Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juni 2023 13:10 1:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juni 2023 13:09
Bagikan
Bagikan

Islam mengatur kebijakan pertanian dan peternakan, negara membantu menekan biaya produksi peternakan dengan menyediakan bahan pakan yang murah

Hidayatullah.com | BERULANG tanpa henti, harga telur melambung tinggi lagi, seolah tak ada solusi. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) menyayangkan harga telur di pasaran terus melambung tinggi.

IKAPPI menyebut harga telur di wilayah Jabodetabek berada di kisaran Rp 31.000 hingga Rp 34.000 per kg, sedangkan di luar Pulau Jawa atau wilayah Timur Indonesia tembus Rp 38.000 per kg, bahkan lebih dari Rp 40.000 per kg.

Dia mengatakan, harga telur mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terakhir, di mana IKAPPI sendiri menemukan ada dua hal yang menjadi fokus perhatian pihaknya.

Pertama adalah karena faktor produksi, yang disebabkan oleh harga pakan yang tinggi. Kedua, adalah akibat proses distribusi yang tidak sesuai dengan kebiasaan, yang biasanya di distribusikan ke pasar.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi
Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

Jika kita cermati lonjakan harga yang terjadi berulang bukan sekadar persoalan di tataran regulasi teknis, melainkan berpangkal dari konsep pengaturan berparadigma sistem kapitalisme neoliberal.

Penerapan paradigma ini menyebabkan negara berlepas tangan dari tanggung jawabnya memenuhi kebutuhan dasar rakyat, termasuk pangan salah satuya telur.

Peran pemerintah sekadar regulator dan fasilitator, bukan lagi penanggung jawab. Akibatnya, pengadaan kebutuhan dasar rakyat diambil alih korporasi yang justru menjadi proyek bancakan untuk mengejar keuntungan sepihak.

Pada sektor pertanian dan pangan ini misalnya, muncullah perusahaan-perusahaan raksasa bahkan menjadi perusahaan integrator yang menguasai seluruh rantai usaha pengadaan pangan, mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga konsumsi.

Pada sektor produksi pertanian, setidaknya 10 korporasi raksasa menguasai produksi benih, pupuk, pestisida, dan saprotan lainnya. Sektor peternakan pun demikian, 80% pasar produk peternakan dikuasai hanya oleh tiga perusahaan integrator.

Perusahaan-perusahaan integrator ini merupakan produsen DOC, pakan, pemilik peternakan, hingga menghasilkan produk hilir peternakan.

Negara juga absen dalam pengaturan rantai distribusi sehingga para mafia yang notabene sebagiannya korporasi itu sendiri menjadi tumbuh subur.

Praktik spekulasi dan kartel sukar dihilangkan karena korporasi lebih berkuasa daripada pemerintah. Melonjaknya harga telur saat ini tidak terlepas dari keberadaan korporasi integrator yang menguasai rantai penjualan produk-produk peternakan sehingga merusak harga pasar.

Sebagaimana judulnya, Islam dapat mengatasi persoalan ini karena memiliki rangkaian tindakan untuk menjamin kestabilan harga dan memastikan setiap individu mampu mengakses kebutuhannya.

Islam adalah agama yang sempurna memiliki aturan yang lengkap berasal dari Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Dalam aturan Islam, negara akan mengatasi permasalahan-permasalahan kehidupan secara sempurna. Tidak terkecuali masalah kenaikan harga telur, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi hal tersebut ialah:

Pertama, negara wajib mengatur penawaran dan daya beli masyarakat. Sehingga negara harus memiliki data yang terukur dan jelas, agar produsen memproduksi barang sesuai kebutuhan masyarakat baik dari hilir hingga ke hulu.

Daya beli masyarakat akan dijaga agar tetap tinggi, kompetitif dan mengendalikan kondisi ekonomi yang baik bagi masyarakat. Salah satunya dengan cara, bagi rakyat yang tidak mampu maka negara akan membantu langsung kepada individu per individu, sehingga pemenuhan kebutuhannya terjamin.

Kedua, kebijakan pertanian dan peternakan. Negara membantu menekan biaya produksi peternakan dengan menyediakan bahan pakan yang murah.

Negara juga akan mendorong lahirnya teknologi modern yang mampu mendukung peternakan dan mengaplikasikannya agar lebih efisien. Dengan begitu, maka akan ada banyak laboratorium, perpustakaan dan kandang percobaan untuk melakukan berbagai hal penelitian terkait peternakan.

Para ilmuwan pun akan mendapatkan berbagai dukungan yang diperlukan selain penghargaan yang diberikan oleh negara karena karyanya, termasuk membiayai dana penelitiannya.

Ketiga, negara mencegah adanya swasta asing dan mengatur pendistribusian telur. Negara akan mencegah masuknya pemodal besar ke sektor peternakan ayam petelur, terutama bagi swasta asing.

Negara akan mengatur pendistribusian telur agar harga tetap terjaga dan ketersediaannya merata di seluruh lapisan masyarakat. Negara juga memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan benar ketika kondisi penawaran dan permintaan sehat.*

Setya Kurniawati S.Pt, alumni Mahasiswi Peternakan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamislam dan pertanianpertanianTelur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adab, Ma’rifah, dan Keselamatan Akidah
Tulisan selanjutnya Vatikan Terima Pengunduran Diri Uskup India Tersangka Pemerkosa Biarawati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Surat Pembaca

Tanggapan terhadap Perlombaan Penulisan Artikel oleh BPIP

16 Agustus 2021 13:17
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?