Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Menerima Amanah atau Pertumpahan Darah?

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Februari 2022 22:18 10:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2022 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com |PERASAAN perih menyergap seluruh benak dan kalbu ‘Abdul Malik bin ‘Umar Ayahandanya menjadi penguasa Dinasti Umawiyyah yang ke-8. ‘Abdul Malik bin ‘Umar tahu, Ayahandanya dipilih berdasarkan prestasi dan kepribadiannya selama menjadi Gubernur Madinah dan Makkah.

Selama menjabat sebagai gubernur di dua Tanah Suci itu, kedua wilayah tersebut menjadi kawasan yang stabil dan aman. Juga, didasarkan harapan kiranya selama menjadi orang nomor sang Ayahandanya juga dapat mengendalikan pemerintahannya dengan sikap yang adil, bersih, dan bijak,

Meski demikian, ‘Abdul Malik bin Umar tetap menyesal atas kesediaan sang Ayahanda menerima amanah itu. Bukan karena menyesali perubahan gaya hidup sang Ayahanda yang sebelumnya sarat dengan gemerlap duniawi dan kini berubah menjadi bagaikan seorang zuhud. Tidak. Bukan itu.

Dia menyesali tindakan tergesa sang Ayahanda yang menerima amanah itu tanpa permusyarawatan kaum Muslim lebih dahulu. Menurutnya, tindakan sang Ayahanda tidak dapat dibenarkan.

Selepas merenung, merenung, dan merenung, ‘Abdul Malik bin ‘Umar akhirnya memutuskan akan menyampaikan seluruh gelegak pikiran dan hatinya. Karena itu, suatu hari, ketika melihat sang Ayahanda sedang tidak terlalu disibukkan dengan tugas kenegaraan yang tersangga di pundaknya, dia pun bergegas menemuinya.

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

Selepas berbagi Malik pun berucap, ” berpulang ke hadirat perihal amanah yang sapa sejenak dengan sang ayahanda, ‘Abdul Amir Al-Mukminin! Manakala engkau kelak Allah Swt., bukankah engkau akan ditanya engkau terima?”

“Benar, Putraku.”

“Nah, apakah jawaban Ayahanda kelak manakala engkau ditanya, “‘Umar, mengapa selama engkau menjadi penguasa masih ada satu bid’ah yang tetap engkau pertahankan, dan masih ada pula satu Sunah yang belum engkau kemarakkan?”

Mendengar pertanyaan tidak terduga dari sang putra, penguasa yang pernah diangkat Al-Walid bin Abdul Malile sebagai Gubernur Madinah, menggantikan Hisyam bin Isma’il itu sejenak tercenung iu tomonuna Roharama at kemudian dia dari balik bertanya kepada sang putra, “Putraku! Apakah engkau bertanya demikian karena kecintaanmu kepadaku, ataukah karena benar-benar merupakan kecemasan pikiran yang muncul dalam benakmu?”

“Semua itu semata karena pikiran yang muncul dalam benak saya sendiri, wahai Amir Al-Mukminin,” jawab sang putra pelan. “Sebagai seorang putra yang senantiasa menyertaimu, saya tahu Ayahanda adalah seorang penguasa yang bertanggung jawab. Lantas, bagaimana tanggapan Ayahanda perihal pertanyaan saya?”

Mendengar pertanyaan demikian, dia pun menjawab, “Putraku! Kiranya Allah Swt. kelak melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Juga, balasan kebaikan seorang putra kepada ayahandanya.”

Usai berucap demikian, ‘Umar bin Abdul Malik lantas berhenti berucap. Kemudian, selepas merenung beberapa saat, ucapnya selanjutnya, “Demi Allah, sungguh Ayahandamu ini berharap, kiranya kelak engkau menjadi orang yang senantiasa membela kebaikan. Putraku, sejatinya kaummu telah mengikat erat masalah kepemimpinan ini. Andai Ayahandamu ini berkeinginan untuk memberi peluang besar pencabutan sumpah setia (bai’ah) yang ada di tangan mereka, tentu Ayahandamu ini ikut terlibat dalam kerusuhan dan kekacauan yang dapat berakibat terjadinya pertumpahan darah. Demi Allah, wahai Putraku, kehilangan dunia bagiku lebih ringan daripada terjadinya pertumpahan darah karena tindakanku.?”

Betapa lega hati ‘Abdul Malik bin ‘Umar mendengar penjelasan sang Ayahanda yang demikian. Semenjak itu, dia dapat menerima sikap ayahandanya yang bersedia menerima amanah sebagai penguasa.*/Islamic Golden Storiesn Para Pemimpin yang Menjaga Amanah, A Rofi’ Usmani, Bunyan (2016)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amanahbai'ahkekuasaanpertumpahan darahUmar Bin Abdul Aziz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bmh mangrove Zakat untuk Pertumbuhan Ekonomi
Tulisan selanjutnya Kabar Duka dari MUI, Ketua Komisi Fatwa Prof Hasanuddin AF Wafat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?