Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Biaya Perang Membengkak, ‘Israel’ Naikkan Pajak

Tidak berhenti di situ, rancangan anggaran juga mengusulkan penutupan lima kementerian pemerintah serta beberapa misi diplomatik di luar negeri.

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2024 00:00 12:00 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Oktober 2024 06:00
Bagikan
Biaya Perang Membengkak, Israel Naikkan Pajak
Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com – Kementerian Keuangan entitas Zionis pada Senin mengusulkan sebuah rancangan anggaran baru yang akan menyaksikan sejumlah kenaikan pajak karena kurangnya anggaran untuk tahun depan akibat membengkaknya biaya perang.

Kebijakan baru “Israel” itu tak hanya akan menaikkan pajak, tetapi juga akan menaikkan iuran asuransi nasional dan membekukan sejumlah tunjangan pensiun.

Melansir Times of Israel pada Selasa (15/10/2024), akan menaikkan pajak bagi mereka yang berada dalam kelompok pendapatan terendah di “Israel”, menaikkan biaya bagi mereka yang tidak bekerja dan mengakhiri pengecualian pajak penjualan bagi para turis yang berkunjung.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu mempersempit defisit negara yang membengkak menjadi 4% pada tahun 2025 dengan menganggarkan dana Rp 124 triliun hingga Rp 165 triliun ($ 8 miliar hingga $ 10,6 miliar) untuk penyesuaian fiskal.

Untuk tahun ini, pemerintah “Israel” harus menaikkan target defisit anggaran 2024 menjadi 6,6% dari PDB, dari rencana 2,25%, karena pengeluaran pertahanan dan sipil yang lebih tinggi untuk mendanai pertempuran melawan Palestina dan pembantaian sepanjang tahun di Gaza.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Sejak melancarkan serangan dan perang pada 7 Oktober 2023, “Israel” sudah menghabiskan biaya NIS 250 miliar atau setara Rp 1.034 triliun.

Rancangan anggaran itu bahkan akan menaikkan pajak para pengangguran kepada Asuransi Nasional dan Asuransi Kesehatan “Israel” sebesar 10% dari jumlah sebelumnya senilai Rp 839 ribu. Pajak terhadap pengangguran ini diharapkan dapat menghasilkan pendapatan tambahan sebesar NIS 660 juta atau setara Rp 2,730 triliun untuk negara pada tahun 2025 dan sekitar NIS 2,13 miliar atau Rp 8,6 triliun per tahun dari tahun 2026 dan seterusnya.

Departemen Keuangan juga mengusulkan untuk menaikkan pajak penghasilan bagi para pekerja yang berada di golongan pajak terendah di “Israel” dengan menggabungkannya dengan golongan pajak berikutnya. Langkah ini berarti mereka yang membayar tarif minimum 10% akan dikenakan pajak sesuai dengan kelompok pendapatan 14% ke depannya.

Langkah-langkah lain termasuk mencabut pembebasan pajak pertambahan nilai bagi para turis yang berkunjung.

Rancangan anggaran yang diajukan Kemenkeu “Israel” ini turut menyerukan negosiasi dengan Bank of Israel mengenai pajak atas keuntungan bank, pajak tambahan atas keuntungan modal dan real estat dan pembatalan pembebasan pajak untuk rokok bebas bea dan privatisasi Pelabuhan Ashdod.

Untuk lebih meningkatkan pendapatan, Kementerian Keuangan juga akan mempertimbangkan untuk mengenakan pajak atas keuntungan perusahaan yang diinvestasikan kembali oleh perusahaan-perusahaan multinasional ke dalam pengembangan bisnis, infrastruktur, dan pusat-pusat penelitian dan pengembangan.

Hingga saat ini, keuntungan-keuntungan tersebut dibebaskan dari pajak untuk mendorong investasi di “Israel”. Langkah ini, jika disetujui pada akhir tahun pajak 2024, akan meningkatkan pendapatan negara sebesar NIS 10 miliar pada tahun 2025.

Tidak berhenti di situ, rancangan anggaran juga mengusulkan penutupan lima kementerian pemerintah serta beberapa misi diplomatik di luar negeri.

Menurut lembaga penyiaran nasional Kan, Menkeu “Israel” berencana untuk mengusulkan agar masing-masing dari lima partai koalisi menawarkan untuk menutup salah satu kementerian yang mereka pegang, meskipun para pejabat di Kementerian Keuangan telah merekomendasikan agar dua kali lipat dari jumlah tersebut ditutup.

Kan melaporkan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk meredam kritik setelah rencana anggaran baru-baru ini tidak termasuk penutupan kementerian yang dianggap berlebihan atau pemotongan pengeluaran koalisi.

Namun, rencana anggaran baru itu ditolak sejumlah politisi dan telah menimbulkan perselisihan sengit di dalam parlemen “Israel”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekonomi IsraelHeadlineisraelkeuanganOmnibuspajak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya investasi minuman keras Praha Larang Rombongan Turis Keliling Bar untuk Mabuk
Tulisan selanjutnya Rudal penangkis Arrow ‘Israel’ akan Kehabisan Rudal Penangkis di Tengah Ancaman Rudal Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?