Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belum Lama Dipulihkan Jabatannya, PM Sudan Abdalla Hamdouk Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2022 07:01 7:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2022 07:01
Bagikan
PM Sudan Abdallah Hamdouk bersama Menlu AS Mike Pompeo
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok telah mengumumkan pengunduran dirinya hanya beberapa pekan setelah dipulihkan jabatannya dalam kesepakatan kontroversial dengan militer.

Para pemimpin sipil dan militer membuat perjanjian pembagian kekuasaan yang tidak mudah yang bertujuan untuk menggerakkan negara menuju pemerintahan yang demokratis, setelah pemberontakan rakyat mengakibatkan pengusiran Omar al-Bashir dari kursi presiden pada 2019.

Pada Oktober 2021, tentara mengambil alih kemudi pemerintahan dari tangan Hamdouk dan menempatkannya dalam tahanan rumah. Pemimpin kudeta, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan beralasan tindakan bulan Oktober itu perlu dilakukan guna mencegah pecahnya perang saudara yang sudah di depan mata. Dia mengatakan Sudan masih berkomitmen untuk mengalihkan kekuasaan ke pemerintahan sipil, lewat pemilu yang direncanakan akan digelar pada Juli 2023.

Setelah dicopot dari jabatannya pada Oktober, di bulan selanjutnya kursi PM dikembalikan kepada Hamdouk menyusul penandatangan kesepakatan pembagian kekuasaan dengan pemimpin kudeta. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada bulan November, perdana menteri yang dipulihkan itu harus memimpin kabinet teknokrasi sampai pemilihan umum digelar. Tetapi tidak jelas seberapa besar kewenangan yang akan dimiliki pemerintah sipil yang baru itu.

Sementara itu para pengunjuk rasa mengatakan tidak mempercayai militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengunduran diri Hamdok pada hari Ahad (2/1/2021) itu menyusul gelombang protes massal di seluruh negeri, termasuk di ibukota Khartoum, di mana pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Hamdouk mengatakan sudah mengusahakan yang terbaik untuk menghentikan negara dari “terjerumus ke dalam bencana”, tetapi rupanya “meskipun segala sesuatu telah dilakukan untuk mencapai konsensus … upaya itu belum berhasil”.

“Saya memutuskan untuk mengembalikan amanah dan mengumumkan pengunduran diri saya sebagai perdana menteri, dan memberi kesempatan kepada anak bangsa yang mulia ini baik laki-laki maupun perempuan untuk… membantu negeri ini melewati apa sisa masa transisi ke negara demokrasi sipil,” kata Hamdouk dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dilansir BBC.

Sejak kudeta bulan Oktober, sedikitnya 56 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi. Setidaknya dua orang tewas oleh pasukan keamanan di kota Omdurman, menurut Sudan Central Doctors’ Committee yang pro-demokrasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdalla HamdoukkudetamiliterPerdana MenteriSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…
Tulisan selanjutnya Empat Pemain PSG Positif Covid-19 Termasuk Messi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?