Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Arkeolog Temukan Gerbang Mashki, Ukiran Batu Kuno Istana Asyur di Iraq

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2022 13:46 1:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Oktober 2022 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para arkeolog di Iraq utara membuat penemuan menarik – menggali pahatan batu indah yang berusia sekitar 2.700 tahun. Ukiran ini ditemukan di Mosul oleh tim penggalian AS-Iraq yang bekerja untuk merekonstruksi Gerbang Mashki kuno, yang pernah dihancurkan kelompok Daesh (IS) tahun 2016.

Iraq adalah rumah bagi beberapa kota paling kuno di dunia, termasuk Babel. Tapi bertahun-tahun kekacauan telah melihat banyak situs arkeologi dijarah dan dirusak militan dan aksi militer pimpinan AS.

Para arkeolog menemukan sebuah istana kuno Asyur di posisi di bawah makam Nabi Yunus. Pekerjaan penggalian saat ini sedang berjalan lancar, dan tim telah berhasil memetakan dimensi istana termasuk ruang singgasana.

Militan Daesh dilaporkan pernah meledakkan makam Nabi Yunus pada tahun 2014 setelah menguasai kota. Kelompok itu sebelumnya menggali terowongan ke sisi bukit di bawah kuil yang mengarah pada penemuan istana raja Asiria kuno yang memerintah sekitar 2.700 tahun yang lalu.

Sekarang terowongan itu digunakan oleh para arkeolog untuk mengumpulkan informasi tentang istana. Artefak kuno dan banteng dan singa bersayap ditemukan di terowongan dan dianggap sebagai bagian dari istana Raja Esarhaddon.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Sementara itu, delapan relief marmer menunjukkan adegan perang yang dipahat dengan halus, tanaman anggur dan pohon palem. Mereka diakui berasal dari Raja Asyur Sennacherib, yang memerintah kota kuno Niniwe dari tahun 705 hingga 681 SM, kata Badan Purbakala dan Warisan Negara Iraq, dalam sebuah pernyataan yang dilihat oleh AFP.

Raja yang kuat itu dikenal karena kampanye militernya, termasuk melawan Babel, dan perluasan Niniwe yang luas. Peninggalan itu diyakini pernah menghiasi istananya, dan kemudian dipindahkan ke Gerbang Mashki, kata Fadel Mohammed Khodr, kepala tim arkeologi Irak kepada AFP.

Gerbang Mashki adalah salah satu yang terbesar di Niniwe, merupakan ikon ukuran dan kekuatan kota. Gerbang itu dibangun kembali pada 1970-an, tetapi dihancurkan dengan buldoser oleh militan ISIS pada 2016.

Kelompok ini mengobrak-abrik dan menghancurkan beberapa situs kuno yang sudah ada sebelum Islam di Iraq, mencela mereka sebagai simbol “penyembahan berhala”.

Kini, para arkeolog AS dan Iraq bekerja untuk merekonstruksi situs luar biasa di antara reruntuhan. Fadel Mohammed Khodr, kepala tim arkeologi Iraq yang bekerja untuk memulihkan situs tersebut, mengatakan ukiran itu kemungkinan diambil dari istana Sennacherib dan digunakan sebagai bahan konstruksi untuk gerbang.

“Kami percaya bahwa ukiran ini dipindahkan dari istana Sanherib dan digunakan kembali oleh cucu raja untuk merenovasi gerbang Mashki dan untuk memperbesar ruang jaga,” kata Khodr.

Proyek restorasi, yang dilakukan bekerja sama dengan otoritas barang antik Iraq, bertujuan untuk mengubah monumen yang rusak menjadi pusat pendidikan sejarah Niniwe. Iraq adalah tempat kelahiran beberapa kota paling awal di dunia.

Itu juga rumah bagi bangsa Sumeria dan Babilonia dan di antara contoh tulisan pertama umat manusia. Namun dalam beberapa dekade terakhir, Iraq telah menjadi sasaran penyelundupan artefak.

Dicuri selama invasi AS

Penjarah menghancurkan masa lalu kuno negara itu, termasuk setelah invasi pimpinan AS tahun 2003. Kemudian, dari 2014 dan 2017, ISIS menghancurkan harta karun pra-Islam dengan buldoser, kapak, dan bahan peledak.

Banyak artefak bersejarah juga hilang dicuri selama invasi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) dengan kode “Operasi Pembebasan Iraq” mulai pada tanggal 19 Maret 2003.

Setelah 18 tahun, AS mengumumkan akan mengembalikan 17.000 artefak arkeologi ke Iraq. Benda-benda tersebut ada yang berusia sekitar 4.000 tahun dan berasal dari periode Sumeria.

Artefak kuno ini dikembalikan ke Iraq dengan pesawat yang juga menerbangkan Perdana Menteri Iraq Mustafa al-Kadhimi, yang saat itu berada di Washington DC untuk bertemu Presiden AS Joe Biden.

Asyur atau Asiria adalah suatu kerajaan atau kekaisaran yang berpusat di hulu sungai Tigris, Mesopotamia, Iraq. Nama kerajaan ini berasal dari ibu kotanya, kota Assur, yang secara istilah merujuk pada region di mana kerajaan ini berpusat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi ASiraqsejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkesan Kaya Dokter di Nigeria Jadi Target Penculikan
Tulisan selanjutnya sayembara desain hari santri Peringati Hari Santri, BMH Gelar Bagi-bagi 1 juta Sarung untuk Santri dan Gelar Sayembara Desain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?