Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selamat dari Tsunami Meski Tengah Menyelam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2005 17:39 5:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2005 17:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang penyelam profesional asal Malaysia merasakan beberapa kejadian aneh ketika menyelam di perairan Pulau Weh, dekat Banda Aceh, beberapa detik sebelum tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember lalu. Menurutnya, di dasar laut, dia merasakan banyak kejadian aneh. Meski begitu dirinya tak menyadari, bahwa di atas, telah terjadi gelombang besar yang kemudian telah menyapu salah satu propinsi Indonesia itu.

“Memang laut kelihatan tenang tetapi saya melihat kehidupan laut berkeliaran dan berlarian secara tiba-tiba.

“Ikan dan belut di celah batu karang dan pasir meninggalkan tempat persembunyian secara tiba-tiba,” kata Mohd Hanee Abdul Munir, 27, seperti dikutip Harian Metro Malaysia, (3/1), hari Senin ini.

Lebih jauh, Hanee mengatakan, saat menyelam, di sekitar episentrum gempa itu, memang ada tanda getaran. Namun dia tak meyakini bila getaran itu kemudian akan mengorbankan ratusan ribu nyawa.

Ketika itu, Mohd Hanee mendengar suara seperti sebuah perahu bot besar di kawasannya menyelam. “Telinga saya sakit dan pipi pula bergetar beberapa kali. Kira-kira 10 menit kemudian, saya naik ke perahu dan bertanya kepada empat rekan tetapi mereka menjawab tidak mengetahui apapun. Tetapi perahu bergoyang,” katanya saat mengenang kembali saat-saat mencemaskan di dasar laut Pulau Weh, 33 kilometer dari Banda Aceh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hanee menyangka, getaran itu disebabkan oleh efek gelombang kapal besar yang akan melewati kawasan itu. “Ini membuat empat teman saya itu terpaksa menaikkan tanda dan signal sebagai petunjuk terdapat penyelam di situ dengan harapan kapal besar itu dapat menjauhi kawasan tersebut.

Tetapi saat dia dan rombongan penyelam itu kembali ke perairan Kampung Iboih di pulau itu, sudah tak ada lagi bangunan. Yang ada, semua rata dan hanya terlihat kepanikan penduruk yang melarikan diri.

“Selepas itu, air surut ketika perahu kami tiba di Kampung Gapang. Melihat keadaan semakin cemas, teman saya dari Jepang, Akido Tada, mengarahkan perahu kami tidak menghampiri daratan,” katanya.

Untung tak dapat ditolak, rombongan penyelam itu selamat mendarat di Jeti Gapang. Saat itu air sudah tenang kembali. Mereka kemudian membantu korban tsunami yang parah akibat ditindih timbunan kayu.

Hari Sabtu lalu, Mohd Hanee kemudian pulang setelah menghubungi keluarganya di Malaysia. Menurutnya kejadian menyelam di perairan Banda Aceh baginya sebuah kenangan yang tak akan pernah dilupakan.

“Saya anggap Pulau Weh syurga penyelam. Saya pergi ke situ 22 Desember lalu bersama dua warga Malaysia, dua Belanda, seorang Kanada dan seorang Jepang.

“Saya tidak menyangka beberapa kejadian aneh yang saya lihat di dasar laut adalah petanda buruk menimpa Banda Aceh.

“Bayangkan gempa bumi berukuran 9 skala Richter dan bersyukur karena saya hanya sakit telinga dan pipi,” katanya.

Sementara itu, ibu Mohd Hanee, Datin Noharizan Daud, mengatakan, dia tidak selera makan sepanjang anak sulungnya itu berada di Banda Aceh.

“Saya berpuasa tiga hari dan sentiasa menghadap televisi untuk mengetahui perkembangan lanjut bencana tsunami. Syukurlah, mimpi ngeri saya berakhir saat Mohd Hanee menghubungi kami mengabarkan dia selamat. (Harian Metro/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasulullah dan Intelijen yang Berakhlaq
Tulisan selanjutnya Selamat dari Tsunami Meski Tengah Menyelam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?