Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

LSM Pangeran Harry Dikecam Gegara Gajah Pencabut Nyawa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2022 07:59 7:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Oktober 2022 07:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua organisasi satwa liar, termasuk salah satu yang dipimpin Pangeran Harry putra bungsu Raja Inggris Charles III, dituding lebih peduli dengan binatang daripada nyawa manusia setelah tiga orang tewas akibat pemindahan lokasi gajah di Malawi.

Pada bulan Juli, lebih dari 250 gajah dipindah dari Taman Nasional Liwonde.di bagian selatan Malawi ke kawasan lindung terbesar di negara itu, Kasungu, dalam operasi kerja sama antara dinas taman nasional Malawi dan dua LSM African Parks dan International Fund for Animal Welfare (Ifaw).

Operasi pemindahan lokasi ratusan gajah itu merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan. Foto-foto dan video pemindahan 263 gajah itu dimanfaatkan untuk kepentingan penggalangan dana. Pemandangan hewan sebesar gajah diangkut crane disebut seperti adegan dalam film kartun klasik Disney “Dumbo”.

Namun, video promosi dan tulisan-tulisan di blog tidak menyebut sama perihal dua warga di daerah sekitar lokasi yang tewas saat proses pemindahan gajah ke Kasungu berlangsung pada bulan Juli. Orang ketiga tewas di kaki gajah pada bulan September, lapor The Guardian Sabtu (1/10/2022).

Malidadi Langa, ketua asosiasi desa dekat taman nasional Kasungu, mengatakan Ifaw dan dinas taman nasional belum selesai membangun pagar untuk melindungi masyarakat sebelum pemindahan gajah dilakukan. Dia mengatakan LSM yang dipimpin Pangeran Harry tergesa-gesa untuk melakukan pemindahan hewan-hewan bertubuh besar itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menyambut baik translokasi gajah ini karena akan meningkatkan pariwisata Kasungu. Namun, mereka seharusnya menyelesaikan pagar terlebih dahulu,” kata Langa.

“Ketika mereka memindahkan kelompok gajah pertama, dalam waktu sekitar sepekan gajah telah keluar dari taman dari sisi yang tidak berpagar dan pergi ke desa-desa. Satu orang tewas. Ketika kami mengangkat masalah ini, mereka berkata gajah-gajah itu mengalami disorientasi sehingga pergi ke luar taman nasional. Sekitar pekan yang sama, seekor gajah membunuh satu orang lagi di sisi lain taman,” papar Langa.

Ironisnya, Taman Nasional Liwonde, tempat asal gajah-gajah itu, justru sudah dipagari seluruhnya,” imbuhnya. “Hal ini menunjukkan badan-badan konservasi ini lebih peduli terhadap binatang daripada manusia.”

Langa mengatakan keluarga korban menghadapi masa depan yang tidak pasti, dan mendesak LSM-LSM itu untuk terus memberikan dukungan finansial. Dia mengatakan mereka telah diberi kompensasi sekali bayar sekitar $ 160 (£ 140).

Ifaw sedang memikirkan bagaimana cara untuk memberikan sokongan finansial lebih lanjut kepea keluarga korban, tetapi mengatakan bahwa tidak ada perjanjian soal pembuatan pagar terlebih dahulu sebelum pemindahan hewan-hewan tersebut.

Ifaw berdalih sudah mendanai pembangunan pagar sepanjang 25 mil dan berkomitmen untuk memperbaiki dan memperpanjang pagar 15 mil lagi di sisi timur, di mana insiden-insiden tersebut terjadi.

Dinas taman nasional Malawi mengkonfirmasi tiga orang telah tewas: Collins Chisi, 40, dan Joseph Blackson, 29, dalam dua insiden terpisah pada 12 Juli, dan John Kayedzeka, 30, yang meninggal pada 16 September. Mereka mengatakan dalam semua kematian, warga masyarakat itu terlalu dekat dengan hewan saat mengambil foto. Dua ekor gajah jantan dewasa ditembak mati sesuai dengan hukum Malawi setelah dua insiden pertama.

Populasi gajah di Liwonde, di mana gajah itu berasal, membengkak hampir 600 ekor sehingga mengganggu keanekaragaman satwa dan meningkatkan risiko konflik dengan masyarakat sekitar, kata African Parks.

Guna mengurangi kepadatan populasi hewan, gajah-gajah itu sebagian dipindahkan ke Kasungu, yang berukuran empat kali lebih besar dan populasi gajahnya menyusut akibat perburuan liar. Bersama mereka turut direlokasi sejumlah impala, sable, babi hutan dan waterbuck.

“Sementara semua taman yang dikelola oleh African Parks di Malawi dipagari, ini bukan solusi sempurna dan serangan gajah dapat dan masih terjadi, yang mengakibatkan ancaman bagi kehidupan manusia dan tanaman pangan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GajahKasunguLiwondeMalawiPangeran Harrytaman nasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Turki “Menetralisir” Puluhan Anggota PKK
Tulisan selanjutnya Permendag no 20 Sampaikan Belasungkawa Atas Tragedi Kanjuruhan, MUI Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?