Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ada Ujian Kesetiakawanan di Balik Kebesaran Imam Bukhari

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Januari 2022 19:21 7:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Januari 2022 20:00
Bagikan
Imam Bukhari
Bagikan

Hidayatullah.com | MUHAMMAD  bin Isma’il Al Bukhari, lahir pada tahun 194 H meninggal tahun 256 H. Kurang lebih berusia 62 tahun. Lebih dikenal dengan sebutan Imam Bukhari,  imam ahli hadits yang lahir di Kota Bukhara, Uzbekistan hari ini.

Imam Bukhari ulama terkemuka sepanjang sejarah. Kitab shahih beliai yang meriwayatkan lebih dari 7000 hadits tersebut adalah kitab paling muktamad setelah Al-Quran.

Namun sadarkah kita bahwa beliau juga manusia biasa? Menerima dan mengalami banyak cobaan. Termasuk ujian fitnah dari sesama ulama maupun penguasa di masanya.

Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, semua menyambut dengan gembira. Awalmya sangat disukai oleh rakyat jelata, ulama juga penguasa. Namun karena majlis ilmu Imam Bukhari lebih ramai dihadiri oleh para penuntut ilmu ketimbang majlis di bawah asuhan gurunya, Muhammad bin Yahya adz Dzuhli, maka terjadilah fitnah kepada Imam Bukhari. Ulama yang sangat dihormati beliau tersebut dengan teganya menuduh Imam Bukhari sesat (Siyar A’lamun Nubala: 12/437).

Entah siapa yang membisikkan, tapi itulah yang terjadi, bahwa selain memfitnah dan mentahdzir, Imam adz Dzuhli juga memboikot Imam Bukhari. Sehingga tidak ada orang yang berani mengunjungi Imam Bukhari, kecuali segelintir orang.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Di antara segelintir orang itu ada Imam Muslim dan Imam Ahmad an Naisaburi yang setia menemani Imam Bukhari. Terlebih Imam Muslim memang muridnya Imam Bukhari. Ia mengunjungi Imam Bukhari untuk belajar. Teguh berprinsip. Tidak peduli apa kata orang.  Hal ini terjadi sampai akhirnya Imam Bukhari terusir dari Naisabur. (Mukhtashor Tarikh Damaski : 24/289).

Ketika beliau pergi tidak ada seorang pun yang mengantar dan berjumpa dengan beliau kecuali hanya Imam Ahmad Bin Salamah an Naisaburiy. Beliaulah sahabat setia yang berani menunjukkan pembelaan terhadap Imam Bukhari. Di saat yang lain tak peduli, beliau setia menemani. Di saat yang lain terprovokasi, beliau tegar menyertai.

Imam Ahmad an Naisaburi sempat berkata, bahwa kejamnya fitnah padanya, tidak ada lagi yang dapat menghentikannya. Imam Bukhari hanya berujar:

وَأُفَوِّضُ أَمۡرِیۤ إِلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِیرُۢ بِٱلۡعِبَادِ

“Dan aku menyerahkan urusanku kapada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS; Ghofir : 44)

Setelah itu beliau berdo’a : “Wahai tuhanku sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa aku tidak menghendaki kedudukan di Naisabur dengan cara keji, sombong, dan aku tidak nafsu akan kepemimpinan. Akan tetapi diriku enggan untuk pulang ke kampung halaman karena dominasi orang-orang yang menyimpang. Sungguh orang ini (Dzuhli) telah mengarahkan permusuhan denganku karena hasadnya terhadap Apa yang Allah berikan kepada ku dan tidak ada motif lain.”

Kata Imam Ahmad an Naisaburi: “Aku mengabarkan semua sahabat-sahabat ku akan berita ini, dan demi Allah tidak ada seorang pun yang keluar mengantar beliau untuk perpisahan selainku. Aku bersama beliau ketika mulai berjalan keluar dari kota ini.” (dalam Tarikhul Islam imam Dzahabi : 6/140).

Itulah yang terjadi dengan Imam Bukhari. Ulama terkemuka sepanjang sejarah. Tidak lepas dari fitnah dan angkara murka. Bahkan dari orang terdekatnya sekalipun. Apalagi kita.

Kita bukan Imam Bukhari, bukan pula Imam Muslim. Kita hanyalah serpihan rengginang. Pelengkap dan penggembira di saat yang lain sudah tiada. Kita pelengkap yang tak sempurna. Namun bukan penggembira yang salah.

Hafalan hadits kita mungkin tak seberapa. Mengamalkannya pun jauh panggang dari api. Namun prinsip tegar membela yang benar. Harus menjadi muara dari semua cita-cita.

Sungguh indah akhlak Imam Bukhari. Sungguh kuat prinsip Imam Muslim. Sungguh terpuji prilaku Imam Ahmad an Naisaburi.

Kisah keteguhan prinsip mereka melambangkan kesetiakawanan dalam kebenaran.

Dasar persahabatan mereka bukan kepentingan. Tidak mencari-cari selagi butuh atau mengiming-imingi dengan segudang janji, lalu pergi bak ditelan bumi. Tidak.

Tapi, dasar persahaban mereka karena kebenaran. Karena itulah, keduanya tidak termakan oleh isu dan opini.

Biar sebesar apa pun fitnah bergelombang, biar layar robek, biar kemudi patah, pantang sikap surut ke belakang.   Begitulah memang, bagi seorang berakhlak mulia khianat adalah sikap tercela.

Apatah lagi menikam teman seiring, membunuh karakter sahabat seperjuangan. Aib baginya menusuk dari belakang.

Kata pepatah Jawa, Gusti Allah mboten sare. Becik ketitik olo ketoro (Allah tidak tidur, yang benar akan tampak benar dan yang salah akan terlihat pada akhirnya).

Rahimallāhu al Imām al Bukhārī. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau.*/Masdar Helmi, Lc, guru Ngaji di Pelosok Negeri

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imam Bukharisejarah Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Revolusi Industri dan Akhlak Manusia 
Tulisan selanjutnya Amnesty Kecam Hukuman Mati 10 Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?