Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf, Crazy Rich Makkah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Maret 2024 04:31 4:31 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Maret 2024 08:00
Bagikan
Ilustrasi Orang Arab Kaya
Bagikan

Hidayatullah.com – Umat Islam mana yang tak kenal Abdurrahman bin Auf? Beliau adalah sahabat Nabi terkaya dengan kekayaan bersih (net worth) yang sangat besar. Kekayaan tersebut ia hasilkan melalui strategi bisnis yang sederhana namun efektif.

Daftar isi
  • Kekayaan Abdurrahman bin Auf
  • Pebinis yang menginspirasi
  • Menolak hadiah sebuah ladang
  • Memulai bisnis hanya dengan 4 dinar
  • Strategi Bisnis
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Strategi bisnis Abdurrahman bin Auf memiliki 3 prinsip dasar yang akan dijelaskan dalam artikel ini. Beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga.

Kekayaan Abdurrahman bin Auf

Ketika Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه meninggal dunia, kekayaan bersihnya yang dinilai dengan koin emas adalah 3,1 milyar dinar Islam.

1 dinar sama dengan 4,25 gram emas

Jika seluruh kekayaan tersebut dikonversikan ke dalam USD, maka perhitungan kekayaan bersih Abdurrahman bin Auf adalah;

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

4,25 X 3.103.000.000 X 70 = USD 923 miliar atau Rp 14,5 Kuadiriliun

Per Maret 2024, Elon Musk adalah orang terkaya di dunia, dengan total kekayaan bersih $215 miliar, sedangkan kekayaan Abdurrahman bin Auf sebesar $923 miliar, lebih dari tiga kali lipatnya.

Pebinis yang menginspirasi

Ketika Abdurrahman bin Auf tiba di Madinah setelah hijrah, ia telah meninggalkan semua kekayaannya di makkah dan tidak memiliki uang sama sekali, sehingga ia harus berjuang dari awal- atau bisa dikatakan, berjuang dari nol.

Beliau, yang termasuk kaum Muhajirin, dipersaudarakan dengan Sa’ad bin ar-Rabiah, salah satu orang kaya dari kalangan Anshar.

Menolak hadiah sebuah ladang

Pada saat itu, Sa’ad menawarkan satu dari dua ladang sebagai hadiah kepadanya. Abdurrahman bin Auf menjawab: “Semoga Allah memberkatimu dengan keluarga dan uangmu, tetapi tunjukkanlah kepadaku jalan menuju pasar.” Dia berbicara tentang “pasar Qainuqa”.

Memulai bisnis hanya dengan 4 dinar

Modal awal bisnis Abdurrahman bin Auf adalah 2 atau 4 dinar, dari situlah kekayaan bersihnya menjadi $923 miliar.

Dia mulai berdagang kuda dan dari situ beliau terus menambahkan dagangannya, seperti pelana, ke dalam bisnisnya. tak lama kemudian, bisnisnya mulai berkembang.

Strategi Bisnis

Kisah abdurrahman bin Auf mengungkapkan strategi bisnisnya, yang didasarkan pada 3 prinsip dasar;

  1. Modal yang rendah/likuiditas yang tinggi

Prinsip pertama dari strategi bisnis Abdurrahman bin Auf adalah uang tunai. Beliau tidak pernah mengambil pinjaman atau hadiah dari siapapun karena beliau sangat yakin Allah SWT akan mencukupinya.

  1. Volume tinggi/laba rendah

Prinsip kedua dari strategi bisnis Abdurrahman bin Auf adalah beliau selalu berusaha menghindari menyimpan barang, beliau menjual dagangannya meski hanya mendapat sedikit keuntungan.

Ia memperoleh arus uang yang tinggi, sehingga penekanan utamanya adalah menghasilkan pendapatan dengan meningkatkan laba.

  1. Kredibilitas yang tinggi

Prinsip ketiga dari strategi bisnis Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه adalah ia tidak pernah menyembunyikan cacat pada produknya.

Jika produknya tidak sesuai dengan standar atau memiliki sedikit saja kesalahan, ia akan mengatakannya di depan pembelinya.

Baca juga: Umar Bin Khattab; Sang Pembaharu Hukum

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdurrahman bin AufKisah Sahabat NabiPilihan RedaksiSahabat NabiStrategi Bisnis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agen Mata-Mata Israel Mossad Sindikat Mata-Mata ‘Israel’ di Lebanon Terbongkar, Begini Modus Operandi Mereka
Tulisan selanjutnya Diyakini Dapat Tingkatkan Pariwisata Domestik, Turki Perpanjang Libur Idul Fitri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Masjid Ibrahimi di bawah kewenangan Israel
Berita

Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina

Berita
21 September 2026 19:47
Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh
Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Mantan Bos Tabung Haji Malaysia Terdakwa Korupsi, Keluarganya Diminta Serahkan Daftar Aset

Terbaru

  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
  • Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
  • LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
  • LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
  • Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?