Hidayatullah.com– Pendiri WikiLeaks Julian Assange dites positif Covid-19 di dalam penjara Belmarsh, London, kara istrinya hari Senin (10/10/2022).
“Julian merasa tidak enak badan pekan lalu tetapi mulai merasakan sakit pada hari Jumat,” kata Stella Assange seperti dilansir AFP dari laporan kantor berita Press Association.
“Dia batuk-batuk dan demam. Dia diberi obat paracetamol. Dia dites positif Covid-19 pada hari Sabtu.”
Ribuan orang membentuk rantai manusia di sekitar gedung parlemen Inggris di London pada hari Sabtu untuk menuntut pembebasan Assange dari penjara Belmarsh, London.
Warga negara Australia yang kini berusia 51 tahun itu dikurung di penjara berpengamanan maksimal tersebut sejak 2019, setelah menjalani masa hukuman karena melanggar syarat bebas tahanan dalam kasus sebelumnya.
Ketika pandemi Covid-19 mulai merebak awal tahun 2020, dia gagal meminta pembebasan bersyarat dengan alasan risiko terjangkit coronavirus di dalam penjara.
Pengacaranya mengatakan pada saat itu dia memiliki riwayat penyakit, termasuk infeksi pernapasan.
Stella Assange, yang menikahi Assange di penjara Belmarsh pada bulan Maret dan ibu dari dua putra Assange yang masih belia, mengatakan sangat khawatir dengan kondisi kesehatan suaminya.
“Beberapa hari ke depan akan sangat penting bagi kesehatannya secara umum. Dia sekarang dikurung di dalam selnya selama 24 jam sehari,” imbuhnya.
Assange melanggar persyaratan bebas tahanan pada 2010 ketika Swedia berusaha mengekstradisinya dalam kasus dugaan pemerkosaan dan dia memilih mencari suaka di Kedutaan Ekuador di London.
Kasus Swedia itu akhirnya dibatalkan pada 2019 dan dia kehilangan status suakanya setelah terjadi perubahan pemerintahan di Ekuador, sehingga dia diserahkan ke aparat kepolisian Inggris.
Pada bulan Agustus, pengacara Assange mengambil tindakan hukum terhadap dinas intelijen Amerika Serikat CIA atas dugaan memcuri dengar pembicaraan pribadinya selama tinggal di Kedutaan Ekuador.
Assange saat ini masih berjuang melawan keputusan Inggris yang memberikan lampu hijau ekstradisi dirinya ke Amerika Serikat guna menghadapi dakwaan pembocoran rahasia negara AS tentang perang di Iraq dan Afghanistan. Ribuan dokumen rahasia milik AS itu dibocorkan ke Assange oleh Bradley Manning (sekarang transgender menjadi Chelsea Manning), personel militer AS berpangkat rendah yang pernah bertugas di Iraq.*




