Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kota di Xinjiang Larang Pemakai Jilbab dan Berjenggot Naik Bus

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2014 21:22 9:22 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 Agustus 2014 21:22
Bagikan
Dua pria muslim sedang berada di luar masjid di Urumqi, ibukota Xianjiang-Cina.
Bagikan

Hidayatullah.com–Satu kota di wilayah Xinjiang, China, telah melarang muslim yang menggunakan jilbab, kerudung, dan memiliki jenggot panjang, naik bus.

Secara keseluruhan pihak berwenang melarang lima jenis penumpang berada di dalam bus, yakni yang mengenakan kerudung, jilbab, gamis longgar, pakaian dengan bulan sabit dan bintang, dan mereka yang memiliki jenggot panjang, kata media pemerintah.

Dilaporkan kantor berita Reuters, Rabu (6/8/2014), aturan tersebut dimaksudkan untuk membantu memperkuat keamanan selama lomba atletik pada 20 Agustus.

“Mereka yang tidak mematuhi, khususnya lima jenis penumpang, akan dilaporkan ke polisi,” kata surat kabar milik pemerintah setempat Karamay Daily.

Pada bulan Juli lalu, pihak berwenang di ibukota Xinjiang, Urumqi, juga melarang penumpang bus membawa barang-barang semacam pemantik rokok, yogurt, dan air, dalam upaya untuk mencegah serangan kekerasan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok Uighur dalam pengasingan dan aktivis hak asasi manusia mengatakan, kebijakan represif pemerintah di Xinjiang ini, yang mengontrol umat Islam, telah memprovokasi kerusuhan. Namun klaim ini disangkal Beijing.

“Para pejabat di kota Karamay secara terang-terangan melakukan rasis dan kebijakan diskriminatif  kepada orang-orang Uighur,” kata Alim Seytoff, Presiden Uyghur American Association yang berbasis di Washington.

Padahal justru banyak perempuan Uighur di tempat lain di China, telah mulai mengenakan jilbab penuh, sebagaimana pakaian yang dikenakan di Pakistan atau Afghanistan daripada di Xinjiang.

Xinjiang, domisili penduduk Muslim Uighur yang berbicara bahasa Turki, telah mengalami tindakan kekerasan selama bertahun-tahun dengan alasan pemerintah mengatasi kelompok militan atau separatis.

Ratusan orang meninggal dalam 18 bulan terakhir. Namun keamanan yang ketat membuat hampir tidak mungkin bagi wartawan melakukan peliputan independen terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan aparat.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:uighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerbit Elex Media diminta tarik Komik ‘Kampanyekan’ LGBT
Tulisan selanjutnya Karamah Allah, 29 Pejuang Al-Qassam Selamat di Bawah Tanah bekas Bom F16

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?