Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi Syariah

Hukum Membaca Al-Quran tapi Tidak Paham Arti dan Maknanya

Muhammad
Terakhir diupdate: 16 November 2022 11:47 11:47 am
Muhammad
Dipublikasikan 16 November 2022 12:30
Bagikan
Bagikan

Membaca satu huruf dari Al-Qur’an satu kebaikan, dan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, tapi Islam menganjurkan mentadaburkan isinya, agar “hati kita tidak terkunci”  

Hidayatullah.com | MEMAHAMI ayat-ayat dari Al-Qur’an dan mentadaburkanya adalah sebuah keniscayaan bagi seorang muslim, karena ia diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.  Allah Ta’ala berfirman;

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

”Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS: Shaad: 29).

Dibolehkan hanya membaca tanpa memahami maknanya dengan tujuan mendapatkan pahala membaca, sebagaimana keumuman hadits Nabi ﷺ,

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  
Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?
Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi).

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka dia mendapat satu pahala. Dan setiap pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR: Turmudzi)

Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah ﷺ bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

”Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan tingkatkan, tartillah dalam menbacanya (di jannah) sebagaimana kamu membaca di dunia. Sesungguhnya tempat (kembalimu) pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad).

Al-Khattabi berkata, ”Disebutkan dalam sebuat atsar, sesungguhnya jumlah ayat-ayat Al-Qur’an itu sesuai dengan tingkatan jannah. Maka dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, naiklah di tingkatan jannah sesuai dengan jumlah bacaanmu.

Barangsiapa yang menyempurnakan bacaan seluruh Al-Qur’an maka dia memiliki puncak tertinggi tingkatan jannah, dan barangsiapa yang membaca satu juz maka dia memiliki tingkatan jannah sesuai bacaan tersebut, maka endingnya pahala itu ketika di penghujung bacaan.” (Lihat: Tuhfatul Al-Ahwadzi: 7/232, Tadabburul Al-Qur’an: 24).

Dalam hadis di atas dapat disimpulkan, membaca saja sudah dapat pahala apalagi memahami maksa dan isinya. Hadis ini menyebutkan pahala membaca al-Quran.

Ajuran Tadabbur dan Tafakur

Tadabur menurut bahasa adalah memikirkan di balik sesuatu akibatnya. Ia hampir sama maknua dengan tafakkur. Kata tadabur (تدبر) berasal dari kata da-ba-ra – dubur (دبر), yang berarti “belakang” lawan qubul (قبل), yang berarti “depan.”

Dari kata dabbara – dubur (دبر),  berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu. Seperti dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya “memandang, memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

Kata tadabbur  disebut 4 kali dalam Al-Quran. Di antaranya;

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS: Muhammad [47]: 24)

Dengan ayat ini Allah menegaskan, apakah mereka tidak memperhatikan, yaitu membaca, memikirkan, menghayati, dan mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalam Al-Quran, hingga mereka beriman kepada Allah.

Sementara tafakkur artinya menggerakkan hati, merenungkan atau memikirkan. Kata tafakkur berasal  dari tafakkara (التفكر) . Ia merupakan isim masdar dengan kata kerja تفكر – يتفكر yang artinya adalah memikirkan sesuatu.

Dalam Kamus al-Munawir dijelaskan bahwa kata رّكفت sama halnya dengan kata رّكذت yang  berarti  mengingatkan, sedangkan merupakan bentuk mudhari’nya berati  memikirkan.

Tujuan Al-Quran diturunkan bukan sekadar  hanya dibaca,  namun Allah menyeru seluruh hambanya untuk menghayati sari pati dari isinya, sebagaimana firman-Nya:

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. “ (QS: Shad: 29).

Imam al-Tabari  menyatakan  makna ayat tersebut ialah tujuan  penurunan  al-Quran supaya  umat Nabi Muhammad ﷺ mentadabburkan makna ayat al-Quran  serta beramal dengan segala yang telah disyariatkanNya. [al-Jaami’ al-Bayan ‘An Ta’wil Aayi al-Quran, al-Thabari ( 20/79)].

Kita diperintahkan memahami isi kandungan Al-Quran untuk diambil pelajaran dan diamalkan di dalam kehidupan. Karenanya sangat rugi umat Islam yang telah diberi Al-Quran hanya sekedar dibaca saja, tetapi tidak berusaha memahami menghayatinya, sebagaimana firman Allah swt:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Maksudnya: (Setelah diterangkan yang demikian) “Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?. (QS: Surah Muhammad (24)

Berdasarkan ayat tersebut dapat difahami bahwa  mereka yang membaca al-Quran tanpa menghayati, tanpa memikirkan atau tidak melakukkan tadabur, maka kata Allah, “apakah hati mereka telah  terkunci?”

Bagaimanapun, ayat tersebut menunjukkan agar kita merenungkan, memahami dan mentadaburkan isi ayat Al-Quran setelah kita baca. Sekiranya mereka yang telah membaca al-Quran dengan  tadabbur, maka  jiwa-jiwanya  mereka akan diberikan kelapangan untuk menerima hidayah serta hikmah daripada Allah ﷻ.*

Redaktur: Muhammad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:isi Al-Quranmakna Al-Quranmembaca al-QurantadaburTaddaburtafakur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Menolak Belasungkawa AS, Erdogan Bertemu Biden
Tulisan selanjutnya Tak Dilarang UU, PPP-PAN Mengaku Tak Haramkan Politik Identitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel
Berita

Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 19:30
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Terbaru

  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Mungkin Anda Juga Suka

Konsultasi Syariah

Mengapa Niat Puasa dalam Madzhab Syafi’i Harus Disebutkan Secara Detail?

1 Maret 2025 18:00
Konsultasi Syariah

Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzhab  

1 Maret 2025 16:00
Konsultasi Syariah

Hukum Mencium Mushaf, Bolehkah?

4 Februari 2025 12:47
Konsultasi Syariah

Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?

26 Januari 2025 04:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?