Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rencana Kunjungan Paus Fransiskus Memicu Spekulasi Dia akan Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2022 17:37 5:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2022 17:37
Bagikan
Paus Fransiscus
Bagikan

Hidayatullah.com– Spekulasi kembali merebak bahwa Paus Fransiskus akan pensiun dan tidak menuntaskan masa jabatannya sampai akhir hayat, setelah pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu mengumumkan akan menghadiri acara yang diinisiasi oleh seorang paus era abad ke-13 Masehi yang juga mengundurkan diri.

Spekulasi bahwa rohaniwan Katolik berusia 85 tahun itu kemungkinan akan mengikuti jejak pendahulunya Benediktus XVI dan mundur dari jabatannya muncul pada awal Mei, ketika dia tampil di depan umum menggunakan kursi roda untuk pertama kalinya setelah menjalani operasi kecil untuk mengobati nyeri lutut.

Dugaan semakin menguat ketika dia membuat keputusan tidak biasa, yaitu akan menggelar konsistori pada 27 Agustus untuk mengangkat kardinal-kardinal baru, yang sebagian di antaranya berwenang untuk memilih pengganti paus pada konklaf berikutnya.

Keesokan harinya, Fransiskus dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke L’Aquila, kota Abruzzo yang hancur oleh gempa bumi pada tahun 2009, untuk menghadiri festival Perdonanza Celestiniana, di mana ia akan mengunjungi katedral yang di dalamnya terdapat makam Celestine V, seorang paus pertapa yang mengundurkan diri pada tahun 1294 setelah hanya lima bulan menjabat.

Pendahulunya, Benediktus XVI, juga mengunjungi makam itu pada tahun 2009 dan meninggalkan stola palliumnya di sana, yang oleh sebagian komentator pada saat itu dikatakan sebagai isyarat simbolis menjelang pengunduran dirinya sendiri, yang akhirnya diwujudkan pada tahun 2013.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Janggal sekali menggelar konsistori pada bulan Agustus, tidak ada alasan dia perlu mengadakan [acara] ini tiga bulan sebelumnya dan kemudian pergi ke L’Aquila di sela-selanya,” kata Robert Mickens, redaktur koran Katolik yang berbasis di Roma La Croix edisi bahasa Inggris.

Sepekan setelah konsistori, paus akan bertemu dengan para kardinal untuk memberi tahu mereka tentang reformasinya terhadap administrasi pusat Vatikan, yang antara lain akan memberlakukan batasan masa jabatan bagi kepala kantor Vatikan dan mengizinkan perempuan untuk memegang jabatan tersebut.

“Saya mengira akan ada pengumuman lain: mungkin dia tidak akan mengundurkan diri, tapi saya pikir itu kemungkinan yang sangat mungkin,” imbuh Mickens, seperti dikutip The Guardian Selasa (6/6/2022).

Pada awal kepausannya, Fransiskus mengatakan dia ingin melihat pengunduran diri seorang paus menjadi sebuah kenormalan, dan pada tahun 2015 dia mengatakan dia merasa bahwa masa kepausannya akan singkat, menyebut keputusan Benediktus XVI untuk mundur sebagai “keberanian”.

Benediktus, yang memilih untuk disebut Paus Emeritus Benediktus XVI alih-alih kembali ke nama aslinya Joseph Ratzinger, berusia 85 tahun pada saat pengunduran dirinya.

“Ada banyak simbolisme yang dimainkan di sini dan saya melihat [spekulasi] dengan sedikit sinis,” kata Christopher White, koresponden National Catholic Reporter di Vatikan. 

“Saya mengira sepertinya tidak mungkin Fransiskus menginginkan ada dua pensiunan paus di belakang. Disengaja atau tidak, ada satu paus dengan peran yang tidak jelas adakalanya menjadi sumber sakit kepala bagi Fransiskus,” imbuhnya.

Menurut White, ada satu hal yang ingin dilakukan oleh Fransiskus, apabila Benediktus wafat sebelum dirinya, yaitu melakukan reformasi institusi berkaitan dengan peran apa yang seharusnya dilakukan pensiunan paus.

Pemimpin Gereja Katolik itu juga sepertinya ingin menyaksikan sampai tuntas sinode tentang sinodalitas, proses dua tahun yang berakhir dengan pertemuan puncak besar di Vatikan pada Oktober 2023.

“Orang bilang, hal besar yang kita pahami tentang paus yang satu ini kurun 10 tahun terakhir adalah dia terus memberikan kita kejutan, dan tampaknya dia sangat menikmati elemen kejutan itu,” kata White.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benediktus XVIFransiskusGereja Katolik RomaJoseph Ratzingermengundurkan diripauspensiunvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia di India Itu Nyata
Tulisan selanjutnya Kakek Nenek Kakek Berusia Hampir Seabad Nikahi Nenek 71 Tahun, Masih Bugar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?