Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan, Rebut Piala Akhirat bukan Piala Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2014 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2014 13:39
Bagikan
Bagikan

SAAT ini sebagian masyarakat di seluruh dunia sedang dilanda demam Piala Dunia. Bagi masyarakat yang negaranya ikut serta dalam ajang tersebut, bisa ditebak akan antusias menyaksikan duta-duta bangsa mereka berlaga di lapangan hijau. Terlebih lagi warga Brasil, selaku tuan rumah dalam ajang turnamen sepakbola empat tahunan ini.

Uniknya, masyarakat yang negaranya tidak ikut serta seperti Indonesia juga larut dalam animo kegembiraan menyambut Piala Dunia. Setidaknya hal itu tampak di berbagai media massa dan media-media sosial yang ada.  Mereka turut larut bukan karena urusan nasionalisme tapi ada ikatan emosional dengan pemainnya, kompetisi liganya atau pelatihnya sekalipun.

Mereka serius menyatakan dukungan kepada salah satu negara jagoannya. Ini disimbolkan dengan kostum atau aksesoris yang dipakai, rela begadang semalaman sekedar menyaksikan pertandingan secara live. Uniknya lagi, ia bisa jadi sedih, galau, serta menangis saat negara yang didukung itu kalah dari lawannya. Sebaliknya, ia sanggup berteriak histeris sambil mengepalkan tangan jika ternyata jagoannya mencetak gol dan menang.

Itulah Piala Dunia saat ini. Di saat bersesuaian, seluruh kaum muslimin sedang menjalani bulan Ramadhan. Sebuah gelaran berbeda dengan piala yang tidak sama tentunya, yaitu Piala Akhirat berupa takwa yang berujung kepada surga nan abadi.

Ada beberapa perbedaan dan persamaan dalam ajang perebutan Piala Dunia dan Piala Akhirat saat ini. Perbedaannya pemenang Piala Dunia hanya satu tim saja. Kayak apapun bagusnya pemain dan pelatih serta strategi jitu yang diterapkan tetap saja hanya satu tim atau negara saja yang berhak meraih trophy Piala Dunia. Sehingga yang berpesta dan berbahagia-ria pada babak final nanti hanya satu negara dengan penduduknya saja.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Sedang negara lain hanya bisa larut dalam duka, hujan air mata, serta  penyesalan yang tiada tara.

Beda dengan Piala Akhirat, ia bisa diraih oleh semua orang beriman lintas negara, suku, warna kulit atau bahasa, asal mereka bersungguh-sungguh dan ikhlas berpuasa. Semua berhak sekaligus wajib mendapatkan menang dan bergembira menjalani Ramadhan.

Menariknya, meski sama-sama bertanding, tapi yang mengikuti perlombaan tersebut masing-masing berharap agar ia dan saudaranya mendapatkan kemenangan bersama. Sehingga semua berpesta dan bergembira merayakan kemenangan Ramadhan di Idul Fitri nanti.

Persamaannya untuk merebut Piala Dunia dan Piala Akhirat, masing-masing membutuhkan persiapan,  kerjasama,  kerja keras, dan pengorbanan.

Pertama, semua tim yang ikut Piala Dunia bisa dipastikan melakukan sekian banyak persiapan-persiapan sebelumnya. Mulai dari persiapan fisik, teknik dan strategi. Para pelatih tentu tak mau ambil resiko membawa pemain yang lagi didera cedera atau tidak siap mental bertanding. Menyatukan sejumlah pemain berskill hebat dengan strategi hebat juga membutuhkan waktu yang panjang dalam persiapan.

Merebut Piala Akhirat juga demikian. Nabi Muhammad sendiri makin memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban dan banyak berdoa sejak bulan-bulan sebelumnya. Semuanya sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadhan.

Kata Ibnu Athoillah, “Karunia Allah sangat tergantung dengan kadar persiapan kita”.
Jika ingin menggapai banyak karunia maka perlu persiapan yang banyak pula.

Sebaliknya jangan berharap karunia banyak jika persiapan itu sendiri minim sedari awal.

Kedua, tim yang solid. Piala Dunia bukanlah turnamen individu tapi kerjasama tim yang solid. Tim yang solid dianggap punya peluang besar merebut Piala Dunia.

Dalam merebut Piala Akhirat juga diperlukan tim atau jamaah untuk saling memotivasi dan lingkungan yang mendukung. Sebab orang yang berpuasa dengan tim atau berjamaah itu lebih mudah dan menggembirakan.

Ketiga, adanya pemimpin. Untuk merebut Piala Dunia diperlukan sosok pelatih hebat di luar lapangan dan seorang kapten di lapangan yang energik. Biasanya kalau tim tersebut kalah atau dianggap gagal, maka sang pelatih menjadi orang yang paling bertanggung jawab. Ia bahkan terancam pemecatan dini usai pertandingan. Sebab pelatih bertanggung jawab terhadap pemilihan pemain, persiapan dan strategi yang diterapkan di lapangan.
Piala Akhirat juga memerlukan pemimpin yang tegas untuk mengkondisikan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.

Baik dalam sebuah komunitas Muslim setingkat level RT, desa atau propinsi. Bahkan sejatinya dunia ini memerlukan pemimpin yang bisa mengarahkan umat Islam. Selama ini potensi hebat umat Islam secara individu tidak maksimal karena tidak adanya jamaah dan umat yang belum bersatu.

Contoh terdekat ketika umat Islam dihadapkan pada penentuan awal Ramadhan lalu.

Persamaan keempat, kerja keras dan pengorbanan. Mustahil sebuah tim sepakbola bisa merebut tropi Piala Dunia kalau mereka enggan bekerja keras dan berkorban.

Pun demikian dalam merebut Piala Akhirat. Ia butuh pengorbanan dan mujahadah yang maksimal. Mulai dari menanggung rasa lapar dan dahaga di siang hari. Mengurangi tidur dan menahan kantuk demi shalat Tarawih dan Tahajjud di tengah malam. Memperbanyak bacaan al-Qur’an dan berinfak kepada orang lain.

Mari kita berlomba dan berjuang merebut Piala Akhirat di bulan Ramadhan ini. Sebab Piala Akhirat ini tak bisa diraih hanya sekedar menahan lapar dan haus tapi ia harus dimaknai dengan all out, mujahadah maksimal, dan keikhlasan tentunya.*/Abdul Ghofar Hadi, Ketua Panitia Ramadhan 1435 H Kampus Hidayatullah Gunung Tembak

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semarakkan Ramadhan, Santri AcehKunjungi Masjid dan Meunasah
Tulisan selanjutnya Dikenal Lembut, Putra Indonesia Laris jadi Imam Tarawih di Sudan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?