Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
NasionalNone

Tolak Keberadaan Bank Konvensional, ISAD Pimpin Santri Aceh Deklarasi Lawan Riba

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 November 2022 14:17 2:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 November 2022 14:25
Bagikan
Perwakilan belasan dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar menandatangani pernyataan sikap melawan riba, menolak kehadiran bank konvensional /hidayatullah.com
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak lebih seratus santri perwakilan belasan dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar menandatangani pernyataan sikap dan deklarasi santri Aceh melawan riba. Mereka menolak upaya-upaya menghadirkan kembali bank konvensional ke Aceh dan menuntut agar Bank Syari’ah di Aceh betul-betul menjalankan sistem syari’ah dalam semua praktik perbankan.

Pernyataan sikap ini dilakukan saat pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh Majelis Pengajian Tastafi Banda Aceh dan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceu di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Ahad malam, 30 Oktober 2022.

Dalam pengajian dan deklarasi ini, hadir perwakilan santri Aceh dari puluhan dayah yang ada di Banda Aceh dan Besar. Deklarasi dibacakan Ketua ISAD Aceh Tgk Mustafa Husen dan diikuti oleh para santri yang hadir ini berjudul “Menolak Upaya Menghadirkan Kembali Bank Konvensional  di Aceh dan Mendukung Bank Syari’ah Untuk Betul-Betul Menjalankan Prinsip Syari’ah Dalam Semua Praktik Perbankan”.

Terdapat lima poin-poin deklarasi yaitu sebagai berikut. Poin pertama, sesuai dengan harapan ulama, santri Aceh menolak segala upaya untuk menghadirkan kembali bank konvensional di Aceh karena riba bertentangan dengan ajaran Islam.

Kedua, mendukung Bank Syari’ah di Aceh dan sekaligus mendesak bank syari’ah di Aceh untuk betul-betul menjalankan sistem perbankan yang  sejalan dengan nilai-nilai Islam, adil, tidak gharar, tidak menzhalimi dan betul-betul bersih total dari riba.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Ketiga, meminta bank syari’ah agar menyempurnakan pelayanan yang belum maksimal dan menjawab semua keluhan warga agar Syari’at Islam di Aceh tidak tersudutkan. Keempat, mengajak semua pihak untuk menghormati kekhususan Aceh dalam bidang penegaan Syari’at Islam.

Dan kelima, mendukung implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syari’ah dan meminta pihak-pihak terkait agar tidak buru-buru meminta revisi di tengah usia Qanun LKS yang masih baru.

Salah satu narasumber, Sekjend ISAD Aceh Dr. Teuku Zulkhairi mengatakan, apabila bank konvensional hadir kembali di Aceh maka ini akan menjadi “pukulan berat” bagi para santri yang selama ini konsisten menyeru kepada Syari’at Islam dalam semua dimensi kehidupan dan menolak riba.

“Selain itu, apabila bank Syari’ah juga gagal menjalankan sistem syari’ah secara betul, maka ini juga akan menjadi masalah besar karena dapat menyudutkan Syari’at Islam di Aceh. Oleh sebab itu, kita mendukung Bank Syari’ah akan tetapi dengan syarat harus betul-betul bersyari’ah dan harus terus membenahi apa yang kurang dan menampung semua keluhan masyarakat. Intinya bank Syari’ah harus lebih bagus dari bank konvensional, “ ujar Teuku Zulkhairi.

Selain Teuku Zulkhairi, pada pengajian bulanan ini yang mengangkat tema “Santri Aceh sebagai garda terdepan membebaskan Aceh dari riba, siap mendukung bank syari’ah”, juga hadir sebagai narasumber lain yaktu Tgk Mawardi, SE (Tgk Adek) selaku Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, CEO Bank Syari’ah Indonesia (BSI) Regional Aceh, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Dr. Hafas Furqani, Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Besar, dan anggota DPD RI asal Aceh, Tgk. H.M. Fadhil Rahmi, Lc, MA.

Sebelumnya, Ketua ISAD Aceh Tgk Mustafa Husen juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh ISAD, Tastafi Banda Aceh dan HIPSI Aceh. Kegiatan ini tidak ada funding karena merupakan kajian rutin bulanan yang tempatnya difasilitasi oleh Hotel Hermes Palace.

Pada pengajian ini, juga dibarengi dengan pembagian hadir bagi para santri juara menulis yang diselenggarakan oleh ISAD Aceh bekerjasama dengan Tgk. H.M. Fadhil Rahmi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehbank konvensionalIkatan Sarjana Alumni DayahISADribaSantri Dayah Aceh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Sudah ada Sejak 1930, Pembangunan Masjid di Aceh Masih Dihalang-halangi
Tulisan selanjutnya Setengah dari Korban Nyawa Badai Nalgae Filipina Berada di Kawasan Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?