Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Covid-19: Apa itu Deltacron?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2022 22:27 10:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2022 22:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seperti yang terdengar dari namanya, Deltacron adalah varian Covid yang mengandung unsur Delta dan Omicron – dengan kata lain mengandung gen dari kedua varian tersebut, sehingga dikenal sebagai virus rekombinan.

“Rekombinan ini muncul ketika lebih dari satu varian menginfeksi dan bereplikasi pada orang yang sama, dalam sel yang sama,” kata Prof Lawrence Young, seorang ahli virus di University of Warwick. “Deltacron adalah produk dari varian Delta dan Omicron yang beredar di populasi yang sama.”

Dilansir The Guardian Jumat (11/3/2022), pekan ini Gisaid, komunitas ilmuwan global yang berbagi informasi virus, menunjukkan bukti kuat pertama tentang varian ini yang dibagikan oleh Institut Pasteur di Prancis.

Gisaid mengatakan varian tersebut telah diidentifikasi ada di beberapa wilayah Prancis dan tampaknya telah beredar di sana sejak awal tahun ini. “Genom dengan profil serupa juga telah diidentifikasi di Denmark dan Belanda,” kata Gisaid.

Ada juga laporan tentang Deltacron yang terdeteksi di Amerika Serikat, dan sekitar 30 kasus telah terdeteksi di Inggris, menurut UK Health Security Agency (UKHSA). 

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Dr Etienne Simon-Loriere dari Institut Pasteur memperingatkan bahwa kemungkinan ada sejumlah virus rekombinan berbeda yang terbentuk dari Delta dan Omicron.

“Yang kita lihat di Prancis dan di Denmark/Belanda terlihat sangat mirip dan mungkin rekombinan yang sama (dengan virus induk yang sama) yang telah berpindah tempat,” katanya. Namun, dia menambahkan, kemungkinan rekombinan Delta-Omicron yang dilaporkan di beberapa negara termasuk Inggris dan AS tampaknya menggabungkan bagian-bagian yang berbeda dari virus induknya, dan karena  itu berbeda dengan Deltacron yang terdeteksi di Prancis.

“Kitai mungkin perlu mencari nama lain untuk menunjukkan rekombinan ini, atau mulai menambahkan nomor,” katanya.

Para ahli menekankan bahwa varian rekombinan tidak jarang terjadi, dan bahwa Deltacron bukan yang pertama dan tidak akan menjadi rekombinan yang terakhir untuk Covid.

“Ini terjadi setiap kali kita berada dalam masa peralihan dari satu varian dominan ke varian lain, dan biasanya merupakan keingintahuan ilmiah tetapi tidak lebih dari itu,” kata Dr Jeffrey Barrett, yang pernah memimpin inisiatif genomik Covid-19 di Wellcome Trust Sanger Institute.

Hanya ada sejumlah kecil kasus Deltacron yang teridentifikasi sejauh ini, sehingga belum ada cukup data tentang tingkat keparahan varian itu atau seberapa baik vaksin yang ada bisa menangkalnya.

Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di World Health Organization, lewat Twitter mengatakan pada hari Selasa, “Kami mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan berbagai varian #SarsCoV2 yang beredar. Perlu menunggu eksperimen guna mengetahui sifat-sifat dari virus ini. Pentingnya pengurutan, analitik, dan berbagi data secara cepat saat kita menghadapi pandemi ini.”

Young sepakat. “… Sementara virus terus bersirkulasi, terutama pada populasi yang belum divaksinasi dan pada orang yang kekebalan yang didapatnya dari vaksin telah menurun, kita sangat mungkin akan melihat lebih banyak varian termasuk yang dihasilkan melalui rekombinasi.”

Namun bukan berarti varian tersebut menjadi alasan untuk panik, menurut UKHSA, varian itu tidak menunjukkan tingkat pertumbuhan yang memprihatinkan. Di Inggris jumlah kasus infeksinya sangat kecil, dan sangat jarang di seluruh dunia dibanding Omicron yang telah menjangkiti jutaan orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19DeltaDelta RonOmicronvarian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Eksekusi 7 Terpidana Mati
Tulisan selanjutnya wartawan amerika Dua Jurnalis Amerika Ditembak Rusia, Satu Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?