Khalifa Al-Akhrasy
 
PERNYATAAN Menkumhan bahwa ada 3.323 anak yang berumur kurang dari 16 tahun menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia akibat berbagai tindak pidana seolah menjadi ironi pelik di negeri ini.

Bagaimana tidak? Remaja yang seharusnya adalah tonggak perjuangan, tonggak perubahan yang akan membawa bangsa ini lebih bermartabat  justru ‘tenggelam’ dalam lingkar berbagai tindak pidana.

Lihat saja, di Situbondo ada kasus remaja membobol ATM, geng motor di Makasar dan tawuran di Pandeglang. Tak tanggung-tanggung, mereka membawa gir rantai, berbagai senjata tajam dan bom molotov, seperti mau perang.

Belum lagi jika menyangkut pembunuhan. Baik itu karena faktor dendam pribadi antar teman, masalah keluarga, bahkan karena urusan cinta. Mengapa ini bisa terjadi?

Salah Siapa?

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Jika ditanya, salah siapa semua ini? Tentu kita semua patut untuk berkaca. Namun dari kesemua pihak yang juga ikut menumbuh suburkan budaya kekerasan dan tindak pidana dalam dunia remaja ini kita tidak akan bisa memungkiri bahwa akar masalah dari semua ini tidak lepas dari ideologi dan sistem yang salah yang menginspirasi negeri ini.

Bagaimanapun, kapitalisme-sekularisme-liberalisme telah membawa bangsa ini semakin jauh dari kebenaran. Termasuk cara pandang harus ‘membuang’ agama dalam segala urusan kehidupan, termasuk berpolitik dan bernegara.

Tentu saja, ini sangat bertolak belakang dengan fitrah alami manusia yang merupakan makhluk serba terbatas. Jika memang punya kesanggupan melakukan semuanya, tentu Tuhan sebagai pencipta kita sudah jauh-jauh hari sejak awal manusia di ciptakan sudah memberikan kita kebebasan mutlak. Namun hal itu tidaklah kita temui. Terbukti dengan berulang kali, Ia mengingatkan kita agar terus berpegang pada tali petunjukNya.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS: Al-Baqarah :2).

Juga firman Allah lainnya:

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian .” (QS: An-Nisa’ : 59).

Apakah ayat-ayat di atas masih belum begitu jelas membuat kita tidak merasa sombong menentukan hidup kita sekendak kita sendiri?

Remaja tanpa Kekerasan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, remaja di definisikan sebagai seseorang yang telah mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin; muda; pemuda.

Sesuai dengan karakternya, ia adalah adalah sosok yang semangatnya masih berapi-api. Inovatif. Kreatif. Dinamis. Kritis. Kita juga tidak memungkiri bahwa masa remaja adalah sebuah ajang pencarian eksistensi diri.

Oleh karena itu, pada usia ini tidak jarang banyak hal baru yang akhirnya diputuskan untuk di pilih dan diputuskan. Termasuk dalam hal melakukan tindak pidana sebagai sebuah sarana penunjukan eksistensi diri.

Ruang kebebasan dan tidak adanya kotrol dari negara membuat mereka dengan mudahnya melakukan apa saja semau mereka. Termasuk dalam hal ini melakukan berbagai tindak pidana.

Dalam Islam sendiri istilah remaja adalah orang yang sudah mencapai baligh. Dimana dia telah dikenai hukum atas perbuatannya. Jadi tidak ada istilah semau gua, atau suka-suka gue. Karena setiap pilihan tentulah mengandung resiko.

Gambaran remaja seperti itulah yang juga kita tangkap dari torehan tinta emas remaja-remaja luar biasa sejak masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam saat masih hidup.

Kita tentu tidak akan lupa Ali bin Abi Thalib, dengan usia yang saat belia saat itu, 7 tahun untuk ‘pasang badan’ menggantikan Rasulullah berbaring demi mengelabui kaum Quraisy yang ingin membunuh beliau.

Juga sosok pemimpin agung, Sultan Muhammad Al-Fatih yang dalam usia sekitar 24 tahun mampu menaklukkan kota penting yang sangat berpengaruh besar kala itu, Kontaninopel. Begitu juga jika kita mengingat sosok Imam As-Syafii yang dalam usia 12 tahun sudah mendapat amanah yang mungkin jaman sekarang baru bisa kita capai dalam usia yang sudah separuh baya. Yaitu memberikan fatwa hukum.

Mengapa mereka bisa sedemikian luar biasa, berbanding terbalik dengan remaja kita sekarang. Hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena sistem pada saat itu sangat mewadahi mereka untuk menjadi luar biasa.  Negara pun membentengi mereka dari arus negatif dan memang membekali mereka dengan faqih ad-dien (paham benar-benar dengan agamanya) dan mampu memfilter serta membentengi  diri mereka sendiri dari segala upaya ke arah kemaksiatan.

Maka jika kita menginginkan sebuah upaya penumpahan berbagai tindak pidana ini, tidak ada kompromi lain. Tiak ada solusi tambal sulam yang justru menumbuhkan masalah baru. Solusinya hanya satu, kembali pada Islam. Hanya Islamlah yang memberikan solusi berbagai hal dalam kehidupan ini, termasuk urusan bernegara. WallahuA’lamBis-Shawaab.*

Penulis adalah anggota “Belajar Nulis”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakislamkekerasanLapasSyariat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli Falak Harus Sepakat tentukan Kriteria Hilal
Tulisan selanjutnya KAMMI: Jangan Pilih Pemimpin Neoliberal, Hukum Berat Koruptor Pajak!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?