Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Bertemu ‘Prabowo’ di Nasi Duro, Jumpa ‘Jokowi’ di Kepala Ikan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Juni 2014 15:04 3:04 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Juni 2014 15:04
Bagikan
Gerbang Kota Batu, Malang Raya, Jatim
Bagikan

MAJAPAHIT meraung-raung di sepanjang rel besi tak berujung pandang. Kereta Api tenaga diesel ini diseret lokomotif meninggalkan kawasan barat pulau Jawa.

Di dalamnya, beratus-ratus penumpang mulai hanyut dalam dunia masing-masing. Seiring raga mereka yang menjauhi hiruk-pikuk politik ibukota negara jelang pemilihan presiden.

Ini perjalanan kesekian kalinya ke Jawa Timur. Kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Selasa pertama di bulan Juni, tepat pukul 17.20 WIB sesuai jadwal. Setelah semalaman mengarungi daratan, KA Majapahit tiba di Stasiun Malang keesokan harinya, Rabu (4/6/2014), pukul 09.07 WIB dalam catatan saya. Telat hampir satu jam dari waktu di tiket, yaitu pukul 08.11 WIB.

Suasana Malang masih seperti setengah tahun lalu saat saya dan Abdul Hadi menyambangi kota ini. Udaranya segar minim polusi. Lalu lintasnya lebih lancar dan teratur dibanding Jakarta.

Dari stasiun kami bergeser menuju Kota Batu. Di pertengahan jalan, Imen dan Fadly yang menjemput kami mengajak sarapan di sebuah warung nasi.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Warung ini terletak di pinggir barat Jalan Raya Jetis, Kabupaten Malang, sekitar 30 menit dari Stasiun Malang dengan berkendara sepeda motor. Di depannya, terdapat poster merah bertuliskan “Sego Duro Pecel Tumpang” yang digantung di tiang listrik.

Menu utamanya adalah nasi duro, yang menurut Imen, berasal dari Madura. Sego Duro terdiri dari nasi putih, dengan lauk telor rebus dibelah dua, disiram kuah sayur (santan), ditambah orek kentang, potongan semur daging, serundeng, dan sambal.

Selain itu, ada pula nasi pecel dengan racikan kurang lebih seperti nasi pecel pada umumnya. Wadah makan di tempat ini berupa ‘piring’ yang dirajut dari lidi. Piring rajut ini dilapisi kertas khusus yang biasa dipakai pembungkus nasi.

Pelayan sekaligus pemilik warung ‘kaki lima’ ini adalah Ibu Iwan. Dia mengaku warungnya sudah berdiri di tempat tersebut sejak April 2012.

“Pelanggannya mahasiswa, bapak-bapak, ibu-ibu, banyaklah,” ujar dia sambil melayani para pelanggan yang datang silih berganti.

Menurut Imen, meski warung tersebut “baru” berdiri, tapi sudah ramai diminati para mahasiswa. Selain harganya murah, juga karena menunya enak, kata dia.

“Ada telornya, ada tahunya, ada dagingnya, harganya (cuma) Rp 9 ribu. Aku tuh hampir tiap pagi sarapan di situ tuh,” tutur Imen, mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Uniknya, ‘bangunan’ warung tersebut hanyalah sebuah mobil sedan model lama. Mobil bermerek Mazda ini diparkir di atas trotoar jalan. Penutup bagasi belakangnya dibuka dan dijadikan meja pelayanan. Para pelanggannya bisa bersantap di atas kursi plastik yang telah disediakan di dekat ‘meja’.

Sejak awal mengunjungi warung jalanan ini, perhatian saya sudah tertuju pada sebuah poster kampanye politik di samping atas dekat warung. Poster agak besar itu diikat di sebuah pohon, dengan gambar pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto–Hatta Rajasa. Poster yang dilengkapi logo partai-partai pendukung pasangan ini memang banyak bertebaran di Jalan Jetis.

Tak ayal, suasana sarapan pagi itu bisa dibilang ‘bernuansa’ politis. Memang, menjauh ratusan kilometer dari Jakarta pun tak akan lepas dari kebingaran pilpres. Sesekali obrolan saya-Abdul Hadi dengan Imen-Fadhly menyinggung isu hangat ini. Meski kedua sahabat saya asal Balikpapan, Kalimantan Timur itu lebih banyak membicarakan dunia kuliahnya.

“Alhamdulillah, jamuan yang cukup murah di pagi hari. Yang luar biasa dan cukup mahal tidak ada di Jakarta adalah suasana dan udaranya yang sejuk,” Abdul Hadi mengungkapkan kesannya.

Poster Prabowo dan Foto Jokowi menemani kuliner di Malang Raya
Poster Prabowo dan Foto Jokowi menemani kuliner di Malang Raya

“Keluarga Jokowi” di Rumah Makan Elit

Selama di kawasan Malang Raya, saya dan rekan di Kelompok Media Hidayatullah tersebut menginap di kantor redaksi Radio Mitra 97FM, Jalan Wukir no. 4, Temas, Batu. Usai shalat Zhuhur, kami diajak makan siang oleh seorang petinggi radio tersebut, Mas Pam, demikian sapaan akrabnya.

Dari Mitra, kami berjalan kaki mendaki ke arah utara. Sekitar 200 meter dari Batu Town Square (Batos), terdapat sebuah rumah makan bernama “Gule Kepala Ikan Mas Agus”. Bangunan berlantai satu ini terletak di sebelah timur Jalan Diponegoro. Interiornya terkesan cukup elit, dengan dominasi cat kuning kombinasi hijau muda.

Begitu hendak masuk, pandangan saya tertuju ke dinding kaca di samping pintunya. Dinding itu ditempeli 12 lembar foto pelanggan yang pernah bersantap di sini. Salah satunya foto seorang pria berkemeja putih dengan lengan baju digulung. Pria berambut agak tipis yang disisir ke samping itu tampak sedang menikmati makanan dengan sendok di tangan kanan.

Di foto itu terdapat tulisan, “Kel. Bp. Joko Wi.”

Bisa dipastikan, maksud tulisan itu adalah keluarga Joko Widodo atau Jokowi. Capres dari PDI-P pasangan cawapres Jusuf Kalla ini tampaknya pernah singgah di rumah makan ‘kepala ikan’. Di samping “Jokowi”, terdapat pula foto dai terkenal Ustadz Yusuf Mansur.

Usai memperhatikan sejenak foto-foto tersebut, Mas Pam segera memesan menu ikan kakap air tawar. Begitu dihidangkan oleh pelayan, saya terkaget-kaget. Tampak tiga ekor ikan kakap dengan panjang hampir dua kali sendok makan terhidang di atas tiga piring berbeda. Menu ini dilengkapi daun singkong, sambal, air jeruk, dan tentu nasi putih. Ikan kakap yang tenggelam di kuah bumbunya terlihat nyaris utuh.

“Ini satu orang (untuk) satu porsi?” tanya saya memastikan, langsung diiyakan kedua rekan. Ternyata, daging ikan tersebut hanya utuh pada bagian kepalanya, bukan di seluruh badannya. Tapi ‘serpihan’ dagingnya juga bisa diseruput dari sudut-sudut tulang ikan. Slruup!

Mas Pam mengaku, dia sudah beberapa kali ke tempat tersebut. Harganya pun relatif tidak begitu mahal. “Sekitar Rp 15 ribu per kepala (ikan),” ujarnya.

Menurut obrolan Abdul Hadi dengan pelayannya, ikan kakap air tawar itu hanya terdapat di Semarang, Jawa Tengah. Rekan saya ini pun mengaku, saat menyantapnya, memorinya terbawa ke daerah Fakfak, Papua Barat.

“Di sanalah ana (saya) mendapatkan rasa masakan kepala ikan kakap yang fantastis, ditambah sentuhan kokinya yang lihai memainkan rempah-rempah Papua,” ujar aktivis lembaga dakwah Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang sering terbang ke wilayah Irian Jaya (Nuu Waar) ini.

Saya nyaris selidah serasa dengannya. Saat menikmati ikan kakap ini, saya paling terakhir selesai. Selain memang yang terakhir makan di antara kami bertiga, saya juga sangat efektif dan selektif menjamah sudut demi sudut ikan tersebut. Begitu nikmat, Masya Allah!

Saking nikmatnya, sampai-sampai saya lupa akan hiruk-pikuk pilpres di negeri ini. Pun terlupa bertanya kepada pengelola rumah makan tersebut, “Jokowi datang ke tempat ini sebelum atau sesudah jadi capres ya?”*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madurapolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perokok Aktif dan Pasif Bisa Alami Gangguan Pendengaran
Tulisan selanjutnya Semakin Banyak Pengaduan Terkait Keracunan E-Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?