Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Pakar: Bergaya Hidup Instan, Mental Remaja Indonesia dalam Kondisi Darurat

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2024 00:10 12:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Agustus 2024 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 61 persen remaja Indonesia pernah berpikir untuk mengakhiri hidup, sehingga menjadikan masalah kesehatan mental remaja berada dalam kondisi darurat. Hal itu menyoroti adanya tekanan dari berbagai faktor yang memicu perasaan putus asa.

“Dari berbagai faktor, internal maupun eksternal, remaja putus asa, dan tidak berdaya. Masala ini menuntut perhatian serius dan penangan komperehensif,” kata Dosen Psikologi Universitas Gunadarma, M. Noor Rochman Hadjam, dikutip RRI, Senin (26/8/2024).

Menurut dia, kepribadian yang rapuh menjadi faktor awal depresi. Adapun perasaan tidak berdaya dan memiliki harapan yang membuat munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup.

M. Noor menilai, selain rapuhnya mental remaja, faktor eksternal lain seperti gaya hidup hedonisme dan tekanan sosial menjadi penyebabnya. Terutama media sosial yang berperan besar dalam meningkatkan risiko depresi di kalangan remaja.

“Kemudahan akses, keinginan untuk memenuhi standar sosial yang tinggi sering kali berbenturan dengan kondisi ekonomi yang tidak mendukung. Hal ini dapat menyebabkan rasa keputusasaan dan tekanan mental pada remaja,” ucapnya.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

M. Noor menjelaskan, anak muda sekarang terbiasa mendapatkan sesuatu hanya secara instan, tidak mau melalui suatu proses. “Anak muda serang maunya instan, tidak mau menunda kepuasan melalui proses, sedangkan untuk mendapatkan uang tidak mudah,” ujarnya mengakhiri perbincangan.

Mental Toxsic

Riset Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) bersama University of Queensland di Australia dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat (AS), tahun 2022 menunjukkan satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental sementara satu dari dua puluh remaja Indonesia (sekitar 5.5%) memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.

Angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Survei kesehatan mental nasional ini adalah pertama yang mengukur untuk gangguan mental pada remaja 10 – 17 tahun di Indonesia.

Remaja dalam kelompok ini adalah remaja yang terdiagnosis dengan gangguan mental sesuai dengan panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) yang menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia.

Menurut Aktivis Kesehatan Mental Renggi Ardiansyah, salah satu alasan mengapa laki-laki lebih banyak melakukan percobaan bunuh diri adalah adanya stigma toxic masulinity.

“Toxic masculinity di mana laki-laki dipaksa untuk meredam setiap emosi yang dirasakan, bahwa laki-laki harus selalu baik baik saja,” kata Renggi dikutip Kompas.

Toxic masculinity merupakan stigma bahwa laki-laki harus tangguh dan dapat menahan emosi apa pun yang dirasakannya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gangguan mental remajagaya hidupHeadlinekesehatan mentalmental toxsicremaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenangan Aktivis Pro-Palestina, AXA Tarik Simpanan Rp 310 M dari Bank Israel
Tulisan selanjutnya Kecewa, 28 Anggota Dewan Pakar PKS Ramai-ramai Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan

Berita
16 Juni 2026 17:04
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Terbaru

  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?