Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mali Akan Dirikan Akademi Perang, Dibantu Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 September 2021 10:05 10:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 September 2021 08:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintahan transisi Mali sudah menyetujui pendirian sebuah War College yang dirancang untuk memperkuat keamanan nasional dan melatih perwira tentara masa depannya. Rencana itu diumumkan beberapa hari setelah Prancis mengutarakan kekhawatirannya akan rencana otoritas Mali untuk menyewa serdadu-serdadu bayaran asal Rusia.

Otoritas Mali meloloskan rancangan undang-undang pendirian Mali War College (EGM) untuk “memperkuat otonomi” dalam pelatihan perwira militer pada hari Kamis (23/9/2021), lansir RFI.

Presiden interim Mali Assimi Goïta mengatakan sekolah itu akan “memberikan pelatihan tingkat tinggi kepada perwira senior pasukan pertahanan dan keamanan”, dari kalangan tentara, polisi dan gendarmerie, serta beberapa eksekutif sipil.

Sekolah ini juga akan menjadi tempat “penelitian dan analisis strategi keamanan”, di samping dunia akademik.

Dalam pidatonya kepada rakyat hari Rabu lalu, Goita mengatakan akademi itu “sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan-tantangan terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan operasi”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perwira yang lulus dari program ini akan diharapkan dapat mengambil posisi tingkat tinggi di lingkungan militer Mali, serta ambil bagian dalam operasi internasional seperti misi penjaga perdamaian PBB.

Goïta mengatakan sekolah itu akan dibuka dalam waktu dekat, tetapi tidak menjelaskan kapan dan di mana tempatnya. Sekolah perang itu diperkirakan menelan biaya lebih dari 2,5 miliar CFA franc (sekitar 3,8 juta euro).

Pembicaraan tentang pendirian sekolah tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Namun, dewan transisi Mali (CNT) menjadikannya salah satu prioritas pemerintahan peralihan saat ini.

Selama ini perwira militer Mali dilatih di berbagai negara dan beberapa petinggi junta saat ini, termasuk Goïta, dilatih di Rusia.

Kemungkinan mendatangkan sekitar 1.000 tentara bayaran Rusia yang dikoordinir oleh Wagner Group menimbulkan kontroversi beberapa hari terakhir. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly bahkan memperingatkan Mali agar tidak melanjutkan rencana tersebut.

Sebuah perusahaan keamanan asal Prancis, yang terdiri dari veteran tentara, akan diberi tanggung jawab melatih perwira di akademi perang Mali tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akademi perangGoïtamaliPrancisrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengintip Dakwah di Pulau Aru: Meredam Konflik Ala “Trio Macan”
Tulisan selanjutnya hari besar keagamaan MUI Tegaskan Standardisasi Dai Bersifat Sukarela dan Tak Menjadi Pra Syarat Berdakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?