Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Aksi Balas Dendam Iran dan Cara Netanyahu Alihkan Kekalahannya di Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 April 2024 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 April 2024 13:20
Bagikan
Bagikan

Memprovokasi Iran dengan menyerang konsulatnya di Damaskus adalah jalan yang dipilih Netanyahu mengalihkan tekanan internal dalam negeri, aksi balas densam Iran bukanlah pembebasan Palestina

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | BALAS DENDAM Iran kepada ‘Israel’ pada Sabtu (13/4/2024) telah menyita perhatian publik secara luas. Iran meluncurkan hampir 350 drone dan rudal terhadap ‘Israel’ pada tanggal 13 April sebagai respons atas serangan udara ‘Israel’ pada 1 April ke kompleks kedutaan besarnya di Suriah yang menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal elit Iran.

Meski banyak yang menyebut tindakan Iran sebagai sebuah serangan besar, verifikasi media-media independen belum merilis adanya jumlah korban secara signifikan dari militer dan fasilitas perang Israel dari tindakan Iran kecuali kerusakan di pangkalan udara di Nevatim, Gurun Negev yang masih tetap dapat beroperasi.

Cek fakta kantor berita AFP juga menemukan bahwa video mengenai Tel Aviv terbakar yang diasosiasikan dengan serangan Iran di sejumlah media sosial, merupakan kebakaran di Texas, pada akhir Februari.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Jika di awal peristiwa berbagai pihak menilai konflik keduanya mengarah pada ekskalasi besar, belakangan sejumlah analis menilai perseturuan keduanya hanyalah berhenti sebagai sebuah aksi balas dendam Iran dari tindakan provokasi ‘Israel’.

“Netanyahu, the gambler, needed another throw of the dice and what he did was hit the Iranian consulate, which contained Iran’s top soldier along with seven commanders of the Revolutianary Guards,” ujar pemimpin redaksi media berpengaruh soal Timur Tengah Middle East Eye, David Hearst.

Arti bebasnya,  Netanyahu, sang penjudi, perlu melempar dadu lagi dan apa yang dia lakukan adalah menyerang konsulat Iran, yang berisi prajurit tertinggi Iran bersama dengan tujuh komandan Garda Revolusi.

Provokasi ‘Israel’ ke Iran pada awal April lalu sebenarnya tidak lepas dari pemikiran Perdaa Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu untuk mencari jalan keluar guna menutupi kekelahan mereka di jalur Gaza.

Hingga perang berangsung hampir memasuki bulan ketujuh, sesumbar Netanyahu untuk menghabisi Hamas dan menguasai jalur Gaza, masih jauh dari harapan.

Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina itu bahkan tetap teguh dalam tuntutannya jika Netanyahu mengingkan gencatan senjata, yakni mencabut blokade dari Gaza, tarik pasukan penjajah, dan bebaskan tahanan Palestina. Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi penjajah.

Sebab itu sama saja mengakui kekalahannya dalam perlawanan terhadap Gaza.

Di sisi lain, ‘Israel’ banyak dikecam dunia internasional akibat tindakan genosidanya terhadap bangsa Palestina. Dukungan sekutu Barat terhadapnya sudah menurun.

Fakta-fakta anak-anak dan perempuan tak berdosa yang dibunuh penjajah telah melahirkan empati global dan melahirkan kecaman terhadap Barat yang selama ini membiayai perang Netanyahu.

Zionisme benar-benar tidak memiliki “jalan keluar” dari Gaza dengan kepala tegak. Menurut keterangan militer penjajah per 16 April, sebanyak 604 tentaranya tewas sejak 7 Oktober, termasuk 260 di antaranya sejak dimulainya operasi darat di Gaza pada 27 Oktober 2023.

Sementara menurut media terkemuka ‘Israel’ Haaretz pada Januari 2024, sebanyak 1.600 tentara ‘Israel’ menderita stres paskatrauma sejak dimulainya perang.

Walau dibombardir penjajah ‘Israel’, keteguhan masyarakat Gaza pun tidak bergeser untuk mempertahankan wilayahnya. Survei Pusat Survei dan Penelitian Kebijakan Palestina (PCPSR) di Ramallah pada Maret 2024 menunjukkan lebih dari 50% warga Palestina yakin Hamas harus memerintah Jalur Gaza ketika perang berakhir. Hanya 11 persen yang menginginkan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk memimpin Gaza.

Survei, yang dilakukan antara tanggal 5-10 Maret dengan mengambil sampel 1.580 warga dewasa Palestina di Gaza dan Tepi Barat terjajah, juga menyimpulkan 70% masyarakat Palestina mengatakan mereka puas dengan peran yang dimainkan Hamas selama perang berlangsung.

Sedangkan 61% juga menyetujui peran yang dimainkan pemimpin Hamas yang berbasis di Gaza, Yahya Sinwar selama perang.

Untuk mengakhiri tekanan kepada penjajah ‘Israel’, jalan keluar yang dipilih Netanyahu adalah melakukan provokasi ke Iran. Hal itu menjadi opsi terbaik bagi Netanyahu untuk memberikan alasan logis  cabut dari Gaza tanpa harus mengakui kekalahan dari Hamas dan faksi perlawanan di Gaza.

Memprovokasi Iran dengan menyerang konsulatnya di Damaskus yang menewaskan 12 orang dan dua jenderal tinggi Iran adalah jalan yang dipilih Netanyahu demi mengalihkan tekanan dari internal dalam negeri dan kembali meraih dukungan.

Faktor lain yang dimainkan Netanyahu dari prorovokasi ke Iran adalah upaya Tel Aviv untuk kembali mendapat dukungan dari Washington. Seperti diketahui, Biden mengalami desakan kuat dari internal AS untuk mengevaluasi dukungannya kepada ‘Israel’.

Demonstrasi warga yang meluas di negeri Paman Sam telah meminta pemerintah untuk tidak menggunakan pajak rakyat untuk membiayai perang ‘Israel’ di Gaza. Kritikan-kritikan terhadap AS atas kebiadaban penjajah ‘Israel’ telah memaksa Biden mengkritik sekutunya itu.

Biden menyadari diseret dalam situasi ini dan segera mengatakan bahwa Paman Sam tidak ingin terlibat dalam aksi balasan ‘Israel’. Jadi harapan publik bahwa peluncuran ratusan drone Iran sebagai aksi pembebasan Palestina itu terlalu berlebihan.*

Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute, peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue, Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:balas dendam iranHeadlineiranisraelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada Makanan Berlemak saat Hari Raya
Tulisan selanjutnya Pendiri Telegram Bilang Terpaksa Pindah ke Dubai dan FBI Minta Dibuatkan ‘Pintu Belakang’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Berita
5 September 2026 16:51
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?