Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Angka Diabetes Melitus Anak Meningkat,  Orang Tua Harus Awasi Konsumsi Kandungan Gula

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Februari 2024 15:38 3:38 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Februari 2024 15:45
Bagikan
Minuman berkarborasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muhammad Faizi mengatakan kasus diabetes melitus tipe dua pada anak semakin banyak dilaporkan. Usianya pun semakin muda, hal ini berdasarkan dari laporan yang diterima oleh IDAI.

Disebutkan laporan itu usia anak dengan diabetes melitus (DM) tipe dua ditemukan pada usia enam tahun. Menurutnya, DM tipe dua ini sangat berkaitan dengan gaya hidup.

“Biasanya DM tipe dua ini ditemukan pada anak yang gemuk,” katanya. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan pencegahan terhadap kebiasaan konsumsi gula berlebih menjadi sangat penting.

Utamanya, kata dia, untuk menanggulangi lonjakan kasus PTM di Indonesia. Diabetes terjadi karena kebiasaan konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kandungan gula.

Misalnya, seperti susu kental manis ataupun susu berperisa lainnya, adalah pemicu kebiasaan makan yang keliru pada anak-anak. Tidak hanya beresiko terhadap obesitas dan diabetes, tapi juga tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.

Baca Juga

Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

Dokter spesialis anak RS Permata Depok, dr. Agnes Tri Harjaningrum, MSc., Sp.A, mengatakan paparan gula tinggi pada usia dini juga dapat mengganggu metabolisme tubuh anak-anak. Juga mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan mereka secara keseluruhan.

Ia mengatakan, kebiasaan konsumsi gula tinggi juga dapat menyebabkan masalah. Seperti kecanduan minuman dan makanan manis.

“Konsumsi gula tinggi pada usia dini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2. Juga penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya pada masa dewasa,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya orang tua membiasakan memperhatikan label gizi. Misalnya pada produk yang diberikan kepada anak-anak mereka.

“Orang tua harus lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman yang diberikan kepada anak-anak. Pengurangan konsumsi gula tinggi, termasuk susu kental manis, dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan di masa mendatang,” ucap dia.

Menurutnya, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anak-anak mereka. Misalnya tentang pola makan yang sehat.

“Edukasi tentang bahaya memberikan gula berlebih pada anak tidak boleh diabaikan. Mengajarkan anak-anak untuk memahami pentingnya membatasi konsumsi gula,” katanya.

“Serta membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang seimbang. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mereka.”

Selain itu, ucapnya, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka. Memilih makanan dan minuman yang sehat, serta membatasi konsumsi gula sendiri.

“Ini dapat memberikan dampak yang positif dalam membentuk kebiasaan makan anak-anak. Tidak hanya itu edukasi tentang bahaya gula berlebih juga harus melibatkan pemahaman,” kata dia.

Misalnya, lanjut dia, tentang label nutrisi pada kemasan produk makanan dan minuman. Orang tua perlu belajar untuk membaca label dengan cermat.

“Juga memahami berapa banyak gula yang terkandung dalam produk. Apalagi yang mereka beli untuk keluarga mereka,” ucapnya.​* rri

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakdiabetes melitusgaya hidupkonsumsi gulaorang tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen PBNU Ajak PKB Kembali ke Pangkuan NU
Tulisan selanjutnya Munas Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ke-32, Apa yang Dibahas?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Sejarah
29 September 2026 12:00
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?