Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Prof Rasjidi, Kritikus Tajam yang Tidak Pendendam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2023 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2023 11:00
Bagikan
Prof HM Rasjidi dan Mukti Ali (Mantan Menteri Agama yang menjadi ketua penulisan buku 70 Tahun Rasjidi)
Bagikan

Munawir Sadjali mengatakan, Rasjidi kalau menjewer orang tidak tanggung-tanggung, namun dia lakukan semata-mata kebenaran ilmu,  tanpa mengurangi ukhuwah Islamiyah

Hidayatullah.com | SEBAGAIMANA yang umum diketahui, Prof. Dr M Rasjidi adalah intelektual muslim Indonesia yang begitu tajam kritik-kritiknya. Meski demikian, kritik-kritik itu tak berujung dendam, malah tetap terjaga ukhuwah.

Perhatikan foto (utama) yang kita tampilkan dalam tulisan ini. Gambar ini merupakan gambaran kemesraan Nurcholish Madjid dengan Pak Rasjidi saat acara peringatan 70 tahun Rasjidi pada 5 Juli 1985 di auditorium Mesjid Istiqlal yang dipenuhi hadirin.

Acara ini diliput dalam Majalah Panjimas No. 473 (XXVII/1985) dengan judul “MALAM DAMAI UNTUK SANG PENJAGA”. Di antara isi liputan, “Tokoh muda Islam itu,” maksudnya Nurcholish Madjid, “bersalaman mesra dan saling berbicara intim, dan mengucapkan selamat HUT ke 70 Pak Rasyidi.” 

Bahkan, Cak Nur saat itu juga menyumbangkan tulisan dalam buku peringatan 70 Tahun Rasjidi. Padahal, sudah maklum diketahui di jagad media tulis betapa tajam kritik-kritik Rasjidi kepada Nurcholish Madjid.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Foto di sampingnya adalah dengan Pak Mukti Ali (Mantan Menteri Agama yang menjadi ketua penulisan buku 70 Tahun Rasjidi) yang juga pernah disentil Rasjidi dengan tulisan. Terlihat dalam gambar itu dengan senyuman, terlihat Mukti Ali dan Rasjidi begitu mesrah saat menyerahkan lukisan Rasjidi.

Dalam sambutannya, Mukti Ali menyampaikan, “Pak Rasjidi adalah ilmuwan, ulama, politiks, diplomat dan penulis, yang pengalamannya patut ditulis orang.”

Sedangkan gambar paling bawah ini adalah kemesraan antara Pak Rasjidi dengan Harun Nasution setahun sebelum diadakan peringatan. Dimuat dalam Majalah Panjimas No. 445 (XXVI/1984).

Publik sudah banyak yang tahu bagaimana kritik-kritik pedas Rasjidi yang dituangkan dalam artikel ilmiah dan buku yang ditujukan kepada Harun Nasution. Dalam malam peringatan setahun kemudian Harun Nasution ikut dalam peringatan 70 Tahun Rasjidi dan ikut menyumbangkan tulisan.

Menariknya, Rasjidi pernah turut membantu Harun Nasution sebagai dosen pada Fakultas Pasca Sarjana yang dipimpinnya. Saat itu, Harun Nasution menjadi dekan, keduanya terlihat mesrah dalam foto seakan tidak pernah terjadi konflik sebelumnya dan tak menyimpan dendam.

Dalam rangka menyambut jasa-jasa Rasjidi dibentuklah pada tahun 1984 suatu panitia untuk menyambut usianya yang ke-70 tahun. Ini dimuat dalam Panjimas No. 446 (XXVI/1984). Di situ disebutkan bahwa Rasjidi adalah tokoh unik dan layak diperingati.

Sedikitnya ada tiga alasan yang membuat beliau layak diperingati di usianya ke-70:

Pertama, beliau adalah Menteri Agama Pertama RI. Kedua, beliau termasuk tokoh yang berkontribusi dalam mengerahkan pengakuan kemerdekaan Indonesia di berbagai negara Arab.

Ketiga, beliau merupakan ilmuan yang memiliki integritas yang tinggi. Ketika Munawir Sadjali melihat di antara panitia ada orang-orang yang pernah dikritik Rasjidi, beliau berkomentar:

“Pak Rasjidi kalau menjewer orang tidak tanggung-tanggung. Namun semua itu, dia lakukan semata-mata dari segi kebenaran ilmu yang dia yakini dan tidak mengurangi ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim. Hal ini dibuktikan bahwa beliau telah menyetujuo susunan Panitia Peringatan 70 tahun tersebut yang nota bene terdiri dari orang-orang yang pernah beliau jewer.” Rahimahumullah rahmatan waasi’ah.*/ Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMunawir SadjaliNurcholis MadjidPilihan RedaksiProf HM Rasjidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Belgia Kembangkan Teknologi Suling Darah Babi Menjadi Air Minum!  
Tulisan selanjutnya Pelaksanaan Idul Adha NU dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda, Pemerintah Menunggu Sidang Isbat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?