Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Boris Becker, Dulu Jawara Tenis Sekarang Dituding Mengakali Hukum Kepailitan Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Maret 2022 17:25 5:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Maret 2022 17:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Boris Becker dengan tidak jujur ​​”memainkan” sistem kepailitan, menyembunyikan uang tunai, properti dan piala dari pihak berwenang, demikian dipaparkan jaksa penuntut pada pembukaan persidangan bekas jawara tenis dunia asal Jerman itu di Inggris.

Pemegang sejumlah gelar grand Slam itu dijerat 24 dakwaan berkaitan dengan penyembunyian aset, sembilan di antaranya terkait dengan piala dan medali yang diraih selama karier tenisnya, termasuk dari kejuaraan tunggal putra Wimbledon pertamanya yang melejitkan namanya ke kancah dunia di usia 17 tahun. Becker menyangkal semua tuduhan, lansir The Guardian. 

Memulai paparan dakwaan di pengadilan Southwark di pusat kota London hari Senin (21/3/2022), jaksa penuntut Rebecca Chalkley mengatakan kepada anggota juri bahwa sementara kasus tersebut mungkin terkesan mengenaskan di hati mereka, tetapi inti sesungguhnya adalah soal ketidakjujuran yang biasa dan sering dilakukan ornag sehari-hari.

Jaksa wanita itu mengatakan bahwa bekas juara dunia tenis itu telah mempermainkan aturan kepailitan yang sebenarnya melindungi orang-orang yang pailit dari krediturnya dengan imbal balik berupa pengungkapan sepenuhnya aset-aset mereka.

Sepanjang sejarah penerapan undang-undang kepailitan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, kata Chalkley, orang pailit yang mempermainkan sistem bertindak dengan dengan maksud buruk dan harus dihukum, dan itulah yang dilakukan Becker dalam kasus ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Masalahnya dalam hal ini, Becker bertindak tidak jujur berkaitan dengan sejumlah aset yang dimilikinya, imbuh jaksa itu.

Becker, 54, dituduh menyembunyikan aset di Jerman dan Inggris, saham dan uang lebih dari €2,07 juta, termasuk €1,14 juta dari penjualan sebuah dealer mobil.

Becker juga dituduh menyembunyikan trofi 1985 All England Club, yang mendaulatnya, menyembunyikan Piala Presiden dari 1985 dan 1989, koin emas Piala Davis 1988 dan trofi Piala Davis 1989, piala Wimbledon 1989, piala Australia Terbuka 1991 dan 1996 dan medali emas Olimpiade 1992.

Dalam persidangan itu diungkap bahwa Becker dinyatakan bangkrut pada Juni 2017 atas permohonan Bank Arbuthnot Latham setelah ia gagal membayar kembali pinjaman €3,5 juta yang diberikan kepadanya untuk membeli sebuah properti di Mallorca, Spanyol.

Dakwaan-dakwasn itu berkaitan dengan periode antara Mei dan Oktober 2017. 

Chalkely mengatakan tuduhan itu terkait dengan tindakan Becker sebelum pailit, pada masa di mana dia sebenarnya tahu akan kemungkinan dirinya bangkrut, sementara kala itu dia memiliki tim pengacara dan penasihat yang membantunya, termasuk dalam menghadapi gugatan pailit dan setelahnya.

Becker telah tinggal di Inggris sejak 2012 dan menjadi komentator tetap untuk BBC dalam turnamen Wimbledon. 

Mengenakan setelan jas berwarna biru laut dan kemeja putih, dia ditemani di kursi terdakwa oleh seorang penerjemah. Hakim Deborah Taylor mengatakan kepada juri bahwa Becker dapat berbicara dalam bahasa Inggris tetapi dia kemungkinan membutuhkan bantuan soal “kosakata teknis seperti istilah-istilah hukum.”

Hakim juga berpesan kepada juri, “Anda harus mengabaikan status terdakwa sebagai selebriti dan memperlakukannya sama seperti Anda memperlakukan seseorang yang Anda tidak pernah dengar dan tidak dikenal publik.”

Sidang diperkirakan akan berlangsung selama tiga pekan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bangkrutBoris BeckeringgrisJermanpailittenis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kadensus 88: Penangkapan Terkait Terorisme 2021 Meningkat, Kejadian Teror Menurun
Tulisan selanjutnya Banyak Bergantung Pada Rusia dan Ukraina, Petani Eropa Menjerit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?