Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengamat: Pertemuan China dan Arab Saudi Tidak lebih Kepentingan Minyak

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Desember 2022 21:07 9:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Desember 2022 21:30
Bagikan
China Palestina
Presiden China Xi Jinping di depan para pemimpin Arab Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin China Xi Jinping mengunjungi Arab Saudi minggu ini untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun. Namun “perjanjian kemitraan strategis” itu dinilai tidak lebih untuk kepentingan minyak, demikian analisis wartawan untuk CNN Business, berbasis di Hong Kong, Laura He.

“Kunjungan itu adalah tanda bahwa China dan kawasan Teluk sedang memperdalam hubungan ekonomi mereka pada saat hubungan AS-Saudi hancur karena keputusan OPEC untuk memangkas pasokan minyak mentah,” ujar Laura dalam kolomnya yang dimuat di laman CNN.

Menurut kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), dalam pertemuan itu, perjanjian kemitraan ditandatangani oleh kedua belah pihak, mencakup sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman, seperti tentang energi hidrogen dan peningkatan koordinasi antara Visi Kerajaan 2030 dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China (Belt and Road Initiative). Hanya saja, kata Laura, tidak ada rincian spesifik tentang hal ini.

Menurut Laura, China adalah mitra dagang terbesar Arab Saudi dan juga pembeli minyak terbesar di dunia. Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar China di Timur Tengah dan pemasok minyak mentah global terbesar.

“Kerja sama energi akan menjadi pusat dari semua diskusi antara kepemimpinan Saudi-China,” kata Ayham Kamel, kepala tim peneliti Timur Tengah dan Afrika Utara Grup Eurasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada pengakuan besar atas kebutuhan untuk membangun kerangka kerja guna memastikan bahwa saling ketergantungan ini diakomodasi secara politis, terutama mengingat ruang lingkup transisi energi di Barat,”tambahnya.

Laura membeberkan,tahun lalu, perdagangan bilateral antara Arab Saudi dan China mencapai $87,3 miliar, naik 30% dari tahun 2020, menurut angka bea cukai China.

Impor minyak mentah China dari Arab Saudi mencapai $43,9 miliar pada tahun 2021, terhitung 77% dari total impor barang dari kerajaan tersebut. Jumlah itu juga merupakan lebih dari seperempat total ekspor minyak mentah Arab Saudi.

“Stabilitas pasokan energi, baik dari segi harga maupun kuantitas, merupakan prioritas utama bagi Xi Jinping karena ekonomi Tiongkok masih sangat bergantung pada impor minyak dan gas alam,” tulis Laura mengutip Eswar Prasad, seorang profesor kebijakan perdagangan di Universitas Cornell.

Pada Kongres Partai ke-20 di bulan Oktober, Xi menekankan bahwa memastikan keamanan energi adalah prioritas utama. Komentar itu muncul setelah serentetan kekurangan daya yang parah dan melonjaknya harga energi global menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Harga minyak telah jatuh kembali ke posisi sebelum perang Ukraina di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang tajam. Sejauh mana ekonomi China dapat meningkat tahun depan akan memiliki pengaruh besar pada seberapa buruk kemerosotan itu.

Di luar keamanan pasokan, Arab Saudi dapat menawarkan Beijing hadiah lain dengan konsekuensi geopolitik yang lebih besar. Riyadh telah melakukan pembicaraan dengan Beijing untuk menentukan harga sebagian penjualan minyaknya ke China dalam mata uang China, yuan, bukan dolar AS, menurut laporan Wall Street Journal.

“Kesepakatan seperti itu bisa menjadi pendorong ambisi Beijing untuk memperluas pengaruh global mata uang China,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudichinaminyak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi
Tulisan selanjutnya Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?