Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Meneladani Keteguhan Dakwah Nabi Nuh Alaihissalam

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Februari 2022 10:29 10:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Februari 2022 10:29
Bagikan
dakwah nabi nuh
[Ilustrasi] Ustadz Muhaimin, salah seorang dai Posdai, sedang menyeberangi sungai dalam perjalanan dakwah untuk membina warga mualaf Suku Wana di pedalaman kawasan Pegunungan Tokala, Dusun Fatu Marando, Desa Salubiro, Kecamatan Baturube, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tahun 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com | ISLAM bisa sampai kepada kita karena ada yang berdakwah. Tanpa usaha, perjuangan dan pengorbanan untuk mendakwahkan Islam di Tanah Air, bisa jadi kita masih belum mengenal Allah dan menyembahnya.

 

Inilah urgensinya dalam berdakwah, yaitu melanjutkan risalah dakwah yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ. Meski begitu, kita perlu memetik ibrah dari kisahnya para nabi beserta kaumnya.

Nu

Karena, pada kisah-kisah tersebut terdapat pengajaran bagi yang sangat berharga. Perumpamaan dakwah para nabi ibarat sebuah bangunan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ

 

“Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sinan telah bercerita kepada kami Salim bin Hayyan telah bercerita kepada kami Sa’id bin Miyna’ dari Jabir bin ‘Abdullah Ra berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ‘Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”. (HR: Bukhari).

 

Di antara kisah dakwah yang perlu diteladani adalah keteguhan dakwah Nabi Nuh AS, berdakwah malam dan siang dalam masa yang panjang. Disebutkan selama 950 tahun, Nabi Nuh menyeru kaumnya untuk menyembah Allah dan mentaatinya, namun kaumnya malah lari.

 

Kisah tersebut digambarkan dalam Al-Quran surah Nuh ayat 5-7. Aneka cara dilakukan, dakwah secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi, hingga mengkombinasikan keduanya agar kaumnya menyembah Allah namun tetap hanya sedikit yang beriman.

 

Dalam Tafsir Qurthubi disebutkan, Nabi Nuh AS sampai mendatangi rumah kaumnya satu persatu. Namun para pimpinan mereka melakukan provokasi agar tidak menghiraukan Nabi Nuh AS dan orang yang beriman bersamanya.

 

Mereka melakukan tipu daya dan segala sesuatu yang sangat buruk untuk menghalangi dakwah Nabi Nuh AS.  Tidak hanya sampai itu, justru mereka malah membuat dakwah tandingan agar menolak dakwah Nabi Nuh AS dan tetap menyembah berhala.

 

Ini mengisyaratkan bahwa dakwah yang hak dan dakwah yang bathil akan terus ada di tengah masyarakat.

 

Keteguhan Nabi Nuh AS bukan hanya karena beliau Rasul yang diutus Allah. Tetapi memang Nabi Nuh sayang kepada kaumnya, tidak ingin mereka terkena siksa.

 

Kata ‘Ya Qaumi’ yang berarti wahai kaumku, mengisyaratkan bahwa Nabi Nuh AS merasa bagian dari kaumnya. Karena itu, dalam dakwah mesti ada rasa simpati, empati dan rasa memiliki.

 

Kemudian, wahai kaumku sebagaimana ungkapan wahai anakku dan wahai keluargaku, mengindikasikan bentuk sapaan untuk mendekatkan hati, adanya kasih sayang dan cinta. Ini pelajaran bagi siapa pun yang berdakwah mesti didasari kasih sayang dan penuh kecintaan.

 

Dalam berdakwah jangan ungkapkan sesuatu yang bisa menjauhkan seorang dai dengan orang yang didakwahi. Apalagi ungkapan yang menyiratkan kebencian dan permusuhan.

 

Nabi Nuh AS mengajak kaumnya menyembah Allah dan mengakui keesaan-Nya, bertaqwa kepada-Nya dan mentaati Nabi Nuh AS. Inilah inti ajaran Islam yang diajarkan para rasul, dakwah tauhid dan menjadikan seluruh aktivitas karena Allah SWT.

 

Berdakwah, salah satunya untuk mengingatkan manusia agar terhindar dari siksa yang dapat diperolehnya baik di dunia maupun di akhirat. Dengan dakwah manusia tidak terjebak dalam kubangan materialistik, hedonistik dan sekularistik.

 

Ketulusan inilah yang membuat Nabi Nuh AS teguh berdakwah beratus tahun lamanya. Ketulusan dan keteguhan hati ini menjadi pelajaran bagi para dai setelahnya.

 

Jangan berdakwah dengan mengharapkan pujian, komentar baik, tepuk tangan atau apresiasi secara material, karena balasan kebaikan yang hakiki dari Allah SWT.  Tugas nabi hanya menyampaikan, berhasil atau tidaknya itu tidak menjadi kewenangan dirinya.

 

Dalam berdakwah meski sudah mengerahkan seluruh potensi, namun hati tetap dalam genggaman Allah SWT. Lakukan yang terbaik, berikan usaha terbaik, baik secara metodologi, strategi, planning, konten, media, dan pengembangan platform lainnya yang digunakan untuk berdakwah.

 

Berdakwah yang terpenting adalah tetap menjalin hubungan baik dengan Allah SWT, meski bagaimanapun hasilnya. Sebab tugas dakwah itu mengajak dan menyeru dengan hikmah, mauidzah hasanah dan perdebatan yang lebih baik, bukan memberikan hidayah.

 

Nabi Nuh AS telah meneladankan agar tidak berputus asa. Teruslah berusaha siang dan malam. Jangan juga cepat puas, tetap usahakan yang terbaik meskipun mereka yang diajak itu menolak. Lakukan evaluasi dan perbaikan secara terus menerus meskipun tidak banyak yang menyambut seruan dakwah.

 

Keteguhan dan konsistensi yang lahir dari ketulusan, tanggung jawab dan kasih sayang kepada umat. Dengan begitu, dakwah penting tetap diteruskan meski miskin pujian dan tepuk tangan.

 

Dakwah tetap berjalan meski tidak banyak apresiasi yang didapatkan. Dakwah tetap berlanjut meski sedikit yang menyambutnya. Hanya ridha Allah yang diharapkan.

 

Tugas dan kewajiban mulia mesti ditunaikan meski mendapat penolakan. Karena kebaikan sejatinya akan kembali kepada siapa pun yang tulus melakukan kebajikan.

 

Tujuan Nabi Nuh AS diutus kepada kaumnya untuk menyampaikan agama-Nya. Nabi Nuh AS menyeru tiga hal yang seharusnya diikuti oleh kaumnya; menyembah Allah, bertakwa kepada-Nya dan menjauhi hal yang dilarang-Nya.

 

Allah memerintahkan Nabi Nuh AS agar berdakwah kepada kaumnya supaya beriman kepada-Nya dan menghentikan penyembahan berhala. Jika tidak mengindahkan, mereka akan ditimpa adzab yang dahsyat sebagai akibat keingkaran mereka.

 

Nabi Nuh AS berdakwah melaksanakan tugas kerasulannya. Ia mengatakan bahwa ia adalah benar-benar seorang rasul untuk mengajak kaumnya agar beriman dan meninggalkan penyembahan berhala.

 

Nabi Nuh AS menyampaikan risalah Islam siang dan malam, akan tetapi umatnya tidak menghiraukan. Selama 950 tahun hanya sekitar 80 orang yang mengikuti seruan dakwahnya. Meski demikian Nabi Nuh AS tetap istikamah mendakwahi kaumnnya.

 

Semoga Allah memberikan keteguhan, keistikamahan dan kesabaran kepada para dai dalam mengemban amanah dakwah. Amin.* /H. Imam Nur Suharno, Pengurus Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahHikmah Nabi Nuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khutbah Jumat: Mewaspadai Tiga Sebab Kehancuran Umat
Tulisan selanjutnya Krisis Rusia-Ukraina: 137 tewas, 160 Terluka dalam Serangan di Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?