Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Ukraina Timur Ingin Perdamaian dan Kebaikan di Tengah Ketegangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Februari 2022 22:24 10:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2022 22:58
Bagikan
Foto: anadolu agency
Bagikan

Hidayatullah.com—Komunitas Muslim di kota Kostiantynivka di Ukraina timur berharap “perdamaian dan kebaikan” dapat terwujud di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.  Meskipun kota industri di wilayah Donbas jatuh ke tangan separatis pro-Rusia untuk sementara waktu pada 2014, tentara Ukraina berhasil mendapatkan kembali kendali.

Vitaly Koritsky, pria Ukraina yang lahir dan besar di kota Slovyansk di bagian utara wilayah Donetsk, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia bertemu calon istrinya yang berasal dari Turki di kota yang sama. Keduanya kemudian masuk Islam di kota Donetsk dan pindah untuk tinggal di Kostiantynivka.

Koritsky, 31, mengatakan situasinya “memburuk” pada tahun 2014, ketika kelompok separatis pro-Rusia menyerbu bagian timur Ukraina. Saat itu, terang dia, tidak ada penduduk kota yang melarikan diri ke tempat lain karena “tidak ada tempat lain untuk dituju.”

Dia menegaskan bahwa komunitas Muslim di daerah itu telah menghadapi ancaman selama konflik. “Kami terbiasa dengan semua hal ini selama bertahun-tahun, kami telah melihat perang dan tembakan … Tentu saja, kami menginginkan kedamaian dan kebaikan, seperti sebelumnya, ketika tidak ada masalah bagi kami dan orang-orang dapat hidup lebih baik,” kata Koritsky.

“Insya Allah, semoga semuanya baik-baik saja dan tidak ada pertempuran,” tambah dia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Situasi politik mempengaruhi semua

Avaz Shiraliyev, seorang pengusaha berusia 62 tahun keturunan di Azerbaijan dan telah tinggal di Ukraina selama lebih 30 tahun, mengatakan komunitas Muslim di Kostiantynivka telah berkembang secara kuantitas dibandingkan satu dekade lalu, ketika beberapa orang mulai membangun masjid pertama di kota itu secara swadaya.

Shiraliyev, yang juga ketua Asosiasi Bulag Muslim di Kostiantynivka, mengatakan meskipun hampir 1.000 Muslim tinggal di sana, hanya sekitar 60 keluarga yang secara aktif mengambil bagian dalam komunitas Muslim.

Dia menggarisbawahi bahwa saat ini situasi umum di wilayahnya masih “baik-baik saja” dan dia tidak yakin ketegangan dengan Rusia akan terjadi.

“Situasi politik, sampai batas tertentu, mempengaruhi kehidupan setiap orang, termasuk ekonomi, finansial, pekerjaan, dan mata pencaharian masyarakat,” katanya dan mencatat bahwa sebelum konflik, kota-kota terdekat Donetsk dan Luhansk telah memberikan lebih banyak kesempatan kerja.

Shiraliyev menekankan bahwa komunitas Muslim memiliki “hubungan timbal balik yang sangat baik dan berdasarkan rasa hormat” dengan penduduk setempat mereka.

‘Semuanya akan berakhir dengan tenang, damai’

Abdullah Taibov, 66, warga Kostiantynivka lainnya, mengatakan “sejauh ini, tidak ada warga Ukraina atau Rusia yang menyinggungnya” dan dia hidup rukun dengan penduduk setempat.

“Kami hidup dengan hubungan bertetangga yang baik dengan semua orang. Kami hidup dengan penuh rasa hormat dan selalu membantu satu sama lain,” kata Taibov, seorang etnis Lezgin dari wilayah Dagestan, Rusia.

Dia telah tinggal di Ukraina selama hampir lima dekade.

Tentang situasi komunitas Muslim di daerah itu, Taibov mengatakan mereka telah membeli lahan untuk membangun masjid pada awal 1986-1987.

Lewat kerja sama dan bantuan beberapa orang serta organisasi, mereka berhasil membangun masjid pertama di mana banyak Muslim berkumpul untuk sholat, kegiatan keagamaan, dan hari raya.

Taibov mencatat bahwa setelah pertempuran pecah pada tahun 2014, teman-teman yang sebelumnya tinggal di kota Donetsk kembali ke daerah-daerah di bawah kendali pemerintah Ukraina setelah kondisi kehidupan memburuk di tempat-tempat yang direbut kelompok separatis pro-Rusia.

Dia berharap ketegangan perbatasan dengan Rusia dapat diselesaikan. “Saya pikir, dengan karunia Allah, tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Kami tidak ingin sesuatu terjadi … Saya pikir (konflik) tidak akan terjadi.”

“Saya pikir setiap orang normal akan selalu menginginkan perdamaian, terutama umat Islam … Kami berharap perdamaian dan kebaikan untuk semua,” tambah Taibov.

Pada tahun 2014, mereka menyaksikan tembakan dan roket terbang di atas kepala para warga. “Semoga perang ini berakhir secepat mungkin. Tidak ada yang baik tentang itu … Saya pikir semuanya akan berakhir dengan tenang dan damai,” ucap Taibov.

Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan timur Ukraina dan memicu kekhawatiran Kremlin dapat merencanakan serangan militer ke Ukraina.  Moskow telah membantah pihaknya sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya berada di perbatasan untuk latihan.

Rusia juga telah mengeluarkan daftar tuntutan keamanan, termasuk agar Ukraina tidak bergabung dengan NATO.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KostiantynivkaMuslim Ukraina Timurperdamaianrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persoalan Palestina Harus Dilihat dengan Kaca Mata Iman
Tulisan selanjutnya Penjelasan Menarik Dr Khalif Muammar tentang Aswaja dan Ekstrimisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?