Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Baru Terpilih Periode Kedua, Presiden Macron Kehilangan Kursi Mayoritas Parlemen Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juni 2022 11:05 11:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juni 2022 11:01
Bagikan
separatisme prancis
Emmanuel Macron
Bagikan

Hidayatullah.com– Kurang dari dua bulan lalu Emmanuel Macron memenangkan pemilihan presiden untuk periode kedua, tetapi sekarang dia justru kehilangan kontrol parlemen nasional Prancis sebab partainya dan koalisi tengahnya kalah dalam pemilu legislatif dari aliansi partai kiri dan kanan-jauh.

Elisabeth Borne, perdana menteri Prancis yang baru-baru ini ditunjuk Macron, mengatakan situasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Situasi ini menggambarkan risiko yang negara kita hadapi, mengingat kita menghadapi risiko dari dalam negeri maupun ditingkat internasional,” ujarnya, seraya berharap pemerintahannya akan berjalan dengan baik.

Namun, harapannya seperti sulit untuk diwujudkan, sebab dua kekuatan besar di Assemblée Nationale tampaknya enggan bekerja sama dengan pemerintahan Macron.

Pemimpin kanan-jauh Jean-Luc Mélenchon setelah gagal dalam pemilihan presiden, sekarang sukses membawa partai-partai pendukungnya menuju parlemen dalam koalisi partai Komunis dan Hijau yang disebut Nupes.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepada para pendukungnya dia mengatakan bahwa partainya Presiden Macron sudah mengalami kekalahan telak, dan setiap kemungkinan sekarang berada di tangan aliansinya.

Sementara itu, Marine Le Pen dan partai kanan-jauh Rassemblement National (RN) yang dipimpinnya sukses menambah jumlah kursi di parlemen dari 8 menjadi 89. Rakyat sudah bersuara, kata Le Pen, petualangan Emmanuel Macron sudah berakhir dan dia harus puas dengan hanya memimpin pemerintahan minoritas.

Macron bukan lagi Jupiter, kata profesor hukum tata negara Dominique Roussea merujuk pada julukan yang diberikan kepada Macron sebagai olok-olok terhadap ambisinya untuk menguasai pemerintahan Prancis.

“Bagi Macron, lima tahun ke depan ini hanyalah tentang negosiasi dan kompromi parlementer,” katanya kepada AFP Ahad (19/6/2022).

Kondisi saat ini sangat berbeda dibanding bulan April, ketika Macron mengalahkan Marine Le Pen secara meyakinkan dan terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Kala itu di parlemen Macron memiliki dukungan kursi 300 lebih. Saat ini dia gagal mengamankan 289 kursi yang diperlukan untuk mewujudkan pemerintahan mayoritas, sebab dia hanya mengamankan 245 kursi.

Di antara sejumlah menteri pemerintahan Macron yang kalah dalam pemilu legislatif adalah Menteri Kesehatan Brigitte Bourguignon, yang harus mengakui keunggulan lawannya politisi kanan-jauh dengan hanya 56 suara. 

Menteri Transisi Hijau Amélie de Montchalin juga kalah. Sementara Menteri Eropa Clément Beaune selamat meskipun sempat kalah di putaran pertama.

Politisi sekutu terdekat Macron yang juga ketua parlemen Richard Ferrand dikalahkan politisi aliansi Nupes, Mélanie Thomin. 

Dari teritori Prancis di kawasan Karibia, Justine Benin yang menjabat menteri luar negeri di Guadalupe juga kehilangan kursinya di parlemen nasional Prancis.

Sejumlah kebijakan Macron kemungkinan besar akan mendapatkan perlawanan keras dari parlemen, di antaranya rencana kenaikan batas usia pensiun dari 62 menjadi 65 tahun dan kebijakan luar negeri yang dianggap kurang menguntungkan bagi bangsa Prancis  – sebagaimana diketahui Macron dikenal sangat pro-Uni Eropa sedangkan Le Pen bersikap berbeda 180 derajat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emmanuel MacronKanan-jauhMarine Ke PenparlemenPemilu LegislatifPrancispresiden
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mabes Polri Akan Bentuk Polres dan Polsek IKN pada 2023
Tulisan selanjutnya rendang agama Viral Gus Miftah Sebut Sejak Kapan Rendang Punya Agama, Ustadz Adi Hidayat Beri Jawaban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?