Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pemikiran Islam Liberal Masih Marak, SPI Jangan Lengah!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2021 21:36 9:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2021 21:36
Bagikan
Akmal Sjafril, seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL (ITJ)
Bagikan

Hidayatullah.com—Maraknya pemikiran liberal yang muncul belakangan menunjukkan bahwa Islam liberal masih hidup. Hal tersebut ditegaskan oleh Akmal Sjafril, Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat dalam wawancara secara daring, Rabu (03/11/2021).

“Beberapa tokoh belakangan ini melontarkan pemikiran liberal secara frontal tanpa malu-malu lagi, itu semua menunjukkan bahwa Islam liberal masih sangat eksis, dan mereka sangat percaya diri,” ujar Akmal.

Persoalan ini patut mendapat perhatian karena beredar isu di kalangan sebagian aktivis Islam bahwa Islam liberal sudah tidak laku, Jaringan Islam Liberal (JIL) sudah tidak dapat dana, sehingga pemikiran menyimpang ini sudah tidak perlu diwaspadai lagi.

“Saya tidak tahu sumbernya dari mana, tapi pandangan ini memang banyak dikemukakan orang. Biasanya saat saya membahas pemikiran Islam liberal, pada saat sesi tanya-jawab ada saja yang mempertanyakan kebenaran isu bahwa JIL sudah tidak dapat dana. Pertama, tidak ada yang bisa mengkonfirmasi isu tersebut. Apa benar JIL tidak dapat dana lagi? Aktivis Islam kok suka menyebar isu yang tidak bisa dipastikan kebenarannya? Ini kan penyimpangan,” katanya. “Kedua, pada kenyataannya, pemikiran Islam liberal masih terus bermunculan kok, bahkan di beberapa lini makin mendominasi,” ungkap penulis buku Islam Liberal 101 itu,” tambahnya.

Isu semacam itu, menurut Akmal, justru tidak menguntungkan. “Semacam menipu diri, seolah-olah sudah menang, padahal belum. Di berbagai kampus, Islam liberal itu masih diajarkan secara masif. Karena kita merasa sudah menang, akhirnya abai. Umat sekarang perhatiannya tersedot ke ranah politik, misalnya, padahal masalah-masalah pemikiran tidak kalah pentingnya, bahkan sebenarnya lebih fundamental,” papar Akmal lagi.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lontaran-lontaran pemikiran dari beberapa tokoh yang muncul belakangan ini, menurut Akmal lagi, berakar pada pemikiran Islam liberal. Akmal menyoroti beberapa perkembangan terkini, “Ada yang ngotot ingin diakui Muslim tapi tidak merasa perlu menjalankan syari’at Islam, ada yang bilang tidak boleh merasa benar, ada mahasiswa yang mempertanyakan mengapa harus menyembah Allah dan belakangan ada dosen yang mengatakan bahwa NU mengalami kemunduran karena Asy’ariyyah, bukan Mu’tazilah. Bagi yang mengikuti perkembangan Islam liberal secara serius tak akan kaget lagi melihat fenomena seperti ini. Ya begitulah Islam liberal!”

Berkembangnya pemikiran-pemikiran semacam itu menunjukkan bahwa para aktivis Islam harus lebih memandang serius persoalan pemikiran. Menurutnya. Dahulu Buya Hamka mengingatkan bahwa masalah kebudayaan lebih fundamental daripada politik, karena politik itu riak-riak di permukaan, sedangkan kebudayaan itu letaknya di kedalaman.

“Yang Buya maksudkan dengan kebudayaan itu bukan tari-tarian atau semacamnya, tapi meliputi filsafat, ilmu pengetahuan dan seni. Politik itu penting, tapi apakah masyarakat yang tidak meyakini kesempurnaan Islam bisa menerima politik Islam? Kalau ingin Islam mewarnai politik di Indonesia, tentu masyarakatnya juga harus diarahkan agar berpikir Islami dulu. Kalau tidak, mereka akan terus saja memilih pemimpin yang sekuler atau membenci Islam,” pungkas Akmal.

Selain aktif menulis, Akmal juga dikenal sebagai aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Sejak 2014, Akmal bersama sejumlah rekannya mendirikan SPI. SPI yang sudah meluluskan ratusan alumni yang tersebar di empat wilayah, yaitu Jakarta, Bandung, Tangerang dan Yogyakarta diminta tidak lengah.*/SPI Media Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#IndonesiaTanpaJILislam liberalliberalismeSekolah Pemikiran IslamSPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Geramnya Prancis Kepada Nenek yang Pernah Ditawan Al-Qaida Ini
Tulisan selanjutnya Menghadirkan Sosok Tauladan pada Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?