Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Lisan: Sumber Keselamatan dan Kecelakaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2022 12:38 12:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2022 12:38
Bagikan
Menjaga lisan-dari banyak bicara
Bagikan

سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

Keselamatan manusia itu dalam menjaga lisānnya (perkataannya)

Hidayatullah.com | SETIAP insan selalu mendambakan keselamatan, disempurnakannya ad-diin juga disematkan nama Islam yang mempunyai ashlu al-maddah sin-lam-mim; silm dan mempunyai beberapa derivasi menjadi kata “as-salam”, ”islam” yang berarti keselamatan dan menyelamatkan.

Untuk mendatangkan keselamatan mempunyai banyak cara, salah satunya dengan menjaga lisān. Al-Qur’an sebagai pentunjuk, telah menunjukkan lafadz lisān disebut kurang lebih sebanyak 25 kali dengan beragam bentuk jama’ ataupun mufradnya.

Adapun berbagai makna sesuai dengan konteksnya. Dalam Qu’ran Dictionary definisi dari lisān menunjukkan beragam definisi namun masih dalam satu makna seperti lisān yang berarti lidah, bahasa, perkataan, dan kemampuan berbicara. Dari sini, menunjukkan satu makna merujuk kepada “perkataan” serta segala hal yang berkaitan dengannya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam tatanan din al-islam, lisān mempunyai peran penting dan sakral. Kenapa demikian?

Karena Islam terkandung di dalamnya konsep Iman, sedangkan mekanisme dalam makna Iman adalah tashdiq al-qalb, iqrar bil lisān, wa ‘amal bil arkan, kurang lebih terjemahannya seperti ini “percaya dengan jujur di dalam hati, mengucapkan (penegasan) dengan lisān dan dibuktikan dengan perbuatan”.

Jadi, lisān mempunyai peran penting dalam kehidupan seorang muslim, lisān menjadi salah satu alat untuk pembuktian keimanan seorang dengan taqrir “amantu bil Allah” yang berarti “saya beriman kepada Allah”.

Menilik ke dalam ranah hablum minallah, lisān mempunyai andil penentuan dirinya berislam atau tidak. Seorang non-muslim masuk Islam bersyahadat menggunakan lisān-nya dengan mengatakan “Asyhadu An Laa Ilaha Illa Allah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”.

Sebaliknya orang yang murtad pun mendeklarasikan kekafirannya dengan lisān juga. Singkatnya lisān dapat menentukan status “muslim” atau “kafir” dan penentuan dirinya tertaut dengan Allah atau terputus.

Menguatkan penjelasan di atas, Rasulullah memberikan peringatan (nadzr) kepada umatnya mengenai kesakralan lisān, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.”(H.R Bukhari & Muslim).

Menginsyafi hadits ini, tersirat makna bahwa menjaga lisān adalah bukti keimanan terhadap Allah dan hari akhir dan sekaligus mencerminkan identitas  (mu’min). Kalaupun belum mampu untuk menjaganya maka solusi dari Rasulullah adalah diam.

Dalam konteks hablu minannas, lisān dapat mencerminkan kedurhakaan dan kemuliaan. Allah berfirman dalam surat al-Isra ayat 23-24:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS: Al-Isra ayat 23-24).

Mensitir kalimat “janganlah kamu mengatakan kepada keduanya “ah” (uff), dan janganlah membentak mereka ucapkanlah perkataan yang baik”, ini adalah penegasan kembali betapa sakralnya lisān. Dengan menjaga lisān kepada orang tua kita bisa mulia dan jika tidak bisa menjaga lisān kita bisa durhaka.

Lisān pun bisa membuat sakit hati meskipun ia berada diluar organ dalam tubuh, namun kenyataannya lisān bisa menembus hati organ yang sangat dalam. Lebih dalam lagi, lisān ibarat “corong teko”, jika teko diisi air susu maka ketika dituang akan keluar air susu, dan jika teko diisi air keruh maka keluarnya pun air keruh.

Merefleksikan urgensi menjaga lisān dalam konteks kekinian, mari bersama merenung bagaimana penarikan sumpah para elit pejabat yang mewakili suara rakyat. Dengan diawali bersumpah atas nama Allah serta ucapan “akan memenuhi amanat yang diberikan rakyat”atau , maka sebagai bentuk penjagaan atas lisānnya harus diwujudkan dengan pertanggung jawaban. Sekali lagi, menjaga lisān itu berat!

Dalam ranah epistemologis, lisān bersumber bagaimana hati dan pikirannya atau lisān adalah gambaran isi akal, pola pikir, cara pandang serta basic life nya. Apabila hati dan pikirannya diisi dengan kebaikan, maka outputnya pun akan cenderung baik.

Namun lisān juga harus dibarengi dengan kejujuran dan keikhlasan hati serta dibuktikan dengan perbuatan. Jangan sampai lain kata lain hati serta lain perbuatan. Maka jagalah lisān, karena ia bukti keimanan,  cermin dari cara pandang yang bersumber pada hati dan pikiran, ia dapat menempatkan dalam kemuliaan atau kedurhakaan. Pesan terakhir, jagalah lisān karena ia membawa kepada keselamatan insan. Wallahu ‘alam bi sawab.*/Alvin Qodri Lazuardy, Founder Majelis Budaya Ilmu Tegal

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kecelakaankeselamatanlisanperkataan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya varian baru covid-19 omicron Omicron BA.2 Merajalela, Kasus Infeksi di Australia Naik
Tulisan selanjutnya Pengadilan Honduras: Eks Presiden Hernandez Bisa Diekstradisi ke AS Hadapi Kasus Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?