Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Hajjah Samira, Mimpi yang Jadi Kenyataan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2009 04:21 4:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2009 04:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Azerbaijan adalah sebuah tanah kuno yang terletak di persimpangan antara Eropa dan Asia Tengah. Wilayah itu juga disebut-sebut sebagai tempat di mana Taman Surga berada.

Beraneka kebudayaan dan peradaban telah bertemu selama ribuan tahun di Azerbaijan. Negara itu juga salah satu wilayah yang pertama kali memeluk Islam ketika pasukan Arab menyebarkan agama mereka pada abad ketujuh.

Namun, ketika Azerbaijan jatuh ke tangan Uni Sovyet pada tahun 1920, atheisme menjadi kebijakan negara. Banyak pemimpin Muslim yang diasingkan atau dibunuh, masjid-masjid ditutup atau bahkan dihancurkan.

Ketika negara itu memperoleh kembali kemerdekaannya pada tahun 1991, penduduknya mencari jalan kembali kepada kepercayaan dan warisan budaya mereka, untuk mengisi kevakuman beragama selama komunis berkuasa.

Sejak Uni Sovyet runtuh, Islam di Azerbaijan bangkit kembali. Ratusan masjid baru dibangun, masjid-masjid lama diperbaiki. Sekolah-sekolah agama dibuka.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Bagi kebanyakan orang muda seperti Samira, ketertarikan pada Islam sekarang kembali muncul, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Salamova Samira, wanita berusia 31 tahun dan ibu dari dua anak, adalah bagian dari 95% orang Azerbaijan yang mengaku beragama Islam. Mungkin lebih tepatnya, ia adalah satu dari 5% Muslim yang menjalankan ajaran agamanya.

“Saya mulai shalat sejak usia 12 tahun. Ketika itu hanya nenek buyut saya yang shalat di keluarga kami, usianya 115 tahun. Ia juga membaca Al-Qur’an,” kata Samira bercerita.

“Ketika masih sekolah, saya juga belajar membaca Al-Qur’an. Ketika itu keadaannya sulit, karena banyak orang melihat Islam sebagai sesuatu yang buruk, tidak seperti sekarang,”

Generasi yang lebih tua dari Samira, seperti ibunya, menjalani hidup mereka tanpa melaksanakan kewajiban yang paling penting dalam agama Islam. Sayangnya kebanyakan di antara mereka merasa tidak perlu untuk mulai melaksanakan shalat sejak saat ini.

Tahun ini Samira ikut menunaikan ibadah haji.

Samira akan berangkat haji dari Baku, ibukota negaranya, menuju Makkah. Namun baginya, perjalanan untuk bisa berangkat haji dihiasi dengan sakit dan kepayahan.

“Saya dulu shalat sampai usia 17 tahun. Kemudian saya menikah dan berhenti shalat. Memiliki keluarga dan anak, rasanya sibuk tak punya waktu.”

“Suami saya juga Muslim. Dia tahunya saya melakukan shalat dengan teratur. Padahal saya tidak bisa melakukannya. Saya punya dua putri, usianya 11 dan 13 tahun,” katanya menjelaskan.

Hubungan dengan suaminya kemudian memburuk, setelah lima tahun menikah mereka bercerai.

“Seperti kata pepatah, ketika dunia membuatmu bertekuk lutut, berarti kamu berada dalam posisi yang sempurna untuk memohon,” katanya.

Menunaikan ibadah haji bagi Samira seperti mimpi yang mustahil terwujud.

Meskipun ia bisa hidup layak dari pendapatan sebagai seorang manajer urusan rumah tangga di sebuah hotel, dirinya menyadari butuh waktu tahunan menabung agar bisa pergi haji.

“Pergi haji adalah mimpi saya. Tapi dengan gaji yang saya miliki, hal itu tidak mungkin. Saya selalu berpikir, perlu sebuah keajaiban agar saya bisa berangkat,” katanya.

Namun, yang namanya rezeki sudah ditakdirkan. Seorang kawan ibunya menawari untuk membiayai ongkos haji.

“Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Rasanya takut, tapi pada saat yang sama saya juga gembira,” kata Samira.

“Setelah menunaikan haji, Anda dituntut menjadi lebih baik. Sebelum haji, Anda bisa melakukan kesalahan, tapi setelah haji, Anda harus berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan.”

“Setiap orang melakukan kesalahan, melakukan dosa dan berbohong. Setelah haji, Anda seharusnya tidak kembali pada kebiasaan lama. Pergi haji adalah perkara yang mudah, tapi setelah itu, Anda seperti terlahir kembali, menjadi bersih dan tak berdosa.”

“Dan Anda harus menjaga diri agar tetap bersih. Itu sangat berat. Itu sebabnya mengapa saya takut. Tapi saya akan tetap pergi, dan ketika kembali saya berharap bisa mewujudkannya (menjadi lebih baik).” [di/ajr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jeritan dan Lolongan Tentara Dari Fort Hood
Tulisan selanjutnya Aljazair-Mesir Ribut Bola, Israel Mantap Lanjutkan Stategi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?