Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Penelitian: Jahe, Tanaman Ahli Surga Bermanfaat Obati Penderita Sindrom Metabolik

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Juli 2023 12:07 12:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 Juli 2023 12:10
Bagikan
Bagikan

Jahe atau ginget (zingiber officinale) tanaman ramuan surga yang berpotensi menjadi kandidat obat baru untuk kelainan metabolik atau MetS  

Hidayatullah.com—Tahukah Anda, jahe (ginger atau zingiber officinale) adalah salah satu minuman yang disebut dalam Al-Quran. Dalam Surat Al Insan (76 ) ayat 17, jahe, kelak menjadi campuran minuman penduduk surga.

Di Indonesia, selain menjadi minuman khas, jahe juga menjadi merupakan tanaman populer  sebagai bahan dapur dan bahan obat. Jahe juga dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki keunggulan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antiobesitas, antidiabetes, antimikroba, antikanker, neuroproteksi, proteksi kardiovaskuler, dan proteksi terhadap gangguan saluran napas.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan dr. Shirly Gunawan, Sp.FK, seorang mahasiswa Program Doktor Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Shily membuktikan efek kandungan senyawa pada jahe mampu menjadi obat penderita Sindrom Metabolik (MetS). MetS merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2 (DMT2).

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Seseorang dikatakan menderita MetS apabila mengalami sedikitnya tiga dari lima kondisi, yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi), abnormalitas kadar lemak dalam darah (dislipidemia), kadar trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia), kadar gula darah tinggi (hiperglikemia), dan obesitas dengan penumpukan lemak di perut.

Menurut dr. Shirly, prevalensi MetS secara global kian meningkat di dunia. Data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), dari 35% populasi dewasa di Amerika Serikat, sebanyak 50–60% mengalami MetS.

Di China, MetS dialami oleh sekitar 58,1% dari populasi berusia >60 tahun. Sementara itu, di Indonesia, prevalensi MetS mencapai angka 23%. Sayangnya, tingginya angka prevalensi MetS tidak diimbangi dengan pengobatan yang adekuat. 

“Hingga saat ini, belum ada obat tunggal untuk mengatasi MetS. Pada umumnya, pasien dengan MetS mendapat pengobatan yang bersifat polifarmasi (penggunaan beberapa obat secara bersamaan) sehingga memengaruhi kepatuhan (compliance) pasien dalam berobat.

Hal inilah yang kemudian mendorongnya menganalisis efek modulasi salah satu senyawa aktif yang terkandung dalam jahe, yaitu 6-gingerol, terhadap MetS dengan fokus pada jalur endoplasmic reticulum stress atau ER stress,” ujar dr. Shirly dalam sidang promosi doktornya, pada bulan Juni 2023 lalu di Ruang Teaching Theatre Lt. 6, Gedung IMERI, FKUI Salemba.

Menurut Shirly jalur ER stress berperan penting terhadap terjadinya MetS. ER stress adalah kondisi akumulasi unfolded atau misfolded protein pada lumen retikulum endoplasma (RE).

Kondisi ini akan mengaktivasi jalur sinyal Unfolded Protein Response (UPR) dengan target utama pada organ hati, jaringan lemak, usus, dan otot rangka. UPR mampu meredakan ER stress, menjaga keseimbangan RE, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan daya tahan sel.

Apabila sel dapat menghadapi ER stress, ia akan bertahan hidup. Sebaliknya, jika sel tidak mampu mengatasi ER stress, akan terjadi disfungsi dan kematian sel, sehingga terjadi kelainan metabolik, seperti DMT2, dislipidemia, dan obesitas. 

Uji coba

Dengan menggunakan model tikus jantan Sprague-Dawley, dr. Shirly melakukan pemberian 6-gingerol pada 5 kelompok tikus selama 8 minggu. Gingerol adalah senyawa fitokimia fenolik yang ditemukan dalam jahe segar.

Pemberian 6-gingerol dosis 100–200 mg/kg/hari menunjukkan adanya kemampuan modulasi jalur ER stress pada model tikus MetS. Senyawa ini dapat mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah puasa, dan memperbaiki resistensi insulin.

Dengan demikian, 6-gingerol berpotensi menjadi kandidat obat baru untuk kelainan metabolik.  

Penelitian yang ditulis dalam disertasi berjudul “Efek Modulasi 6-gingerol pada Model Tikus Sindrom Metabolik: Fokus pada Jalur Endoplasmic Reticulum Stress”.

Berkat penilitia ini membawa dr. Shirly meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Biomedik di FKUI dengan IPK cumlaude 3,99. Prof. Dr. dr. Frans Ferdinal, M.S. selaku kopromotor berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penelitian selanjutnya, khususnya terkait uji klinis 6-gingerol sebagai kandungan obat pada sindrom metabolik.

Bagaimanapin penelitian ini akan bermanfaat untuk mengurangi polifarmasi dan meningkatkan kepatuhan pasien dengan sindrom tersebut. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinejahekelainan metabolikMetSminuman surgaobatzingiber officinale
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag-Arab Saudi Bentuk Tim Selesaikan Masalah Layanan Masyair
Tulisan selanjutnya MUI Tolak Acara LGBT di Jakarta, KH Cholil Nafis: Sudah Menyimpang, Dikampanyekan Lagi, Bismillah… Lawan!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?