Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Merobek Poster Ayatollah Ali Khamenei Pemuda Iran Ditembak Mati Aparat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2022 11:30 11:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2022 11:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat keamanan Iran menembak mati seorang pria berusia 21 tahun saat unjuk rasa di kota Amol bulan lalu. Sebelum dibunuh pemuda itu tampak merobek poster pemimpin spiritual Syiah Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Erfan Rezaei terekam kamera merobek poster yang ditempel pemerintah yang menunjukkan potret pentolan Syiah sesaat sebelum dia dibunuh pada 21 September, kata sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Rezaei kepada BBC Persian Senin (24/10/2022).

Dia ditembak di bahu dan punggungnya dengan pistol dari jarak dekat, tambah mereka.

Para pejabat belum berkomentar, tetapi sumber itu mengatakan keluarga Rezaei ditekan untuk mengatakan bahwa para pengunjuk rasa membunuhnya.

Aksi protes menentang aparat dan pemerintah merebak di berbagai daerah di Iran sejak kematian Mahsa Amini, gadis Kurdi berusia 22 tahun yang tewas akibat kebrutalan polisi moral di Teheran yang menangkapnya dengan tuduhan tidak mengenakan hijab sebagaimana mestinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah organisasi aktivis di Iran, memperkirakan sejauh ini 248 pengunjuk rasa, termasuk 33 anak-anak, dibunuh oleh aparat keamanan Iran.

Ibu dari Erfan, Farzaneh Barzekar, diberitahu oleh petugas bahwa dia dirawat di rumah sakit tidak lama setelah unjuk rasa tersebut, kata sumber itu kepada BBC.

Para perawat di rumah sakit tidak mau memberitahu di mana putranya dirawat, tetapi setelah tiga jam mencari dia menemukan pakaian anaknya yang berlumuran darah di luar ruang operasi. Wanita itu langsung pingsang, kata sumber tersebut.

Sumber tersebut mengatakan Erfan meninggal karena kerusakan parah pada ginjal dan limpa akibat luka tembak di punggungnya. Peluru itu ditembakkan dengan pistol dari jarak 5m (16 kaki), imbuh mereka.

Pihak berwenang menyerahkan mayat Erfan kepada keluarganya dua hari kemudian dengan syarat mereka mengadakan pemakaman yang tidak mengundang keramaian dan perhatian publik, menurut sumber itu.

Aparat keamanan juga menekan mereka agar mengatakan bahwa Erfan adalah seorang pejalan kaki yang ditembak mati oleh “perusuh” – sebutan para pejabat pemerintah untuk demonstran.

Sumber itu juga mengatakan bahwa keluarga Erfan diperbolehkan menyelenggarakan pemakamannya karena ayahnya adalah seorang veteran Perang Iran-Iraq, yang hingga kini masih mengalami dampak paparan senjata kimia dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Orang Iran menghormati mereka yang ikut berperang dalam konflik 1980-1988 itu, di mana lebih dari satu juta orang tewas.

“Setiap hari, aku memandangi fotomu selama berjam-jam dan menangis. Aku melihat tempat tidur kosongmu dan buku-bukumu. Aku membaca buku-buku itu dengan suara keras di tempat tidurmu yang kosong,” tulis ibunda Erfan di akun Instagram dua pekan lalu, disertai sebuah video makamnya.

Keluarga dari beberapa pemuda pengunjuk rasa lainnya yang diduga dibunuh oleh aparat keamanan selama kerusuhan belakangan ini mendapat tekanan serupa dari pihak berwenang.

Pekan lalu, sejumlah sumber mengatakan kepada BBC Persian bahwa keluarga  Abolfazl Adinezadeh, pemuda berusia 17 tahun yang ditembak mati dari jarak sangat dekat saat unjuk rasa di Mashad pada 8 Oktober, mengatakan mereka ditekan untuk mengatakan bahwa remaja itu anggota Basij, kelompok paramiliter pro-rezim yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap warga Iran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AyatolyAli KhameneidemonstrasiErfan RezaeiiranMahsa Aminirezimsyiahunjuk rasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berkah, sebagai Kunci Hidup
Tulisan selanjutnya Kalahkan Ganjar hingga Prabowo, Anies Paling Populer di Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?