Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyak Bergantung Pada Rusia dan Ukraina, Petani Eropa Menjerit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Maret 2022 19:43 7:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Maret 2022 19:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Biaya pupuk, pakan ternak, dan bahan bakar melonjak akibat invasi Rusia. Petani di seluruh Eropa merasakan beban kenaikan harga yang mengancam ketahanan pangan.

Sekitar 30 persen gandum dunia – tanaman yang populer untuk pakan hewan dan juga makanan pokok manusia – berasal dari Ukraina dan Rusia. Kehancuran di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia juga menyebabkan harga-harga naik dan kekurangan pasokan pupuk yang digunakan untuk meningkatkan hasil panen.

Invasi Rusia ke Ukraina juga mengganggu pengiriman barang dan komoditas melalui Laut Hitam yang ikut mendorong harga ke rekor tertinggi.

Sementara biaya untuk menghangatkan rumah kaca dan membuat pupuk menjadi lebih mahal karena biaya bahan bakar meningkat.

“Kemungkinan harga gas akan tetap menjadi pendorong utama biaya pupuk,” jelas Minette Batters, presiden National Farmers’ Union (NFU) di Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bahkan sebelum perang di Ukraina, harga pupuk meningkat pesat karena meningkatnya biaya gas, dengan pupuk nitrogen harganya hampir lima kali lipat dari harga tahun lalu.”

Sementara biaya-biaya di sisi petani meningkat, harga produk mereka tidak, sehingga semakin memberikan tekanan pada petani. Para ahli telah memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan krisis pangan.

Kenaikan harga bahan bakar, khususnya, telah menyebabkan meningkatnya kerusuhan di seluruh Eropa. Petani memimpin aksi protes menyerukan konsesi untuk membantu mereka menangani biaya energi yang tinggi dan harga pupuk.

Di Prancis, jalan menuju kilang diblokir dengan traktor dan lalu lintas terganggu di seluruh negeri. Traktor diikuti oleh rombongan pengunjuk rasa yang membawa sayuran dan bendera hitam memblokir lalu lintas di Athena, Yunani, pada Jumat pekan lalu.

Pemerintah Yunani mengumumkan anggaran€1,1 miliar dalam bentuk dukungan keuangan untuk rumah tangga dan bisnis pekan lalu, tetapi asosiasi pertanian mengatakan mereka sebagian besar tidak termasuk dalam paket bantuan tersebut, lansir Euronews Senin (21/3/2022).

Diperkirakan 150.000 petani juga turun ke jalan di Madrid pada hari Ahad untuk memprotes kelambanan pemerintah Spanyol. Dipimpin barisan traktor mereka mengusung spanduk bertuliskan “Biaya terus naik” dan “Kami para petani berada di jalan menuju kehancuran.”

Aksi itu diorganisir Rural Alliance yang konon mewakili sekitar 20 juta orang di Spanyol.

Di Prancis, Perdana Menteri Jean Castex menjanjikan €400 juta dalam bentuk tunjangan dan pemotongan pajak untuk membantu “meningkatkan arus kas pertanian” yang terkena dampak kenaikan biaya pakan ternak.

Menteri Pertanian Julien Denormandie menambahkan bahwa, sementara pasokan pupuk cukup untuk musim semi, pemerintah menyadari bahwa rencana pengadaan perlu dikembangkan untuk musim gugur. Petani Prancis juga akan diberikan tunjangan negara untuk biaya bahan bakar.

Pemerintah Spanyol juga mengatakan berencana untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah harga  energi tinggi dan harga bahan bakar akhir bulan ini.

Di Inggris, National Farmers’ Union (NFU) menyeru agar diambil tindakan segera untuk menjaga rak-rak supermarket tetap penuh.

NFU mengatakan pihaknya mengakui bahwa sanksi global terhadap Rusia sangat penting dalam mengakhiri perang. Namun, tarif impor tambahan untuk pupuk Rusia, minyak sayur dan sereal akan memiliki konsekuensi keuangan bagi petani. Serikat itu menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak segera untuk melindungi ketahanan pangan dan pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:energiEropaketahanan panganpetanipupukrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Boris Becker, Dulu Jawara Tenis Sekarang Dituding Mengakali Hukum Kepailitan Inggris
Tulisan selanjutnya Petugas Temukan Barang Penumpang Pesawat MU5735 Dalam Keadaan Gosong

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?