Hidayatullah.com– Setengah penduduk dunia bisa mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan pada 2035 jika tidak ada tindakan yang diambil untuk menghindarinya, kata World Obesity Federation memperingatkan.
Lebih dari empat miliar orang akan terdampak, dengan tingkat kenaikan tercepat di kalangan anak-anak, kata federasi itu dalam laporannya seperti dilansir BBC Jumat (3/3/2023).
Negara-negara berpendapatan rendah atau menengah di Afrika dan Asia diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar.
Laporan itu memperkirakan biaya penanggulangan akibat obesitas akan membengkak menjadi lebih dari $4 triliun per tahun pada 2035.
Presiden federasi itu, Prof Louise Baur, menggambarkan temuan yang dipaparkan dalam laporan tersebut merupakan peringatan yang sangat jelas agar negara-negara segera bertindak sekarang atau menanggung akibatnya di masa mendatang.
Laporan itu secara khusus menyoroti obesitas di kalangan anak-anak dan remaja, dengan tingkat yang diperkirakan dua kalinlipat dibandingkan level tahun 2020 baik di kalangan anak lelaki maupun perempuan.
Prof Baur mengatakan trennya cukup mengkhawatirkan dan dia menegaskan bahwa pemerintah dan para pembuat kebijakan perlu melakukan semua yang mereka bisa lakukan guna mencegah beban berat kesehatan, sosial dan ekonomi diwariskan ke generasi muda.
Laporan tersebut juga menyoroti negara-negara berpenghasilan rendah yang “sering kali paling tidak mampu menanggapi obesitas dan konsekuensinya”.
Sembilan dari 10 negara dengan perkiraan peningkatan obesitas terbesar secara global adalah negara berpenghasilan rendah atau menengah ke bawah di Afrika dan Asia.
Alasannya antara lain tren preferensi diet terhadap makanan yang banyak diproses (highly processed food), tingkat perilaku sedikit bergerak yang lebih tinggi alias mager (dalam bahasa gaul), kebijakan yang lemah dalam kontrol pasokan dan pemasaran makanan, serta sumber daya yang kurang baik dalam pelayanan kesehatan, manajemen berat badan dan pendidikan kesehatan.
Temuan itu memperkirakan bahwa kenaikan tingkat obesitas di seluruh dunia akan berdampak signifikan pada ekonomi global, setara dengan 3% dari global Gross Domestic Product (GDP).
Data yang dipublikasikan dalam laporan tersebut akan dipresentasikan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin (6/3/2023).
Obesitas adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kelebihan lemak tubuh yang tinggi.
Laporan tersebut menggunakan indeks massa tubuh (BMI) untuk membuat penilaiannya. BMI dihitung dengan membagi berat badan orang bersangkutan dibagi dengan kuadrat tinggi badannya.*




