Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Tak Berlebihan Menikmati Konten Receh,  Cara Hindari Brainrot

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Januari 2025 20:28 8:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Januari 2025 20:27
Bagikan
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Gesang Manggala Nugraha Putra SS SA MHum
Bagikan

Hidayatullah.com—Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Gesang Manggala Nugraha Putra SS SA MHum saat ini konten yang lebih menjual di kalangan pengguna sosial media seringkali adalah konten berkualitas rendah. Menurut Gesang, fenomena ini merupakan sesuatu yang tidak dapat terhindarkan.

Hal inilah yang menyebabkan lahirnya fenomena brainrot di kalangan generasi muda. Fenomena ini tidak selalu berbahaya, selama seseorang mampu menemukan keseimbangan dalam mengonsumsi konten digital.

“Dari sudut pandang saya, yang terpenting adalah menemukan titik keseimbangan. Menikmati konten receh tidak masalah, asalkan jangan berlebihan. Di sisi lain, kita juga dapat memanfaatkan media sosial dan perangkat digital untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat,” terang Gesang pada “Airlangga Forum ke-212” yang disiarkan kanal YouTube Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Jumat (17/1/2025).  

Menurutnya, fenomena brainrot mendorong generasi muda untuk menyadari pentingnya bersikap kritis terhadap konten-konten berkualitas rendah.

Salah satu amunisi utama dalam menghadapi brainrot adalah kapasitas individu sebagai pengguna media sosial.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Penyebaran konten berkualitas rendah juga tak terlepas dari peran algoritma pada platform media sosial.  Algoritma berperan mendeteksi konten yang populer secara umum dan merekomendasikannya kepada pengguna.

Kendati demikian, Koordinator Media dan Branding di Pusat Informasi dan Komunikasi Publik (PKIP) UNAIR itu menegaskan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas konten yang muncul di beranda pengguna.

 “Kita harus menyadari kemampuan otoritas, kapasitas, dan tanggung jawab kita sebagai pimpinan algoritma. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan fitur-fitur di platform media sosial, seperti tombol dislike atau opsi not interested. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, kita sebagai pengguna dapat menegaskan preferensi dan membatasi paparan terhadap konten yang kurang bermutu,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, brainrot kian menjadi isu hangat di kalangan generasi muda. Istilah tersebut menggambarkan kerusakan daya pikir akibat paparan berlebihan terhadap konten berkualitas rendah.

Hadirnya fenomena ini menjadi ancaman bagi generasi muda, khususnya generasi Z di era algoritma. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:brainrotgen zkonten recehkonten rendahmedia sosialUNAIR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perubahan Hakiki Pembebasan Baitul Maqdis 
Tulisan selanjutnya Menag Ingin Minta Pelestarian Alam Masuk Kurikulum Pendidikan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?