Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Houthi Menolak Gencatan Senjata Meski Sebentar Lagi Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2022 01:48 1:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2022 18:30
Bagikan
Koalisi-Negara-Arab-pimpinan-Saudi-di-Yaman
Bagikan

Hidayatullah.com—Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Houthi (Hutsi) yang menguasai ibu kota Yaman memulai gencatan senjata sepihak pada hari Rabu dalam perang selama bertahun-tahun. Namun pemberontak yang didukung Iran ini mengatakan mereka telah menolak proposal tersebut, kutip AP.

Jeda pertempuran yang diusulkan Saudi dimulai pada pukul 6 pagi menjelang bulan suci Ramadhan. Beberapa upaya serupa telah gagal, dan tidak ada konfirmasi independen segera tentang apakah perang berhenti antara pasukan pimpinan Saudi dan pemberontak Houthi Yaman.

Pengumuman gencatan senjata Selasa malam telah menimbulkan keraguan langsung karena pemberontak yang berafiliasi Syiah ini melewatkan pertemuan puncak yang sedang berlangsung mengenai perang di Arab Saudi, yang disebut oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang berbasis di Saudi. Penolakan diakuai karena diselenggarakan di wilayah musuh mereka.

Dalam beberapa jam, pejabat Houthi, Mohammed al-Bukaiti, menolak tawaran terkait penutupan bandara Sana’a yang terus berlanjut dan pembatasan pelabuhan negara oleh koalisi pimpinan Saudi.

“Jika blokade tidak dicabut, deklarasi agresi koalisi untuk menghentikan operasi militernya tidak akan ada artinya karena penderitaan warga Yaman akibat blokade lebih parah daripada perang itu sendiri,” tulisnya di Twitter, Rabu pagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lainnya telah mendorong pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai gencatan senjata selama Ramadhan, hal yang jarang terjadi di masa lalu. Ramadhan kemungkinan akan dimulai akhir pekan ini, tergantung pada penampakan bulan hasil rukyatul hilal.

GCC, yang anggotanya terdiri; Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), memulai pembicaraan Selasa di Riyadh. Pada hari Rabu, televisi pemerintah Saudi menayangkan sebagian diskusi terbuka secara live.

Sekretaris Jenderal GCC Nayef al-Hajraf menyambut delegasi Yaman ke Riyadh, memuji pembicaraan dalam pidatonya sebagai “terobosan untuk memindahkan Sanaa dari perang ke perdamaian.”  “Jalan menuju keamanan dan perdamaian di Yaman bukan tidak mungkin, bahkan jika tantangannya besar,” kata al-Hajraf di aula yang dihadiri para pejabat dan diplomat.

“Keberhasilan konsultasi Yaman bukanlah pilihan, tapi kewajiban,” kata al-Hajraf.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyebut tawaran gencatan senjata koalisi pimpinan Saudi sebagai “langkah ke arah yang benar” dan berharap para delegasi berhasil dalam pembicaraan mereka.  KTT ini diperkirakan akan berlanjut hingga 7 April.

Perang Yaman dimulai pada September 2014, ketika pemberontak Syiah menguasai ibu kota, Sana’a, dari benteng barat laut mereka di negara termiskin di dunia Arab. Houthi kemudian mendorong Presiden Yaman yang terpilih tahun 2012, Abed Rabbo Mansour Hadi ke pengasingan.

Koalisi yang dipimpin Saudi, termasuk UEA, memutuskan perang pada Maret 2015 untuk mencoba dan mengembalikan pemerintahan Hadi yang sah ke tampuk kekuasaan. Namun perang berdarah ini berlangsung hingga bertahun-tahun, mendorong Yaman ke ambang kelaparan.

Lebih dari 150.000 orang telah tewas dalam peperangan tersebut, menurut Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata. Korban termasuk pejuang dan warga sipil; angka terbaru untuk korban tewas warga sipil dalam konflik Yaman mencapai 14.500.

Serangan udara Saudi telah menewaskan ratusan warga sipil. Semengtara pemberontak Syiah Houthi telah menggunakan tentara anak-anak dan tanpa pandang bulu meletakkan ranjau darat di seluruh negeri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataHouthiHutsiKoalisi Saudiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya menunaikan-zakat-menghapus-sifat-kikir Menunaikan Zakat, Menjauhkan Diri dari Sifat Kikir
Tulisan selanjutnya rahasia-kurma-ajwa-madinah-khasiat-kurma-ajwa-madinah Khasiat Kurma Ajwa: Bermanfaat untuk Mencegah Kanker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?