Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Final Piala AFF dan Amanah Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Januari 2022 08:31 8:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Januari 2022 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | AKU bukan pecinta bola. Gak ngerti tentang bola. Bahkan sejak lahir bisa kuperkirakan berapa kali aku nonton pertandingan bola. Kira-kira 3-5 kali. Jangan tanya kenapa, karena aku justru gak punya alasan kenapa harus menontonnya.

Tapi, beberapa hari lalu, di tengah banyaknya tugas sekolah, tiba-tiba aku pengen nonton final AFF Thailand VS Indonesia leg pertama.
Pengen, sekadar untuk pengalihan isu pikiran.

Baru beberapa menit nonton, detak jantung dan perasaanku mendadak labil. Oh, sekuat inikah mental penonton bola? Mengamati detail pergerakan cepat jagoan dan lawan di lapangan, tanpa bisa menebak dengan pasti ending-nya. Durasi sport jantung lumayan lama. Syukur ada sukam Al-Haliib yang menambah imun jiwaa.

Sesekali kubuka kolom komen penonton. Ngeri. Di tengah keringat pemain yang bercucuran, wajah lelah, cedera, tatapan kekecewaan ketika wasit bertindak samting. Penonton online tanpa beban melemparkan komen pedas, kasar, meski gak sedikit yang mengemas sindiran dengan lawakan:

“Boikot thai tea”

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

“Barusan dapet info lagi, katanya leg 2 diganti adu pantun”

“Saking santainya pelatih Thailand order makanan dulu, ayo Indonesia ambil kesempatan ini”

“Kiper thailand jarang banget keliatan jangan-jangan udah pulang”

“Selama di final ketemu Thailand pasukan Gajah kalah oleh burung Garuda pasukan Gajah hanya bisa di kalahkan oleh burung Ababil”.

” It’s my dream mas”
(Penonton layangan putus nyasar nonton bola, ciee yang dua kali emosi)

Selesai nonton, aku merenungi kekecewaan massal penonton. Apa yang terjadi di lapangan itu sama seperti kehidupan yang kita jalani dalam sebuah amanah.

Bola itu ibarat mimpi umat, hanya saja kita dan tim yang diberi kepercayaan untuk menggiringnya menuju gawang. Maka kita harus siap memenuhi harapan penonton yang kadang gak peduli dengan lelahmu, lukamu, bahkan menambahnya dengan komen pedas level 10.

Gak mudah menggiring mimpi di tengah kawalan musuh yang mungkin itu adalah kemalasan, kelalaian, dan kebodohan kita sendiri.
So, jangan gengsi mengoper bola mimpi ke teman dengan peran yang tepat. Mereka ada, emang untuk membantu kita mewujudkan goal.

Berlari sendirian di tengah luasnya lapangan akan melelahkanmu. Tumbang sebelum goal terwujud. Ayoo 2022 : “Work smarter, not harder!”

Demikian. Salam dari emak-emak yang akhirnya tetap memilih nonton tutorial masak dan nemanin anak nonton Nussa Rara.*

Itha M. Salbu | Guru dan IRT di Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:sepakbolaumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prihatin Perusakan Ponpes di NTB, Menag Minta Tak Main Hakim Sendiri, Ceramah Harus Santun
Tulisan selanjutnya Habib Bahar Habib Bahar Ditetapkan Jadi Tersangka dan Langsung Ditahan, Dia Bilang Begini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?