Abdullah bin Handhalah nyaris pingsan saat mendengar bacaan Al-Quran yang mengutip tikar tidur dari api neraka
Hidayatullah.com | SELAIN memiliki nilai ibadah, umumnya membaca Al-Quran membawa ketenangan. Namun berbeda dengan masyarakat umum, para ulama menadaburkan Al-Quran dengan berbagai cara.
Ibnu Abi Dzi’b berkata, “Seseorang pernah menyaksikan Umar bin Abdul Aziz yang saat itu sebagai gubernur Madinah membaca Al-Quran. Ketika ia membaca ayat: “Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan (QS: Al-Furqan: 13), Umar bin Abdul Azi menangis tersedu-sedu dengan sangat lama. Setelah itu segera bangkit dari tempat dudukya dan langsung masuk ke rumah.” (dalam at-Takhwif Minan Nar, karya lbnu Rajab hal, 23).
Abdullah bin Handhalah nyaris pingsan ketika mendengar bacaan Al-Quran
Adalah Ibnu Abid Dunya pernah menceritakan bahwa Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam suatu hari menjenguk Abdullah bin Handhalah yang sedang terbaring karena sakit. Lalu terdengar ada seorang laki-laki yang membaca ayat Al-Quran, yang menyinggung ayat “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan ke- pada orang-orang yang zalim.” (Surat Al-A’raf: 41), Abdullah bin Handhalah lalu meangis tersedu-sedu sehingga saat itu aku mengira bahwa ia akan pingsan.”
Abdullah bin Handhalah berkata, “Mereka berada di dalam neraka. Tidak lama setelah itu, la bangun dari tempat tidurnya. Salah seorang di antara kami lalu berkata, “Wahai Abdullah, duduklah.” Abdullah bin Handhalah menjawab: “Ayat tentang neraka Jahanam tadi telah membuatku tidak mau duduk. Aku tidak tahu, boleh jadi aku termasuk salah satu lari mereka.” (dalam at-Takhwif Minan Nar, karya lbnu Rajab hal).*/99 Kisah Penyegar Ima (Zaman)




