Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Begini Kondisi Terkini Warga Gaza di Pengungsian

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2023 23:38 11:38 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Oktober 2023 07:00
Bagikan
Warga Gaza Kondisi
Bagikan

Hidayatullah.com – Para dokter di Gaza mengatakan bahwa pasien yang datang ke rumah sakit menunjukkan tanda-tanda penyakit yang disebabkan oleh kepadatan penduduk dan sanitasi yang buruk setelah lebih dari 1,4 juta orang meninggalkan rumah mereka ke tempat penampungan sementara di bawah pengeboman ‘Israel’ yang paling parah yang pernah terjadi.

Daftar isi
  • Rumah sakit yang tidak beroperasi
  • ‘Anak-anak semuanya sakit’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Badan-badan bantuan berulang kali memperingatkan adanya krisis kesehatan di wilayah Palestina yang diblokade Israel lantaran tak adanya aliran listrik, air bersih dan bahan bakar, dan hanya konvoi kecil PBB yang membawa makanan dan obat-obatan yang bisa masuk.

“Kepadatan warga sipil dan fakta bahwa sebagian besar sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan menampung banyak orang, merupakan tempat berkembang biak bagi penyebaran penyakit,” kata Nahed Abu Taaema, seorang dokter kesehatan masyarakat di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis kepada TRT World (24/10/2023).

Entitas Zionis mengatakan kepada semua orang yang tinggal di bagian utara daerah kantong Gaza sepanjang 45 km untuk pindah ke selatan, namun serangannya telah meratakan distrik-distrik di seluruh daerah kantong tersebut.

Dengan semua rumah sakit kehabisan bahan bakar untuk menyalakan generator mereka, para dokter telah memperingatkan bahwa peralatan penting, seperti inkubator untuk bayi yang baru lahir, berisiko berhenti beroperasi.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 40 pusat kesehatan telah menghentikan operasi di saat pemboman dan pengungsian menambah tekanan pada sistem.

Rumah sakit yang tidak beroperasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa sepertiga rumah sakit di Gaza tidak beroperasi.

“Kami berlutut meminta agar operasi kemanusiaan yang berkelanjutan, ditingkatkan, dan terlindungi,” kata kepala kedaruratan regional WHO, Rick Brennan.

Rumah Sakit Indonesia, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza utara, mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah mematikan semua layanan kecuali beberapa bagian vital seperti Unit Perawatan Intensif.

Satu-satunya rumah sakit lain yang masih melayani pasien di Gaza utara, Rumah Sakit Beit Hanoun, menghentikan operasinya karena pengeboman yang intens di kota itu, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

“Jika rumah sakit tidak mendapatkan bahan bakar, ini akan menjadi hukuman mati bagi para pasien di Gaza utara,” kata Atef al Kahlout, direktur rumah sakit tersebut.

‘Anak-anak semuanya sakit’

Di tempat penampungan sementara di mana para pengungsi Palestina berkerumun dengan keluarga mereka yang berharap aman dari bom, orang-orang mulai menderita keluhan perut, infeksi paru-paru dan ruam-ruam, kata Abu Taaema dari Rumah Sakit Nasser.

“Di dalam tenda di bawah terik matahari siang hari terasa panas dan banyak serangga dan lalat… Di malam hari dingin dan tidak ada cukup selimut untuk semua orang. Anak-anak semuanya sakit. Ada yang batuk, ada yang pilek, ada yang demam di malam hari,” kata Sojood Najm, seorang wanita yang tinggal di tempat penampungan PBB.

Ia mengungsi dari rumahnya di Kota Gaza bersama suami dan tiga anaknya dan mereka telah tinggal di tenda selama sembilan hari, tanpa mandi. “Setiap hari saya menangis kepada ibu saya,” kata Najm.

Di sebuah apotek, pemiliknya mengatakan hanya ada sedikit stok obat yang tersisa. Orang-orang telah menimbun obat-obatan yang dijual bebas, tetapi ada kekhawatiran bahwa obat-obatan untuk penyakit kronis akan habis.

Dengan terputusnya aliran listrik, banyak orang berkumpul di sebuah pom bensin yang dilengkapi dengan panel surya untuk mengisi daya ponsel mereka, namun pom bensin tersebut dihantam serangan udara semalam, menewaskan beberapa orang, kata seorang tetangga, Abdallah Abu al Atta.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Blokade IsraelJalur Gazapalestinapengungsi palestinaZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Turki Viral, Pemuda Turki Pamit Berangkat ke Gaza untuk Berjuang
Tulisan selanjutnya Banyak Karyawan Depresi, 70% Sektor Teknologi “Israel” Terancam Bangkrut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?