Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih 2.000 Kasus Diskriminasi dan Rasisme di Jerman Tahun 2021, Etnis Asia dan Muslim jadi Korban

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2022 16:53 4:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Agustus 2022 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 2.000 kasus diskriminasi rasis dilaporkan di Jerman tahun lalu, menurut sebuah laporan baru oleh badan anti-diskriminasi terkemuka negara itu. Komisioner anti-diskriminasi negara itu, Ferda Ataman, mengatakan angka-angka tersebut mengkhawatirkan dan menyerukan tindakan hukum yang lebih kuat, kutip Daily Sabah.

“Orang-orang di Jerman masih mengalami diskriminasi setiap hari, terutama di pasar kerja dan dalam bisnis sehari-hari dan ketika mencari akomodasi, dan terkadang oleh otoritas publik atau di jalan,” kata Ataman.  “Saya juga ingin orang-orang mengetahui hak-hak mereka dan bahwa diskriminasi itu ilegal. Saya ingin membuat Undang-Undang Kesetaraan Jerman lebih dikenal dan menunjukkan bagaimana diskriminasi dapat dicegah secara khusus,” tambahnya.

Menurut laporan tersebut, total lebih dari 5.600 orang mengajukan pengaduan diskriminasi, 37% dari kasus tersebut adalah diskriminasi di tempat kerja. Sekitar 9% dari pengaduan tersebut diajukan oleh orang-orang yang mengalami diskriminasi atau kerugian karena agamanya.

Badan Anti-Diskriminasi Federal menawarkan konsultasi kepada orang-orang yang dalam kehidupan profesional atau pribadi mereka telah mengalami diskriminasi atas dasar asal etnis, agama, kepercayaan, identitas seksual, usia, kecacatan atau jenis kelamin.

Untuk memenuhi peningkatan permintaan yang signifikan, Badan Anti-Diskriminasi mendirikan pusat layanan tahun lalu untuk menyediakan layanan konsultasi telepon yang baru dan diperluas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sangat penting bagi saya bahwa kami dapat membantu orang-orang yang terkena dampak di Jerman dengan lebih baik. Kami juga melihat dari hasil penelitian kami bahwa undang-undang yang kami miliki saat ini tidak selalu cukup membantu; sayangnya, badan anti-diskriminasi hanya memiliki kesempatan untuk melakukan penilaian hukum,” kata Ataman.

“Undang-undang anti diskriminasi saat ini sangat lemah. Orang harus pergi ke pengadilan sendiri jika mereka ingin pergi ke pengadilan, tetapi yang dapat kami lakukan sebagai badan anti diskriminasi adalah kami dapat meminta pernyataan dari majikan, atau dari orang lain yang terlibat. Kami dapat mencoba membantu mereka mencapai penyelesaian, tetapi untuk mengambil tindakan hukum, orang harus membuat keputusan itu sendiri dan, untuk saat ini, kami hanya dapat memberi mereka pendapat hukum, ”tambahnya.

Sejak 2019, Badan Anti-Diskriminasi Federal menerbitkan laporan tahunan tentang kegiatannya.

Etnis Asia dan Muslim

Di antara stereotip rasial sering terjadi kepada orang Asia dan Muslim. Bahkan tidak jarang sering berlanjut menjadi serangan fisik.

Sikap rasis terhadap orang-orang yang berasal dari Asia telah menjadi perhatian setelah merebaknya pandemi Covid-19 dan dugaan asalnya di kota Wuhan di China. Namun prasangka rasial terhadap orang Asia telah lama didapati di Jerman, kutip DW.

Media Jerman ini mengulas kasus kerusuhan anti-imigran yang lebih parah pernah terjadi di Rostock-Lichtenhagen tahun 1992, ketika sekitar 2.000 ekstremis sayap kanan menyerang dan mengebom blok perumahan yang dipenuhi oleh pekerja kontrak asal Vietnam. Ribuan orang dilaporkan memuji tindakan para ekstremis tersebut, sementara polisi tidak berbuat banyak untuk menghentikan serangan itu.

“Gambar ini telah membentuk banyak orang yang kini berjuang melawan rasisme di Jerman,” kata Ferat Ali Kocak, seorang aktivis antirasisme di Berlin. “Jelas bagi kami bahwa karena berbagai alasan, rasisme anti-Asia, meskipun tidak selalu terlihat, tertanam kuat dalam masyarakat Jerman.”

Selain tumbuhnya rasisme kepada etnis Asia, yang tidak kalah penting adalah diskriminasi dan kekerasan pada Muslim. Ada 5 juta Muslim di negara tersebut, tetapi, insiden anti-Muslim terus mengalami peningkatan.

Jumlah Muslim lebih besar dari Yahudi yang hanya 150 ribu orang,  tetapi insiden kebencian anti-Muslim terus meningkat. Muslim mengalami penghinaan yang terjadi setiap hari, bahkan kasus paling besar dan mengerikan pernah terjadi,  saat peristiwa penembakan Hanau pada Februari 2020.  

Kala itu, seorang ekstremis sayap kanan menembaki dua bar sisha dan membunuh sembilan orang. Kejadian besar lainnya yakni pembunuhan politisi pro-pengungsi di negara bagian Hesse oleh seorang neo-Nazi pada bulan Juni tahun lalu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diskriminasi MuslimMuslim Jermanrasisme di Jerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Influencer di Arab Saudi Harus Punya Izin Resmi, Nilainya Mulai Rp 56 Juta
Tulisan selanjutnya Wahdah Islamiyah akan Lepas 233 Dai ke Berbagai Penjuru Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Berita
30 Juni 2026 16:35
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?