Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Menyambangi Majelis Ilmu Murid Syeikh Yasin Padang di Kairo

Thoriq
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2014 08:41 8:41 am
Thoriq
Dipublikasikan 31 Agustus 2014 06:12
Bagikan
Bagikan

13 penuntut ilmu terlihat duduk di atas karpet dengan “kusyuk”. Dari jumlah itu, hanya satu penuntut ilmu yang berasal dari Indonesia, sisanya berasal dari Malaysia. Satu pelajar dari Pattani absen.

Di tengah-tengah pembacaan Al Idhah karya Imam An Nawawi yang membahas mengenai haji tersebut, Sang Guru yang duduk di atas kursi menanyakan keberadaan murid yang dari Pattani itu,”Mana Umar Faththani? Mungkin dia ada masalah dengan transportasi, mari kita doakan semoga tidak terjadi apa-apa”. Lantas beliau mengangkat kedua tangan dan berdoa dengan diikuti oleh para murid yang duduk di karpet dan pembacaan kitab pun dilanjutkan.

Di sela-sela penjelasan Sang Guru sering menyebut ungkapan “ulama jawiyin” (para ulama Nusantara) yang tinggal di Makkah, baik ketika mengisahkan salah satu dari mereka ataupun menjelaskan pandangan mereka terhadap persoalan-persoalan tertentu.

Di akhir pembahasan ulama yang memiliki nama Syaikh Mahmud Said Mamduh itu pun mengulang poin-poin penting dari isi kitab yang di baca pada pertemuan  yang dimulai setelah shalat maghrib dan diakhiri sebelum isya’ itu.

Demikianlah yang berlaku di “Zawiyah Syeikh Mahmud Said Mamduh”, majelis ilmu yang digelar di apartemen yang berada di basement salah satu gedung di Hay Asyir, Nasr City, Kairo.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”

Sebelumnya Umar, mahasiswa pasca sarjana Universitas Ains Syam jurusan Syariah yang dua tahun mengikuti majelis ini menyampaikan bahwa Syeikh Mahmud adalah pengganti Syeikh Yasin, ulama Nusantara yang bergelar “musnid dunya” itu untuk di Mesir.

“Ketika di majelis, Syeikh Yasin selalu meminta Syeikh Mahmud untuk duduk di samping kanan beliau. Dan Syeikh Ali Jum’ah (mantan mufti Mesir) memperoleh ijazah periwayatan dari Syeikh Yasin melalui Syeikh Mahmud”, ungkap pelajar dari Pattani ini.

Masih menurut penuntut ilmu yang memperoleh periwayatan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Syeikh Mahmud ini, bahwa untuk periwayatan hadits Syeikh Mahmud mengambil dari Syeikh Yasin dan untuk kritik sanad Syeikh Mahmud memperoleh dari Syeikh Abdullah bin Shiddiq Al Ghumari ulama hadits dari Maroko.

Laki-laki lulusan Fakultas Syari’ah Al Azhar ini mengisahkan bahwa ia mengikuti kajian Syeikh Mahmud pertama kali di “Rumah Kedah” asrama pelajar Malaysia di Kairo tahun 2007. Saat itu yang mengundang Syeikh Mahmud untuk berceramah adalah Syeikh Nuruddin Al Banjari, ulama Banjar yang juga pernah berguru kepada Syeikh Yasin di Makkah. Dimana beliau di waktu itu secara rutin berkunjung ke Kairo dalam rangka membuka majelis ilmu di asrama Malaysia yang diikuti oleh pelajar-pelajar dari negeri jiran tersebut.

“Dari kalangan pelajar tidak banyak yang tahu mengenai Syeikh Mahmud” Ungkap Ibnu Ishaq, pelajar Fakultas Ushuluddin Al Azhar yang berasal dari Malaysia ini, ketika ia ditanya mengenai terbatasnya jumlah yang hadir di majelis itu.

Laki-laki berkacamata yang juga sudah dua tahun tinggal di apartemen yang digunakan sebagai majelis tersebut pun lantas menunjukkan sebuah buku karya Syeikh Mahmud Said Mamduh yang berjudul Tasynif Al Asma’ yang berjumlah dua jilid,”Ini adalah guru dari para guru Syeikh Yasin”.

Dalam buku tersebut tercatat labih dari 200 biografi para ulama yang hidup semasa dengan Syeikh Yasin Al Fadani, ulama Nusantara yang tinggal di Makkah itu. Dari jumlah itu, ada 20 ulama Indonesia yang  pernah belajar di Makkah biografinya tercatat, salah satunya adalah biografi Kyai Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama yang berasal dari Jombang.

Pelajar berkacamata tebal ini mengatakan bahwa gurunya di Malaysia rela membeli apartemen di basement untuk tempat tinggal sejumlah muridnya sekaligus sebagai majelis ilmu agar mereka bisa berdekatan dengan rumah Syeikh Mahmud yang tinggal di lantai 5 di gedung yang sama. Dan sang guru memohon secara langsung kepada Syeikh Mahmud agar memberikan pendidikan langsung kepada para muridnya yang belajar di Al Azhar.

Ya, Syeikh Yasin Al Fadani memang ulama Indonesia, namun beliau bukan hanya milik orang Indonesia, tapi telah menjadi milik “dunia Islam”. Siapa yang bersedia berpayah-payah akan mewarisi ilmunya, tidak memandang ia berasal dari Indonesia, Malaysia atau dari negeri antah berantah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Besar yang Menuntut Ilmu Saat Berumur 70 Tahun
Tulisan selanjutnya Berlebihan Makan Junk Food, Makin Hindari Makanan Sehat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

19 Maret 2016 19:28
Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?