Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengunjungi Masjid-Masjid di Kotanya Bruce Lee (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2014 13:45 1:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2014 15:38
Bagikan
Suasana Kantin Halal di Lantai 5 Masjid Ammar, Wan Chai
Bagikan

Lanjutan berita PERTAMA

MASJID pertama yang saya temukan adalah Masjid Kowloon yang letaknya paling strategis, berada di pusat kota, hampir di ujung jalan Nathan Road, Kowloon.

Masjid ini paling sering dikunjungi oleh para pendatang karena letaknya yang dekat dengan pusat shopping dan destinasi wisata lainnya.

Kita juga akan sering menemui banyak orang Indonesia dan Malaysia di waktu-waktu Zhuhur dan Ashar. Selebihnya, hanya orang Afrika dan Pakistan saja yang memenuhi shaf-shaf shalat di waktu maghrib hingga subuh.

Masjid Kowloon, Nathan Road
Masjid Kowloon, Nathan Road

Tempat kedua adalah Masjid Ammar, Wan Chai. Ini adalah masjid paling nyaman dan paling mengesankan buat saya. Tempatnya tenang, rapi dan bersih. Jauh dari keramaian kota seperti di Kowloon.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Perlu 40 menitan untuk menjangkau masjid ini jika kita berangkat dari Masjid Kowloon. Meskipun itu menggunakan kendaraan umum sekalipun.

Di Masjid Ammar Wan Chai, kita akan menemukan banyak TKW dari Indonesia yang berkunjung kesana, karena kelihatannya di sana memang sering diadakan event-event rutin untuk pembinaan ruhiah para TKW Indonesia yang bekerja di Hong Kong.

Yang lebih mengesankan lagi, di lantai 5 masjid ini terdapat kantin makanan Halal yang sangat ramai pengunjung. Saya melihat orang-orang China dari usia muda sampai manula berbondong-bondong makan di kantin mulai buka pukul 10 hingga sore hari.

Saya belum sempat menanyakan apakah mereka muslim atau bukan. Jika iya, berarti memang luar biasa perkembangan dakwah di wilayah Wan Chai ini, dan jika seandainya mereka non-Muslim, maka luar biasa daya tarik makanan halal di kantin Masjid Wan Chai ini sampai mampu menarik begitu banyak pengunjung non-Muslim. Kedua kemungkinan itu tetaplah sebuah hasil yang positif.

Masjid Ammar dan Islamic Center di Wan Chai
Masjid Ammar dan Islamic Center di Wan Chai

Ketiga ada masjid Jamia. Posisi masjid ini ada di wilayah yang juga sangat sentral di pusat kota Hong Kong. Namun sayangnya letak masjid ini tidaklah mudah dijangkau lantaran lokasinya yang naik terjal dan terselip di antara bangunan-bangunan lainnya.

Daerahnya disebut dengan Soho, di Central Hong Kong. Wilayah yang tidak pernah ‘tidur’ sehari semalam sekalipun. Namun masjid di wilayah ini tergolong ‘nyelempit’ dan sulit dicari. Bangunannya tidak terlalu besar. Kalau ukuran di Indonesia lebih tepat disebut musholla.

Saya mengjangkau masjid ini saat masuk waktu Dhuha. Ketika saya mau masuk kedalam, ternyata pintu ruang utama masjid terkunci rapat. Akhirnya saya hanya bisa shalat Dhuha di pelatarannya saja.

Keempat, Masjid Ibrahim. Lokasinya di wilayah Yau Ma Tei paling ujung. Perlu berjalan satu kilometer lebih dari stasiun MTR terdekat untuk menjangkau masjid ini.

Peta manual jauh lebih bisa membantu daripada menggunakan Google Map, karena GM lebih membingungkan ketika menunjukkan detail jalan.

Masjid Ibrahim hanya kecil. Mirip rumah penduduk. Atapnya rendah dan tidak ada identitas Islam yang menonjol selain pagar dan plang yang terpasang di depan masjidnya.

Saat saya ke sana, kondisinya terkunci. Saya hanya bisa melihat-lihat dari luar pagar. Mungkin hanya dibuka pada saat adzan shalat fardhu saja.

Sebenarnya masih ada 1 atau 2 masjid lain yang ada di negeri ini yang belum sempat saya kunjungi, di wilayah Chai Wan dan satu masjid lagi di wilayah Stanley.

Semoga kemudian hari kalau ada kesempatan, Allah mengijinkan saya untuk mengunjungi keduanya. Dan yang lebih penting dari itu, semoga kelak perkembangan Islam di Hong Kong bisa lebih pesat dan Islam bisa lebih dihargai disana. Aamiin ya Rabb.*/Aditya Abdurrahman, dosen sebuah universitas swasta di Surabaya

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamachinaislammasjidshalat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dai Dikriminalisasi, Dakwah di Mentawai Diredam
Tulisan selanjutnya Dua Putri Petinju Muhammad Ali Promosikan Dokumenter “I Am Ali” di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?