Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Krim Tabir Surya Tidak Sepenuhnya Cegah Kanker Kulit

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Juni 2014 22:00 10:00 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Juni 2014 22:00
Bagikan
Kerusakan kulit yang disebabkan paparan sinar matahari.
Bagikan

HATI-hati bagi orang yang banyak terkena paparan sinar matahari. Para ilmuwan telah menemukan kesimpulan, krim tabir surya (sunscreen) tidak dapat sepenuhnya melindungi dari kanker kulit paling mematikan.

Walaupun disebutkan ada tabir surya yang dapat memberi perlindungan tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan (kulit), tetapi radiasi yang cukup bisa melewati, kemudian memacu melanoma (semacam tumor di kulit) ganas, kata satu studi yang dirilis Rabu (11/6/2014) dalam jurnal Nature untuk menentukan mekanisme molekuler dari melanoma ganas, penyakit yang membunuh hampir 10.000 orang Amerika setahun, sebagaimana data Skin Cancer Foundation.

Sampai saat ini, bagaimana sinar ultraviolet merusak DNA dalam sel-sel kulit belum jelas. Para peneliti menemukan, radiasi merugikan gen penting, yang disebut TP53, yang biasanya membantu menyembuhkan DNA yang rusak guna mencegah perkembangan tumor.

Saat pengujian pada tikus dengan diberikan tabir penahan maksimal atas sinar matahari pada tikus, memang bisa meminimalkan gangguan kulit, tetapi tidak menghilangkan sama sekali, kata Richard Marais, penulis studi, dilaporkan Malay Mail Online, Kamis (12/6/2014).

“Ini merupakan bukti eksperimental pertama bahwa tabir surya sebenarnya melindungi dari melanoma, tetapi juga menunjukkan tidak menawarkan perlindungan sempurna,” kata Marais, Direktur Cancer Research UK Manchester Institute. “Anda harus menggunakan strategi lain juga.”

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Gen TP53, yang tidak dianggap penting dalam menghambat melanoma sebelumnya, berkoordinasi dengan DNA lain yang bermutasi, yang diperkirakan menyebabkan hampir setengah dari insiden mematikan dari kanker kulit, kata para peneliti.

Pada tikus yang dilindungi dengan krim SPF-50 masih bisa memunculkan tumor, juga memunculkan penyakit lain, menurut penelitian ini.

Banyak Kesalahpahaman

Ada beberapa kesalahpahaman tentang penggunaan tabir surya, kata Jonathan Silverberg, ahli dermatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, ketika dihubungi lewat telepon.

Pengguna mengira, mereka hanya perlu menerapkan tabir surya sekali sehari, ketika berada dalam paparan sinar matahari. Mestinya mereka perlu menggunakan kembali setiap dua sampai tiga jam. Jika mereka berkeringat deras atau berenang, perlu menggunakan sekali setiap jam sampai dua jam, katanya.

“Kanker kulit adalah kanker yang paling umum di Amerika Serikat. Melanoma adalah kanker yang paling cepat berkembang, juga di banyak kasus di seluruh dunia,” kata Silverberg.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makin Banyak Perempuan Saudi ke Luar Negeri untuk Belajar Bahasa Inggris
Tulisan selanjutnya (Video) Mengapa Anak Jadi “Penjahat”?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel
Berita

Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 19:30
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?