Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
OpiniTsaqafah

Fenomena Zombie Starup Digital Unicorn-Decacorn

Muhammad
Terakhir diupdate: 13 Desember 2022 13:42 1:42 pm
Muhammad
Dipublikasikan 29 November 2022 15:30
Bagikan
Bagikan

Zombie unicorn merujuk pada julukan perusahaan rintisan atau starup yang memiliki valuasi tinggi tetapi goyah karena belum profit dan kehabisan dana atau modal

Oleh: Agus Maksum

Hidayatullah.com | BEBERAPA perusahaan starup digital berkategori Unicorn di Silicon Valley, Amerika Serikat disebut sebagai “Zombie Unicorn” yang berakibat PHK karyawan, penurunan kapitalisasi pasar dan harga saham.

Demikian pula di Indonesia starup digital yang tidak asing kita dengar bahkan kebanggaan para penggerak trend disruption seperti GoTo, Shopee Ruangguru, Grabkitchen. LinkAja,JD.ID,Xendit dan puluhan lagi mengalami hal yang sama yakni fenomena “Zombie starup digital Unicorn”.

Istilah “zombie unicorn” sedang tren di dunia starup digital. Di Silicon Valley yang menjadi pusat start up Amerika Serikat (AS) banyak perusahaan teknologi yang sedang mengalami fase ini, menyusul di Indonesia Lantas, apa itu zombie unicorn?

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Seperti dilansir NBC News, zombie unicorn merujuk zombie unicorn merujuk .

  Sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal kondisi yang terjadi seperti saat ini. zombie unicorn merujuk pada julukan perusahaan rintisan atau sturtup yang memiliki valuasi tinggi tetapi goyah karena belum profil dan kehabisan dana alias modal.

Ibaratnya itu hanya tinggal menunggu waktu. Tampaknya sekarang sudah sampai waktunya.

Penjelasannya sederhana saja. Unicorn-decacorn dengan model bisnis membakar uang, pada umumnya tidak bisa menjaga komitmen user.

Ini karena para user didapat dengan cara pragmatis dan dimanja,  bukan dipenuhi kebutuhan pokok dan hariannya. Valuasi model bisnis tersebut ditentukan oleh jumlah user.

Sementara itu jika membakar uangnya telah habis, lazimnya akan muncul aplikasi sejenis yang sedang membakar uang. Itu sebabnya akan berpindahlah para user ke aplikasi sebelah, kecuali dia bisa monopoli dan kartel seperti Google, Microsoft, dan lain-lain dengan seluruh kompetitor dimatikan sampai habis dan tidak bernapas.

Bila ada yang muncul sedikit, maka akan langsung dibeli untuk dimatikan.   Fenomena ini adalah peluang bagi platform digital berbasis komunitas.

Melihat hal itu sebenarnya ini peluang kita untuk bisa membuat aplikasi pengganti sang zombie. Yakni  aplikasi  yang komitmen dan engagement usernya didapat bukan dari membakar uang tapi diperoleh dari membangun  komitmen sosial dalam komunitas.

Komunitas perlu memiliki platform aplikasi digital sendiri. Caranya dengan melakukan gerakan sosial serta kesadaran bersama untuk memanfaatkan dan mengkonsolidasi ekonomi komunitas  yang seharusnya memang bisa diberdayakan.

Di dalam komunitas biasanya ada leader. Lalu kita dorong leader tersebut agar bisa menggerakkan anggotanya untuk menjadi user aplikasi komunitas dan menjaga engagement user pada aplikasi milik komunitas dengan ikatan dan komitmen sosial.

Dengan begitu maka inilah yang harus kita lakukan untuk mengambil kesempatan saat start up digital besar yang mulai terkena badai yang diciptakannya sendiri dengan model bisnisnya. Mereka itu telah kehabisan anggaran  untuk membakar uangnya dan exit melalui strategi IPO (initial public offering) belum tercapai.

Saya yakin bila user dari aplikasi milik komunitas dibangun dari komitmen yang berhasil digerakkan melalui dinamika dalam komunitas untuk mandiri secara ekonomi,  maka user akan lebih  langgeng.

Walau hal ini perlu energi sosial untuk menggerakkan dinamika dalam komunitas (dakwah bidang ekonomi). Akan tetapi insya-Allah hasilnya akan lebih langgeng dan kemandirian ekonomi komunitas serta merambah ekonomi nasional akan tercapai melalui kepemilikan Platform digital komunitas.*

Penulis pegiat StartUp digital berbasis Economic Community Platform. Pemegang hak patent platform digital komunitas

Redaktur: Muhammad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:decacornperusahaan rintisanstartupunicornzombie startup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Ancam Santri dengan Pistol di Gowa, Propam Turun Tangan
Tulisan selanjutnya Waketum MUI: Pilih Materi Dakwah yang Sesuai Kebangsaan dan Keumatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?