Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bahrain Mengusir Diplomat AS Setelah Bertemu Kelompok Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2014 14:23 2:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2014 14:23
Bagikan
Malinowski (tengah) diperintahkan untuk meninggalkan negara itu setelah bertemu dengan kelompok oposisi Syiah Bahrain, Al Wifaq
Bagikan

Hidayatullah.com–Bahrain memerintahkan seorang diplomat tinggi AS untuk meninggalkan negara itu pada hari Senin, kata Kementerian Luar Negeri Bahrain, setelah ia bertemu dengan kelompok oposisi Syiah terkemuka. Demikian rilis Arab News, Senin (7/7/2014).

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Asisten Menteri Luar Negeri untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja AS Tom Malinowski tidak diterima di Bahrain.

Dikatakan dia ikut campur urusan dalam negeri negara itu dengan mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok dengan mengorbankan lainnya.

Pernyataan itu mengatakan bahwa pertemuan seperti itu “memecahbelah” rakyat negara itu. Pernyataan itu menambahkan, tindakannya itu “bertentangan langsung dengan norma-norma diplomatik seperti lazimnya.”

Bahrain adalah negara dimana terdapat Angkatan Laut AS Armada ke-5.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun terjadi pertikaian diplomatik, pernyataan Kementerian itu mengatakan hubungan antara Bahrain dan Amerika Serikat tetap kuat dan penting.

“Pemerintah Bahrain menegaskan bahwa hal ini tidak boleh dengan cara apapun mempengaruhi hubungan timbal balik kedua negara,” kata pernyataan itu.

Malinowski diperintahkan untuk meninggalkan negara itu setelah bertemu dengan kelompok oposisi Syiah Bahrain, Al Wifaq.

Dia tiba di negara itu pada hari Ahad dan dijadwalkan untuk tinggal selama tiga hari, namun masa kunjungannya dipotong oleh perintah mendadak untuk meninggalkan negara itu sehari lebih awal.

Dia juga memiliki jadwal pertemuan dengan para pejabat pemerintah, serta aktivis hak asasi manusia terkemuka Nabeel Rajab yang dibebaskan dari penjara akhir Mei lalu setelah menjalani hukuman dua tahun karena mengambil bagian dalam berbagai protes ilegal. Rajab mengatakan kepada The Associated Press ia tidak bertemu Malinowski.

Bahrain, negara pulau kecil di lepas pantai Semenanjung Arab, telah bergolak karena protes yang terjadi hampir setiap hari dari kalangan Syiah yang menuntut hak-hak politik yang lebih besar sejak awal tahun 2011.

Para pejabat Bahrain menuduh Syiah Iran menghasut Syiah Bahrain untuk melancarkan protes. Dua pejabat AS di Washington menegaskan bahwa Malinowski telah diperintahkan untuk pergi, tapi masih ada di sana sementara keperluan logistiknya diurus.

Para pejabat itu berbicara dengan merahasiakan identitas karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatdemonstrasisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Capres yang (konon) Sudah Disetting
Tulisan selanjutnya Gunakan Sandi “Batu Cadas” Zionis-Israel Mulai Gempur Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?