Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Bahagia dengan Berbagi

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2024 13:02 1:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2024 14:30
Bagikan
Bagikan

Bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi dan berbagi apa yang kita miliki pada orang lain

Hidayatullah.com | SEORANG sahabat Rasulullah ﷺ pada suatu ketika mendapatkan hadiah sebuah kepala kambing yang telah dimasak. Dia merasa bahwa tetangganya yang bernama Fulan beserta keluarganya lebih membutuhkan kepala itu dibandingkan dirinya.

Padahal sebenarnya dirinya sendiri juga miskin. Kemudian kepala itu dia kirimkan ke rumah Fulan, tetangganya itu.

Perasaan bahwa tetangganya dinilai lebih membutuhkan ternyata juga dirasakan oleh Fulan yang menerima kepala kambing tersebut. Orang lain yang menerimapun juga punya perasaan yang sama.

Sehingga kepala kambing tersebut berpindah tangan hingga tujuh kali dari rumah ke rumah. Akhirnya kepala itu kembali kepada sahabat yang pertama kali menerimanya. Subhanallah.

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

* * *

Beberapa sahabat Rasulullah ﷺ menderita luka hebat saat Perang Yarmuk. Semua hampir mendekati ajal. Semua merasakan rasa haus yang luar biasa.

Dalam kondisi semacam itu, ada satu sahabat yang membawa air minum dalam sebuah kantung kecil. Saat salah satunya diberi kantung air itu, sambil menunjuk ke arah temannya dia berkata, “Berikan saja kepada dia!”

Kantung air tersebut lantas diberikan kepada orang yang dimaksud. Ternyata dia juga mengatakan hal yang sama. Sambil menunjuk ke teman yang lain, ia berkata “Berikan saja kepada dia!”

Demikian terjadi berulang kali, sehingga semua sahabat yang terluka itu wafat, tanpa ada satupun yang meminum air.

* * *

Suatu saat Rasulullah ﷺ kedatangan seorang tamu. Diajaklah tamu tersebut ke rumah salah seorang istri beliau agar bisa dijamu selayaknya.

Namun istri Rasulullah ﷺ mengatakan, “Kami hanya memiliki air putih.”

Rasulullah ﷺ kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Barangsiapa yang memuliakan tamuku ini, dia akan mendapatkan surga.”

Seorang laki-laki tanpa pikir panjang dengan tegas menjawab, “Saya.”

Diajaklah tamu Rasulallah itu ke rumah. Sesampainya di rumah dia berkata kepada istrinya, “Muliakanlah tamu Rasulullah ﷺ!”

“Kita tidak punya makanan kecuali makanan untuk anak kita.”

“Siapkan makanan itu, pura-puralah meperbaiki lentera dan tidurkanlah anak-anak kita!”

Pada saat malam tiba, tamu Rasulullah ﷺ itu diajak ke meja makan. Setelah makanan dihidangkan, istri sahabat itu mendekati lentera, berpura-pura memperbaikinya, kemudian memadamkannya.

Itu semua dilakukan agar tamu itu merasa nyaman memakan hidangan itu sendirian. Karena makanan yang tersisa hanya untuk porsi satu orang.

Tamu itu menikmati makanan itu sendiri. Dalam kegelapan, dia merasa tuan rumah juga ikut makan.

Saat keesokan harinya sahabat itu menghadap Rasulullah ﷺ, dia disambut dengan senyuman.

Rasulullah ﷺ berkata, “Allah ridha dengan yang kalian lakukan berdua tadi malam.” Kemudian turunlah Surat Al Hasyr ayat 9 yang isinya memuji sikap para sahabat Rasulullah ﷺ tersebut.

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Mereka mendahulukan orang lain atas diri mereka, meskipun mereka sendiri dalam keadaan kekurangan.”

Kisah ini layak kembali kita renungkan, di tengah gelombang sikap egoisme dan mementingkan diri sendiri mulai mempengaruhi masyarakat kita.  Bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi apa yang kita miliki untuk orang lain.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bahagia berbagiberbagiHeadlinememberiPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiongkok Mendorong ‘Chinaisasi Islam’ di Xinjiang saat Ramadhan  
Tulisan selanjutnya mitos rokok Bank Prancis Masih Memberi Kredit ke Perusahaan Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?