Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Uighur Kecewa Raja Salman Undang Xi Jinping

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Desember 2022 14:12 2:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Desember 2022 22:20
Bagikan
Presiden China Xi Jinping tiba di Arab Saudi sejak Rabu (7/12/2022) disambut secara mewah dengan dikawal enam jet aerobatik Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 50 kelompok Uighur hari Kamis mendesak kepala negara dan pemimpin organisasi internasional yang bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Arab Saudi untuk mengutuk kejahatan dan kekejaman China terhadap etnis Uighur dan mengakhiri genosida di wilayah Xinjiang.

Xi Jingping, yang melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Arab Saudi, menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kedua belah pihak setuju mengadakan pertemuan secara bergiliran setiap dua tahun.

Selama awal kunjungan, perusahaan China dan Saudi menandatangani lebih dari 30 perjanjian investasi.  Xi  Jingping juga akan menghadiri KTT dengan negara-negara Arab dan negara-negara Teluk, termasuk KTT China-Arab States yang pertama.

Orang nomor satu China itu terakhir mengunjungi negara Timur Tengah itu pada 2016. “Dalam berbagai kesempatan, organisasi Uighur menyatakan kekecewaan besar mereka atas sikap diam negara-negara mayoritas Muslim atas genosida etnis Uighur, melibatkan penahanan sewenang-wenang terhadap jutaan orang Uighur di kamp-kamp konsentrasi, di mana mereka dipaksa untuk meninggalkan keyakinan dan praktik keagamaan mereka, ” demikian sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut.

China juga telah menghancurkan atau merusak ribuan masjid dan kuburan Muslim di Xinjiang, yang oleh orang Uighur disebut sebagai Turkistan Timur, China juga melarang praktik keagamaan seperti memberi nama Islami pada anak-anak, melarang puasa Ramadhan, dan memaksa umat Islam untuk makan daging babi dan minum alkohol.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Oktober, banyak negara mayoritas Muslim memberikan suara menentang atau abstain pada Resolusi PBB yang berusaha untuk mengangkat perdebatan di Dewan Hak Asasi Manusia atas laporan mantan kepala hak asasi manusia PBB tentang pelanggaran hak di Xinjiang.

Laporan tersebut mendokumentasikan pelanggaran yang meluas; termasuk penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, aborsi paksa, dan pelanggaran kebebasan beragama, dan menyimpulkan bahwa represi di sana “mungkin merupakan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap kemanusiaan.”

“Kegagalan negara-negara ini untuk memberikan ruang debat di Dewan Hak Asasi Manusia, sebuah badan yang dibentuk untuk melakukan hal itu, bertentangan dengan nilai-nilai inti dan prinsip-prinsip Islam,” kata pernyataan itu.

Arab Saudi adalah tempat dari dua tempat tersuci Islam, Makkah dan Madinah, dan keluarga kerajaan Saudi bertanggung jawab atas perwalian mereka dan memfasilitasi ziarah keagamaan di sana.

‘Menutup mata’

Dolkun Isa, Presiden Kongres Uighur Sedunia (WUC) yang berbasis di Munich, Jerman, mengatakan China tidak hanya melakukan genosida terhadap Muslim Uighur, tetapi juga telah menyatakan perang terhadap Islam.

“Benar-benar tidak dapat diterima bahwa para pemimpin dunia Muslim akan duduk bersama diktator China di panggung yang sama dan hanya berbicara tentang bisnis dan kerja sama dengan menutup mata terhadap serangan China terhadap Islam,” katanya kepada Radio Free Asia (RFA).

Gheyyur Qurban, Direktur kantor WUC di kantor Berlin mengatakan negara-negara seperti Arab Saudi dan Iran tidak hanya diam atas genosida Uighur, tetapi juga mendukung posisi pemerintah China, bahkan di PBB dengan mengorbankan sesama Muslim Uighur.

“Sangat mengecewakan melihat para pemimpin Saudi yang mengaku sebagai Pelindung Dua Kota Suci menerima Xi Jinping, pelaku utama genosida Uighur, dengan upacara sombong dan mengizinkannya mengadakan pertemuan puncak dengan para pemimpin Timur Tengah untuk memperluas infiltrasi dan pengaruh China di jantung dunia Islam,” katanya kepada RFA.

China adalah mitra dagang utama Arab Saudi, dan kerajaan itu berfungsi sebagai sumber vital minyak mentah bagi China.

WUC, salah satu penandatangan pernyataan itu, juga meminta otoritas Saudi untuk tidak memulangkan empat warga Uighur yang ditahan di sana kembali ke China, dengan mengatakan ekstradisi mereka akan melanggar prinsip internasional non-refoulement.

Menurut WUC, praktik tersebut melarang negara yang menerima pengungsi atau pencari suaka untuk mengembalikan mereka ke negara di mana mereka kemungkinan besar akan menghadapi penganiayaan.

Seperti diketahui, polisi Saudi telah menangkap dua pria Uighur yang berasal dari Xinjiang pada November 2020 saat mereka berada di negara tersebut karena alasan agama. Penangkapan diduga dilakukan setelah Kedutaan Besar China di Arab Saudi meminta ekstradisi mereka.

Otoritas Saudi juga menangkap Abula Buheliqiemu dan putri remajanya di dekat Mekkah Maret ini. Pihak berwenang memberi tahu keempatnya bahwa mereka menghadapi deportasi ke China.

Dalam sebuah laporan dalam laporan bertajuk ‘Patrol and Persuade’ yang dirilis kelompok hak asasi manusia Safeguard Defenders, yang berbasis di Spanyol menunjukkan melaporkan adanya 100 “kantor polisi ilegal China” yang beroperasi di seluruh dunia. Hal ini telah mendorong setidaknya 12 negara termasuk Kanada, Jerman dan Belanda untuk menyelidikinya.

Lembaga itu juga mengidentifikasi rezim Tiongkok bahnya punya 11 kantor polisi berlokasi di Italia. Pos polisi ini juga terdeteksi di Kroasia, Serbia, dan Rumania.

Safeguard Defenders mengeklaim pihak berwenang Beijing telah menggunakan taktik intimidasi untuk menekan warga China yang tinggal di negara-negara ini, terlepas dari apakah mereka dicurigai melakukan penipuan telekomunikasi atau kejahatan lainnya, untuk kembali.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaetnis uighurMuslim UighurRaja SalmanXi Jinpingxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepakati Kerjasama dengan Asean Mall, Muslim Life Fair Dorong UMKM Go Internasional
Tulisan selanjutnya Fosil Singa Atlas Fosil Singa Atlas Berusia 110.000 Tahun Ditemukan di Maroko

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?