Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW: Turki Menangkap dan Mengusir Pengungsi Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2022 15:42 3:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2022 15:42
Bagikan
Para migran berjalan di dekat Pazarkule di perbatasan Turki-Yunani pada Kamis, 5 Maret 2020. Otoritas Yunani menembakkan gas air mata dan granat setrum untuk mendorong kembali puluhan orang yang mencoba menyeberang Eropa. (Foto AP / Darko Bandic)
Bagikan

Hidayatullah.com– Ratusan pria dan anak lelaki Suriah ditangkap, dipukuli dan dipaksa pulang kembali ke negara asal mereka oleh aparat Turki kurun enam bulan terakhir, kata Human Rights Watch (HRW) hari Senin (24/2022).

“Dengan melanggar hukum internasional pihak berwenang Turki menangkapi ratusan pengungsi Suriah, bahkan pengungsi anak yang tidak memiliki pendamping, dan memaksa mereka kembali ke Suriah bagian utara,” kata Nadia Hardman, peneliti bidang pengungsi dan hak-hak migran di Human Rights Watch, seperti dikutip Associated Press.

“Meskipun Turki memberikan perlindungan sementara kepada 3,6 juta pengungsi Suriah, sekarang tampaknya Turki berusaha menjadikan Suriah utara sebagai tempat pembuangan pengungsi,” kata Hardman.

Human Rights Watch mewawancarai 37 pria Suriah dan dua anak laki-laki antara Februari dan Agustus, serta kerabat dari mereka yang dideportasi ke Suriah.

Mereka semua mengatakan dideportasi bersama dengan puluhan atau ratusan pengungsi lainnya dan dipaksa untuk menandatangani formulir yang mereka pahami sebagai perjanjian pemulangan sukarela. Seorang pria berusia 26 tahun dari kota Aleppo di Suriah utara mengatakan seorang aparat Turki mengatakan kepadanya bahwa siapa pun yang mencoba masuk kembali ke Turki akan ditembak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Human Rights Watch mengatakan warga Suriah yang dideportasi mengatakan kepada tim peneliti bahwa pejabat Turki menangkap mereka di rumah, tempat kerja, dan bahkan di jalan. Mereka kemudian ditahan di tempat berkondisi buruk. Sebagian besar dari mereka mengalami pemukulan dan penganiayaan, dan dipaksa untuk menandatangani dokumen persetujuan untuk “secara sukarela” kembali ke Suriah.

Setelah dibawa dengan tangan terborgol ke perbatasan Sutiah – perjalannya terkadang memakan waktu hingga 21 jam – mereka dipaksa di bawah todongan senjata untuk melintasi perbatasan memasuki wilayah Suriah, kata orang-orang Suriah yang diwawancarai.

Hardman mengatakan Uni Eropa harus menangguhkan pemberian dana kepada Turki yang ditujukan untuk keperluan detensi migrasi dan kontrol perbatasan sampai deportasi paksa tersebut dihentikan.

Sebagaimana diketahui berdasarkan kesepakatan tahun 2016, Uni Eropa memberikan dana 6 miliar euro kepada pemerintah Ankara untuk meredam arus pengungsi dan migran ke Eropa. 

Namun, seiring dengan memburuknya perekonomian Turki sejak beberapa tahun terakhir, sentimen negatif terhadap pengungsi Suriah di Turki semakin meningkat da memburuk. Tidak jarang rumah dan tempat usaha milik migran asal Suriah dirusak oleh massa yang tidak menyukai kehadiran mereka.

Prinsip nonrefoulement, yang mengikat Ankara melalui traktat internasional, melarang pengembalian siapa saja ke tempat di mana mereka akan menghadapi risiko nyata persekusi, penyiksaan atau ancaman yang membahayakan jiwanya. U.N. Commission of Inquiry on Syria bulan lalu menyatakan ulang bahwa Suriah tidak aman bagi warganya yang ingin kembali ke kampung halaman.

Awal bulan ini seorang pejabat Turki mengatakan hampir 527.000 orang Suriah sudah kembali ke negeri asalnya secara sukarela.

Mengumumkan proyek pembangunan rumah di Idlib wilayah barat laut Suriah pada bulan Mei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan program itu akan memfasilitasi kembalinya 1 juta pengungsi dari Turki.

Erdogan baru-baru ini mengisyaratkan perubahan kebijakan terhadap Suriah, menunjukkan adanya kemungkinan pembicaraan dengan Presiden Suriah Bashar Assad. Padahal Ankara sebelumnya menuntut agar Assad turun dari kursi kepresidenan dan mendukung kelompok-kelompok oposisi yang ingin mendongkel rezim Assad. Namun, tampaknya sekarang Ankara tidak lagi mendesak Assad lengser.

Banyak warga Suriah yang tinggal di Turki khawatir hubungan yang menghangat antara Ankata dan Damaskus menimbulkan tekanan yang lebih besar atas mereka untuk kembali ke negeri asalnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AnkaradamaskusErdoganHuman Rights WatchpengungsisuriahTurkiUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akhirnya, 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Resmi Ditahan
Tulisan selanjutnya MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?